Jemunak, Jajanan Tradisional Pelengkap Buka Puasa Warga Muntilan

Selasa, 14 Juni 2016 - 04:30 WIB
Jemunak, Jajanan Tradisional...
Jemunak, Jajanan Tradisional Pelengkap Buka Puasa Warga Muntilan
A A A
MAGELANG - Sebagian besar warga Muntilan maupun Magelang, pada umumnya telah mengenal makanan khas yang hanya muncul saat Ramadhan. Makanan ini menjadi menu utama di samping kurma maupun kolak saat takjil maupun sehabis tadarus Alquran. Warga secara turun-temurun menyebut jenis makanan ini dengan sebutan jemunak.

Jemunak dibuat dari ketela pohon atau singkong yang diparut halus, kemudian dicampur dengan beras ketan dan disajikan dengan parutan kelapa dan juruh (gula jawa yang dicairkan) dalam bungkusan daun pisang. Sebagian orang yang menyebut jemunak yang diartikan sebagai bar ngaji nemu enak (sehabis mengaji menemukan yang enak).

Bahkan, warga di kawasan Gunungpring, bahkan Muntilan tak mengetahui siapa kali pertama yang membuat makanan jemunak tersebut. Kini, di kawasan Gunungpring, Muntilan, sedikitnya ada 3 orang yang membuat jemunak tersebut.

Salah satu pembuat jemunak tersebut adalah Mbah Mujilah, 83, warga Krajan, Gunungpring, Muntilan. Dia membuat jemunak meneruskan kedua orangtuanya yang secara turun-temurun membuat makanan khas yang muncul setiap Ramadhan tersebut. Kini, untuk membuat jemunak, dia dibantu anak-anak maupun cucunya.

Kula namung neruske (saya hanya meneruskan),” kata Mbah Mujilah dengan bahasa Jawa sambil merebus ketela pohon, kemarin.

Karena usianya telah uzur, untuk membuat jemunak dibantu anaknya, Ny Kasmirah, 46. Dia menuturkan, setiap harinya harus merebus sebanyak 25 kilogram ketela pohon, 7 kilogram beras ketan dan merebus 6 kilogram gula Jawa. “Pertama ketela pohon dikupas, kemudian diparut agak kasar terus direbus hingga setengah matang. Demikian halnya dengan beras ketan direbus setengah matang,” ujarnya.

Setelah keduanya direbus setengah matang, katanya, kemudian antara ketela pohon dan beras ketan direbus bersama hingga matang. Setelah itu, diangkat terus ditumbuk hingga pulen atau kenyal. “Baru setelah ini dibungkusi dengan daun pisang, terus diberi parutan kelapa dan juruh. Ini hanya ada saat bulan Ramadhan, biasanya banyak yang pesan maupun dititipkan di warung-warung sekitarnya,” kata Kasmirah.

Untuk setiap harinya, mereka bisa membuat hingga 1.000 bungkusan jemunak. Sedangkan per bungkus tersebut dijual sebesar Rp1.500. Biasanya untuk mempersiapkan membuat jemunak tersebut dimulai dari pagi hari hingga sore hari.

“Alhamdulillah sehari 1.000-an bungkusan baik itu melayani pesanan maupun dititipkan di sejumlah warung tetangganya. Dua tahun lalu, Sri Sultan Hamengku Buwono X pernah utusan pesan jemunak,” papar Kasmirah.

Salah satu pembeli, Ria, 29, warga setempat mengaku, rasanya kalau buka Puasa Ramadan belum menikmati jemunak dirasakan masih ada yang kurang. Untuk itu, rata-rata setiap harinya memesan jemunak. “Kalau belum makan jemunak saat buka Puasa Ramadhan, rasanya masih ada yang kurang,” tuturnya.

Selain di Krajan, ada juga yang menjual jemunak tersebut di daerah Bintaro, Gunungpring maupun Santren, Gunungpring. Di Santren, Gunungpring, yang menjual adalah Ny Asminah, 50. “Saya sudah sejak lama berjualan jemunak ini. Ini hanya ada saat Ramadhan saja. Kalau saya hanya membuat 4 kilogram ketela pohon,” ujarnya.
(alv)
Berita Terkait
5 Jajanan Tradisional...
5 Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta, Ada yang Sejak Era Mataram
Resep Kue Wajik, Jajanan...
Resep Kue Wajik, Jajanan Tradisional yang Cocok buat Bersantai
Mencicipi Jajanan Tradisional...
Mencicipi Jajanan Tradisional Telur Gabus Cita Rasa Kekinian
Semarakkan Ramadhan,...
Semarakkan Ramadhan, GMTD Hadirkan Jajanan Kuliner Green River View
Resep Kue Asida, Jajanan...
Resep Kue Asida, Jajanan Tradisional Khas Maluku untuk Buka Puasa
Deretan Kue Tradisional...
Deretan Kue Tradisional yang Jadi Primadona Saat Ramadan
Berita Terkini
Ini Menu Sarapan Terbaik...
Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya
10 menit yang lalu
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
1 jam yang lalu
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
1 jam yang lalu
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
10 jam yang lalu
Hadir di Bongkar, Feliciwa...
Hadir di Bongkar, Feliciwa Ungkap Cerita Menarik di Balik Aktivitasnya
13 jam yang lalu
Bukan Cuma Cantik, Feliciwa...
Bukan Cuma Cantik, Feliciwa Punya 14 Bebek dan Cerita Tak Terduga
13 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved