BWCF Kembali Digelar, Diharapkan Terbentuk Asosiasi Penulis

Kamis, 06 Oktober 2016 - 09:26 WIB
BWCF Kembali Digelar,...
BWCF Kembali Digelar, Diharapkan Terbentuk Asosiasi Penulis
A A A
MAGELANG - Aktivitas literasi dan seni budaya yang bertajuk Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) ke-5 kembali dilangsungkan. Menandai dilangsungkan bertemunya berbagai penulis dari berbagai daerah dengan pidato budaya yang disampaikan Sutradara Film Garin Nugroho di Hotel Atria Magelang, Jawa Tengah, Rabu (5/10/2016).

Ketua Pelaksana BWCF ke-5 Yoke Darmawan mengatakan, acara ini merupakan agenda tahunan aktivitas literasi dan seni budaya dengan dua kegiatan yakni Writers Forum serta Pesta Seni Budaya. Adapun acara ini dilangsungkan bertujuan sebagai wahana edukasi juga ajang temu ilmuwan, penulis, pembaca untuk dapat mengembangkan kreativitas dan pengetahuan budaya. Selain itu, perayaan dari karya-karya kreatif anak bangsa yang diharap pada intinya memberi nafas kebudayaan bagi masyarakat dan industri pariwisata Indonesia bermuatan sejarah.

“Keunikan dari festival ini dibanding festival-festival lainnya adalah pada tema yang mengangkat kekayaan budaya dan sejarah Nusantara. Tahun ini BWCF mengambil tema, setelah 200 tahun Serat Centhini-Musyawarah Akbar Kitab-Kitab Klasik Nusantara,” kata Yoke.

Dalam BWCF kali ini dihadiri sekitar 300 peserta yang meliputi para sastrawan, sejarawan, arkeolog, budayawan, kalangan akademisi, pembuat film, pencinta sejarah, mahasiswa dan seniman pada umumnya termasuk para jurnalis budaya. Selain itu, para tokoh-tokoh komunitas seni-budaya yang sekaligus melibatkan masyarakat di Komunitas Lima Gunung.

Acara ini secara resmi dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “BWCF ini merupakan bertemunya beberapa orang yang bisa mempengaruhi. Mereka menceritakan perjalanan sejarah yang di-review dan dipikirkan didepan. Hasil ini kemudian dijadikan satu dan menjadi aset yang kita miliki. Kemudian bisa diceritakan ulang kepada banyak orang,” kata Ganjar.

Menurutnya, BWCF membahas berbagai hal seperti membahas soal perjalanan rempah-rempah, sejarah silat di Indonesia dan saat ini membahas soal Centhini. “Mereka membahas spiritualitas Centhini atau tasawuf. Saya tidak memiliki kemampuan untuk itu, tapi ini menjadi ruang yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Hubungan Antar Wilayah dan Lembaga Badan Ekonomi Kreatif, Endah W Sulistianti mengatakan, yang menelurkan karya kreatif itu penulis. Selama ini, para pelaku kreatif (penulis) hampir tidak pernah bermusyawarah untuk melembagakan asosiasi maupun apapun bentuknya. “Dalam wadah itu, mereka nanti bisa memperjuangkan hak-hak dan tataran ekonomi kreatif,” katanya, kemarin.

Dalam BWCF tersebut, kata Endah, akan memetakan terlebih dahulu permasalahan dalam dunia penulisan dan penerbitan. Kemudian dari persoalan yang ada tersebut akan dibahas pula jalan keluarnya.

Pihaknya berharap, dalam pertemuan tersebut nantinya bisa terwadahi semacam terbentuk asosiasi penulis yang bertujuan untuk berjuang bersama-sama. “Dalam dua hari ini, mereka merumuskan kelembagaan seperti apa. Penulis ini, bukan hanya penulis buku, blogger, cerpen, semua penulis wadahnya buku,” ujarnya.
(nfl)
Berita Terkait
Perjalanan Budaya Warisan...
Perjalanan Budaya Warisan Budaya Indonesia Foundation
Jaga Kebudayaan Nusantara...
Jaga Kebudayaan Nusantara di Era Modern, WBI Foundation Gelar Acara Jagantara
Melestarikan Budaya...
Melestarikan Budaya Indonesia di Era Modern Lewat Jagantara 2.0
Turut Terjun Lestarikan...
Turut Terjun Lestarikan Budaya, Tenant Fashion di Jagantara Didominasi Brand Anak Muda
Dimulai Hari Ini, Jagantara...
Dimulai Hari Ini, Jagantara Ajak Anak Muda Belajar Lebih dalam Budaya Indonesia
Upaya Melestarikan Pencak...
Upaya Melestarikan Pencak Silat Beksi Melalui Festival Budaya 2022
Berita Terkini
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
38 menit yang lalu
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
1 jam yang lalu
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
3 jam yang lalu
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
4 jam yang lalu
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
4 jam yang lalu
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
4 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved