Gaya Hidup Perkotaan Bisa Memicu Munculnya Bipolar

Jum'at, 31 Maret 2017 - 02:30 WIB
Gaya Hidup Perkotaan...
Gaya Hidup Perkotaan Bisa Memicu Munculnya Bipolar
A A A
JAKARTA - Gaya hidup modern yang buruk seperti perilaku konsumtif dan penyalahgunaan obat-obatan (NAPZA), kesibukan masyarakat seperti di kota Jakarta serta ikatan sosial yang longgar bisa menjadi pemicu munculnya bipolar. Kondisi ini pun kerap terjadi di perkotaan.

"Gaya hidup modern bukan penyebab tapi pemicu (pemicu bipolar). Jadi mereka sudah ada peluang dan melakukan gaya hidup modern jadi menyebabkan bipolar," papar Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr. A. A. A. Agung Kusumawardhani SpKJ (K) saat seminar media di Hong Kong Cafe, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Psikiater Departemen Kesehatan Jiwa Masyarakat, Rumah Sakit Jiwa Grogol sekaligus ketua PDSKJI Cabang DKI Jakarta, Dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ menjelaskan, gaya hidup modern yang dimaksud seperti budaya yang instan, mengonsumsi alkohol, kondisi di tempat kerja hingga hidup di kota yang tidak ramah manusia.

"Gangguan jiwa rentan pada perkotaan. Keadaan kota yang macet, faktor kemiskinan, kesenjangan sosial, kompetisi tidak sehat, overcrowding population. Bahkan masalah pemilihan gubernur DKI termasuk meningkatkan level stres dalam keseharian hidup warga Jakarta," ujar Dr. Nova.

Meski hal tersebut tidak secara langsung menyebabkan trauma berat, namun kondisi ini memicu cedera emosi minor yang berakumulasi seiring berjalannya waktu. Sayangnya, banyak penderita bipolar yang tidak menyadari gejala yang muncul.

"Masyarakat yang mengikuti arus gaya hidup modern namun tidak bijaksana menyikapinya dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam masalah dalam kehidupan. Masalah-masalah tersebut bila tidak segera mendapat solusi semakin lama bertambah dapat menyebabkan gangguan stres, mood, emosi labil, mudah emosi atau gangguan bipolar," kata Kepala Rehabilitasi BNN dan Kepala Bidang Hukum dan Etika PDSKJI, Dr. Iman Firmansyah, SpKJ.

Menurut Iman, masyarakat modern yang banyak hidup tanpa kawan dekat dan menyimpan masalahnya seorang diri dan tidak dapat berbagi perasaan dengan orang lain sehingga berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Penyelesaian ini terkadang membuat masalah baru seperti mencari solusi dengan penyalahgunaan zat yang merupakan masalah dengan kejiwaan dan berhubungan dengan gaya hidup modern.
(alv)
Berita Terkini
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
1 jam yang lalu
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
3 jam yang lalu
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
4 jam yang lalu
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
6 jam yang lalu
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
6 jam yang lalu
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
7 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved