Pemahaman yang Salah Sebabkan Bobot Tubuh Naik Saat Berpuasa
Selasa, 06 Juni 2017 - 09:03 WIB
Pemahaman yang Salah Sebabkan Bobot Tubuh Naik Saat Berpuasa
A
A
A
JAKARTA - Momen berpuasa di bulan Ramadan kerap dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menurunkan bobot tubuhnya agar menjadi lebih sehat. Namun, tak sedikit orang yang justru mengalami kenaikan berat badan meski sudah menjalani puasa. Menurut seorang ahli gizi, Seala Septiani, hal ini disebabkan oleh pemahaman yang salah karena mereka kerap kali berbuka puasa dengan beragam kudapan manis yang tidak sehat.
"Mungkin yang perlu diluruskan adalah 'berbuka dengan yang manis'. Nah, orang-orang mengartikannya 'yang manis' itu cendol, es serut, es buah gitu kan. Padahal yang dicontohkan itu kan Nabi Muhammad berbuka puasa dengan kurma," jelasnya kepada Sindonews belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa kurma termasuk dalam jenis buah-buahan, sehingga berbeda dengan kandungan gula yang terdapat dalam minuman sirup dan sebagainya.
"Nah, kurma itu buah kan? Gula pada buah (sukrosa) dan gula pada es sirup (glukosa) dan yang lainnya itu kan beda. Kalau glukosa itu bikin kita cepet laper lagi dan produktivitas kita jadi menurun. Kalau sukrosa itu lebih lama dicerna, sehingga membuat kenyang lebih lama dan memiliki manfaat kesehatan yang banyak," ujarnya.
Sementara itu, Seala juga menjelaskan bahwa selama berpuasa, tubuh sudah tentu membutuhkan cairan yang cukup agar tidak lemas selama seharian penuh. Oleh karena itu, ia menganjurkan untuk menyantap buah apel, pir dan pepaya baik saat sahur maupun berbuka.
"Sebenarnya semua buah itu baik, tapi kalau ngomongin yang seratnya paling tinggi itu ada apel dan pir. Pepaya juga bagus. Karena ketika berpuasa kan kita butuh serat dan cairan ya, jadi apel, pir dan pepaya ini cocok dikonsumsi saat sahur ataupun berbuka," pungkasnya.
"Mungkin yang perlu diluruskan adalah 'berbuka dengan yang manis'. Nah, orang-orang mengartikannya 'yang manis' itu cendol, es serut, es buah gitu kan. Padahal yang dicontohkan itu kan Nabi Muhammad berbuka puasa dengan kurma," jelasnya kepada Sindonews belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa kurma termasuk dalam jenis buah-buahan, sehingga berbeda dengan kandungan gula yang terdapat dalam minuman sirup dan sebagainya.
"Nah, kurma itu buah kan? Gula pada buah (sukrosa) dan gula pada es sirup (glukosa) dan yang lainnya itu kan beda. Kalau glukosa itu bikin kita cepet laper lagi dan produktivitas kita jadi menurun. Kalau sukrosa itu lebih lama dicerna, sehingga membuat kenyang lebih lama dan memiliki manfaat kesehatan yang banyak," ujarnya.
Sementara itu, Seala juga menjelaskan bahwa selama berpuasa, tubuh sudah tentu membutuhkan cairan yang cukup agar tidak lemas selama seharian penuh. Oleh karena itu, ia menganjurkan untuk menyantap buah apel, pir dan pepaya baik saat sahur maupun berbuka.
"Sebenarnya semua buah itu baik, tapi kalau ngomongin yang seratnya paling tinggi itu ada apel dan pir. Pepaya juga bagus. Karena ketika berpuasa kan kita butuh serat dan cairan ya, jadi apel, pir dan pepaya ini cocok dikonsumsi saat sahur ataupun berbuka," pungkasnya.
(nfl)