Surga Tersembunyi di Pulau Pisang

Minggu, 08 Oktober 2017 - 14:30 WIB
Surga Tersembunyi di...
Surga Tersembunyi di Pulau Pisang
A A A
KRUI - Namanya memang catchy: Pulau Pisang. Tapi, saya tidak menemukan pisang di pulau tersebut. Justru puluhan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Ada menyebut bentuk pulau tersebut terlihat seperti pisang dari udara. Bobby, penduduk asli pulau pisang yang juga surf guide di Cabana Surf and Stay bercerita bahwa zaman dulu warga Pulau Pisang menggunakan pelepah pohon pisang untuk menyeberang dari Krui ke pulau tersebut.

Saya memang mengunjungi Pulau Pisang bersama Bobby, ditemani dua orang surfer asal California, serta dua orang surf blogger asal Prancis yang tinggal di Bali.
Surga Tersembunyi di Pulau Pisang

Kami menyeberang menggunakan kapal selama hampir 1 jam dari pasar Krui. Walau sebenarnya hanya butuh 15 menit-20 menit dari dermaga Tembakak. Kapal kecil itu di ombang-ambing gelombang. Pastikan semua peralatan elektronik di simpan di tas anti air. Tenang, Anda masih terhibur dengan banyaknya ikan terbang dan lumba-lumba hidung botol yang berloncatan di sebelah kiri dan kanan perahu.

Pulau Pisang sendiri masih berada di wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Luas daratannya mencapai 148,82 Ha. Bagian barat dan selatan pulau tersebut berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sedangkan bagian Utara dan Timur berbatasan dengan Pulau Sumatera.

Karakteristik Pulau Pisang masih sangat alami. Penginapan hanya ada rumah-rumah penduduk. Anda bisa langsung snorkeling di air laut yang sangat bening, menyusuri garis pantai dengan pasir putih yang sangat indah, melihat perkebunan cengkeh yang tumbuh subur, menaiki mercusuar, dan ini: menemukan tebing tersembunyi dengan pemandangan yang sangat indah.
Surga Tersembunyi di Pulau Pisang

Anda juga bisa meloncat dari jembatan yang setengah jadi di pulau tersebut, memancing dengan menyewa kapal nelayan setempat, atau membeli cumi-cumi dan ikan hasil tangkapan nelayan untuk langsung dibakar atau dimasak.

Puas mengeksplorasi Pulau Pisang, selepas makan siang kami langsung kembali lagi ke Krui. Memang belum puas karena banyak hal yang masih bisa dilakukan di pulau tersebut. Tapi, waktu sangat terbatas dan kami tak sabar untuk melepas lelah di Cabana Surf and Stay tempat kami menginap.
(alv)
Berita Terkait
Traveling Semakin Mudah...
Traveling Semakin Mudah dengan Fitur ini
5 Tips Solo Traveling...
5 Tips Solo Traveling untuk Wanita, Dijamin Aman dan Asyik
Kisah Tiktokers Muhammad...
Kisah Tiktokers Muhammad Ezra Lakukan Perjalanan Jakarta-Lombok Cuma Modal Rp250 Ribu, Kok Bisa?
6 Tips Solo Traveling...
6 Tips Solo Traveling Aman dan Berkesan untuk Para Perempuan
Akhir Pekan Ingin Wisata...
Akhir Pekan Ingin Wisata ke Alam dengan Mobil, Ini Tipsnya!
Tepati Janji, Cheria...
Tepati Janji, Cheria Holiday Terbangkan Tamu yang Gagal Traveling Gegara Pandemi
Berita Terkini
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
4 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
5 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
5 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
6 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
8 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved