Mencicipi Menu Tempo Dulu di Warung Kopi

Jum'at, 22 Desember 2017 - 07:41 WIB
Mencicipi Menu Tempo...
Mencicipi Menu Tempo Dulu di Warung Kopi
A A A
JAKARTA - Ingin menyeruput kopi sambil menikmati menu makanan Indonesia dan camilan tempo dulu? Datang saja ke warung kopi yang satu ini, sebab tak hanya kopi dari nusantara, makanan dan camilannya pun beragam bisa Anda cicipi.

Berbeda dengan dulu, kini penyuka kopi tak terbatas pada orang tua. Anak muda makin sering nongkrong di kedai atau warung kopi dengan pilihan menu dari negeri sendiri sebagai andalannya. "Konsepnya mengangkat warung kopi bergaya Indonesia Belanda ke dalam menu dan embience yang ada," ungkap Shara Moza, Marketing Brand Warung Koffie Batavia kepada KORAN SINDO.

Saat datang, memang pengunjung akan langsung disuguhkan interior dan embience dominasi warna putih. Sisi tempo dulu juga diterapkan pada corak biru dari keramik serta sofa dan furniture yang ada. Shara menyebutkan, sudah setahun melakukan re-branding dari sebelumnya bernama Koffie Warung Tinggi dengan gerai pertama di Grand Indonesia Shopping Mall dan kini memiliki 11 outlet diberbagai tempat termasuk di Balikpapan, Surabaya, Bali, Jambi, Makassar, dan Pekanbaru.

"Nama Warung Kopi Tinggi tahun lalu berubah nama menjadi Warung Koffie Batavia agar lebih representatif untuk kaum urban," tambah Shara.

Mengusung konten lokal mulai dari biji kopi yang diambil semua asli dari Indonesia termasuk untuk makanannya, dapatlah dikatakan tempat ini berbeda dengan coffee shop lain. Ada menu rumahan seperti nasi goreng kampung, nasi bakar, sop buntut, hingga berbagai camilan tempo dulu seperti kue cubit dan laba-laba yang akan mengingatkan pada jajanan masa kecil.

Karena sudah datang ke sebuah warung kopi, tentu saja Anda harus mencoba kopi andalan disini yaitu ice coffee peranakan. Aslinya minuman ini tidak disajikan dalam bentuk ice namun kopi panas, karena untuk memenuhi selera anak muda bentuk ice pun kemudian ada di menu. Rasanya merupakan campuran kopi tubruk dengan susu dalam kadar tertentu, ice coffee peranakan disini sudah disaring ampasnya.

Berbagai jenis minuman kopi lainnya yang direkomendasikan untuk penyuka kopi hitam adalah cold brew dengan varian kopi tubruk yang terasa stong atau kopi peranakan yang memakai tambahan susu.

Adapun jenis minuman kopi lainnya yang bukan kopi hitam coba perpaduan dengan salted caramel yang terasa ada sedikit asin dan tambahan rasa karamel.

Selain itu Warung Koffie Batavia juga menjual biji kopi bubuk, yang sudah jadi berupa cold brew, jenis campuran arabika robusta kualitas tinggi dalam finest blend, luwak dan house blend yang sudah ada campuran arabika dan robusta. "Semua kopi kita roasted sendiri, untuk kopi luwak pun disini luwak liar, bukan ternak," tandas Shara.

Sambil menikmati kopi, jangan lupakan makanan pendampingnya mulai dari camilan yang akan mengingatkan akan masa kecil seperti kue cubit dan kue laba-laba. Kue cubit disini pun bisa dipesan dalam 3 tingkat kematangan, yaitu matang, setengah matang dan sepertiga matang. Kue cubit klasik dan premium disini juga hadir dengan varian rasa green tea, espresso, red velvet, taro, serta mixed platter berbagai rasa tadi.

Selain itu coba juga camilan ala Belanda tempo dulu seperti poffertjes yakni semacam pancake bulat yang begitu mengembang, di atasnya ada taburan bubuk gula putih halus. Alternatif lain yang akan terasa gurih dimulut ada bitterballen yang rasanya mirip dengan kroket, namun berbentuk bulat kecil.

Bila bertepatan dengan jam makan siang atau memang datang saat sedang ingin makan ada banyak variasi menu yang akan mengenyangkan. Favorit disini yaitu nasi goreng Batavia yang merupakan nasi goreng kambing. Sajian ini dilengkapi bersama sambal, emping dan acar. Jika tak begitu suka kambing, nasi goreng kampung yang memakai bahan utama ayam bisa jadi alternatif.

Sebagai salah satu menu baru, nasi bakar disini pun terbilang enak. Rasanya tidak pedas dan tak terlalu banyak campuran rempah. Namun bila ingin tambahan pedas ada sambal terasi yang menjadi letupan rasa. Makanan Indonesia lainnya yang terkesan tradisional masih jadi unggulan di warung kopi ini, misalnya gado gado , bakmi warung Batavia, bakso malang, bubur ayam batavia, mie goreng tek tek, lontong cap gomeh, nasi kuning, sop buntut, termasuk nasi uduk Warung Batavia. (Dyah Ayu Pamela)
(nfl)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Wisata Kuliner di...
5 Wisata Kuliner di Solo dan Sekitarnya, Sayang kalau Dilewatkan
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
6 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
6 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
7 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
7 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
8 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved