Vaksin Dengue Ternyata Belum Aman

Jum'at, 22 Desember 2017 - 12:06 WIB
Vaksin Dengue Ternyata...
Vaksin Dengue Ternyata Belum Aman
A A A
JAKARTA - Menyusul press release yang dikeluarkan perusahaan vaksin Sanofi tertanggal 30 November 2017 yang menyatakan bahwa vaksin bisa menyebabkan dengue yang lebih berat pada mereka yang sebelumnya belum pernah kena infeksi dengue (seronegatif). Prof Dr dr Sri Rezeki SpA(K), guru besar Ilmu Kesehatan Anak, FK, Universitas Indonesia, mengatakan, di Tanah Air vaksin dengue belum menjadi program pemerintah.

“Vaksin dengue baru tersedia di sektor swasta sehingga cakupannya belum luas seperti di Filipina,” papar Prof Sri. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga sempat mengeluarkan pernyataan untuk menangguhkan vaksin sampai vaksin dipelajari lebih lanjut. “

Dia melanjutkan, Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi IDAI sudah bersidang. Akhirnya dianjurkan bahwa vaksin bisa diberikan kepada individu yang sudah jelas pernah kena infeksi dengue (seropositif).

“Kalau tidak tahu, dites dulu antibodi IgE antidengue. Kalau positif bisa divaksin, kalau negatif jangan,” papar Prof Sri.

Apabila anak sudah pernah divaksin, orang tua perlu terus memantau. Misalkan kalau anak demam tanpa batuk pilek, apalagi sudah tiga hari, datanglah ke dokter untuk memastikan apakah itu dengue atau bukan.

Menyinggung soal isu bahwa vaksin dengue belum teregistrasi BPOM, Prof Sri membantah hal tersebut. Menurutnya, vaksin dengue sudah teregistrasi BPOM pada 30 Agustus 2016. Indikasinya untuk anak usia 9-16 tahun. Vaksin ini diberikan dalam tiga dosis, dengan interval setia enam bulan sekali (0-6-12).

Sesuai rekomendasi WHO, vaksin ini diperuntukkan bagi edemis >70%. Di Indonesia, seropositif dengue untuk anak usia 9 tahun ke atas sudah mencapai 82% sehingga sudah memenuhi persyaratan untuk menerima vaksin dengue.

Prof Sri sendiri adalah ketua penelitian vaksin dengue di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Jakarta, Bandung, dan Denpasar, dengan melibatkan lebih dari 1.800 anak.

“Dalam enam tahun penelitian, tidak pernah ada dengue berat. Paling derajat 1 dan 2, tidak pernah berat,” ujar Prof. Sri.

Penelitian juga dilakukan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina untuk kawasan Asia, dengan total sekitar 10.000 anak. Sanofi menganalisis, ada estimasi kalau vaksin dengue di-follow up sampai 10 tahun untuk anak seronegatif ada penambahan 2 kasus berat/1.000 kasus atau 5 perawatan/1.000 kasus. (Sri Noviarni)
(nfl)
Berita Terkait
Kasus Dengue Melonjak,...
Kasus Dengue Melonjak, Kalimantan Utara Mulai Program Vaksin DBD
Langkah Bersama Cegah...
Langkah Bersama Cegah DBD, Tekankan Pentingnya 3M Plus dan Vaksin
Kasus Demam Berdarah...
Kasus Demam Berdarah Melonjak, Singapura Butuh Vaksin?
Anak-Anak Rentan Terjangkit...
Anak-Anak Rentan Terjangkit DBD di Musim Hujan, IDAI Sarankan Segera Vaksin
Kota Bandung Wujudkan...
Kota Bandung Wujudkan Bebas DBD Lewat Gerakan #Ayo3MPlusVaksinDBD
Kurangi Penggunaan Fogging,...
Kurangi Penggunaan Fogging, Vaksin DBD Akan Masuk Imunisasi Dasar Lengkap
Berita Terkini
Beauty With A Purpose...
Beauty With A Purpose Audrey Bianca Hadirkan Cahaya Baru bagi Warga Kampung Latepalolo
26 menit yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 25: Kampung Sindang Barang Dilanda Krisis Air
52 menit yang lalu
Sarwendah Siap Hadapi...
Sarwendah Siap Hadapi Bukti Ruben Onsu di Sidang Hak Asuh Anak
1 jam yang lalu
Fuji Pajang Foto Bareng...
Fuji Pajang Foto Bareng Rakin Khan di Ultah Gala Sky, Isyarat Go Public?
2 jam yang lalu
Pangeran William Kecewa...
Pangeran William Kecewa Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
3 jam yang lalu
El Rumi Sentil Sosok...
El Rumi Sentil Sosok yang Ngemis Rating, Sindir Anjasmara?
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved