Kurangi Penggunaan Fogging, Vaksin DBD Akan Masuk Imunisasi Dasar Lengkap
Rabu, 14 Juni 2023 - 10:31 WIB
loading...
Saat ini, terdapat dua jenis vaksin yang telah memiliki izin edar dari BPOM dan beredar di pasaran, yakni vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga. / Foto: ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue. Virus ini ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti.
Dalam upaya mencegah DBD, biasanya dilakukan fogging. Namun, kini pencegahan DBD tidak hanya bisa dilakukan dengan fogging, tetapi juga vaksinasi .
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyebutkan jika dengan fogging sangat mencemari lingkungan. Fogging juga dapat membuat nyamuk menjadi resisten atau kebal.
Baca juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada DBD, Fogging Tak Dianjurkan untuk Berantas Nyamuk
"Saatnya sudah meminimalkan penggunaan fogging, yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk yang harus dilakukan secara massal, berkesinambungan, dan kalau endemis, ini harus dilakukan sepanjang tahun," tutur dr. Imran dalam Sehat Negeriku di laman Kemenkes, Rabu (14/6/2023).
Saat ini, terdapat dua jenis vaksin yang telah memiliki izin edar dari BPOM dan beredar di pasaran, yakni vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga. Hal ini dinilai menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam penanggulangan dengue di Indonesia.
"Meskipun sudah ada izin edar dari BPOM, Kemenkes secara program bekerja sama dengan Direktorat Imunisasi dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk memasukkan vaksin ini ke dalam vaksin program atau imunisasi dasar lengkap," jelas dia.
Dalam upaya mencegah DBD, biasanya dilakukan fogging. Namun, kini pencegahan DBD tidak hanya bisa dilakukan dengan fogging, tetapi juga vaksinasi .
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyebutkan jika dengan fogging sangat mencemari lingkungan. Fogging juga dapat membuat nyamuk menjadi resisten atau kebal.
Baca juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada DBD, Fogging Tak Dianjurkan untuk Berantas Nyamuk
"Saatnya sudah meminimalkan penggunaan fogging, yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk yang harus dilakukan secara massal, berkesinambungan, dan kalau endemis, ini harus dilakukan sepanjang tahun," tutur dr. Imran dalam Sehat Negeriku di laman Kemenkes, Rabu (14/6/2023).
Saat ini, terdapat dua jenis vaksin yang telah memiliki izin edar dari BPOM dan beredar di pasaran, yakni vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga. Hal ini dinilai menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam penanggulangan dengue di Indonesia.
"Meskipun sudah ada izin edar dari BPOM, Kemenkes secara program bekerja sama dengan Direktorat Imunisasi dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk memasukkan vaksin ini ke dalam vaksin program atau imunisasi dasar lengkap," jelas dia.
Lihat Juga :