Wisatawan Padati Permukiman Suku Badui

Selasa, 02 Januari 2018 - 07:36 WIB
Wisatawan Padati Permukiman...
Wisatawan Padati Permukiman Suku Badui
A A A
LEBAK - Saat pergantian malam tahun baru, kawasan permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, ramai dipadati pengunjung.

“Kami memperkirakan wisatawan yang merayakan pergantian tahun baru antara 600 sampai 700 orang," kata Santa, 45, seorang warga Badui,
kemarin.

Kawasan permukiman masyarakat Badui sejak dua hari terakhir memang banyak dipadati pengunjung dari berbagai daerah di wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Mereka datang ke kawasan Badui untuk menikmati pergantian malam Tahun Baru 2018.

Pergantian malam tahun baru di kawasan permukiman Badui tersebut tentu memiliki perbedaan dengan lokasi-lokasi keramaian seperti pesisir pantai maupun alun-alun. Kawasan permukiman Badui kondisinya hutan, pegunungan, serta perbukitan.

Namun, pengunjung memilih pergantian tahun baru ke kawasan Badui. Karena itu, pengunjung yang akan menikmatipergantian malam tahun baru di permukiman Badui terpaksa tinggal di bale-bale rumah masyarakat setempat.

"Semua pengunjung wisata ke Badui hanya duduk-duduk di bale rumah warga Badui karena lokasinya perbukitan dan pegunungan," katanya.

Menurut dia, pengunjung malam tahun baru di kawasan permukiman masyarakat Badui kebanyakan ingin mencari ketenangan batin sambil introspeksi diri untuk menggapai tahun 2018.

Sebab kawasan Badui tentu suasananya sepi dan juga gelap gulita karena tidak dialiri penerangan jaringan listrik. Selain itu, alasan pengunjung datang ke kawasan Badui itu karena mereka ingin lebih dekat bersama masyarakat Badui dan mengetahui lebih jauh tentang masyarakat adat setempat.

"Kami tentu kedatangan pengunjung akan membawa dampak ekonomi cukup baik bagi kalangan warga Badui," katanya.

Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Saija, mengimbau seluruh pengunjung wisata pergantian malam tahun baru agar tidak membuang sampah sembarangan dan menaati peraturan masyarakat Badui.

Selama ini masyarakat Badui masih mempertahankan adat leluhur yang menolak modernisasi. "Kami minta pergantian tahun baru dapat menjadikan kehidupan masyarakat yang lebih baik," katanya. (Okezone)
(nfl)
Berita Terkait
Mengenal Sejarah Kampung...
Mengenal Sejarah Kampung China di Manado yang Sudah Ada Selama Ratusan Tahun
Sejarah dan Perjalanan...
Sejarah dan Perjalanan Barongsai, Sempat Dilarang di Masa Orde Baru
Bukan Sekadar Hiburan...
Bukan Sekadar Hiburan di Perayaan Tahun Baru Imlek, Ini Sederet Fakta tentang Barongsai
5 Rekomendasi Tempat...
5 Rekomendasi Tempat Wisata Liburan Akhir Tahun di Manado, Nomor 2 Jadi Incaran Turis
Nikmati Sensasi Liburan...
Nikmati Sensasi Liburan Tepi Danau di Jakarta, Destinasi Pilihan di Momen Akhir Tahun
Pecah Rekor, Jalur Wisata...
Pecah Rekor, Jalur Wisata Subang ke Arah Bandung Macet 10 Km
Berita Terkini
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
6 jam yang lalu
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
6 jam yang lalu
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
6 jam yang lalu
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
7 jam yang lalu
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat dan Rekan Artis
7 jam yang lalu
Viral! Lagu MBG Mas...
Viral! Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Muncul di Film Cek Khodam, Ternyata Ini Ceritanya
8 jam yang lalu
Infografis
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved