Karakter Dibentuk dari Keluarga

Senin, 15 Januari 2018 - 14:05 WIB
Karakter Dibentuk dari...
Karakter Dibentuk dari Keluarga
A A A
KELUARGA merupakan elemen penting dalam menyiapkan generasi yang kuat dan sehat sehingga dapat berkontribusi positif pada masyarakat.

Pesan kearifan yang diturunkan menjadi pegangan anggota keluarga dalam bertindak. “Selama kita benar, tidak usah memedulikan omongan orang lain yang akhirnya malah membuat kita tidak percaya diri,” kata Novelia Diah ketika ditanya terkait pesan ibunya yang selama ini masih dipegangnya.

Dia masih ingat ketika duduk di bangku SMA, penampilan menjadi hal yang mulai diperhatikan. Diah pun menjadi tidak percaya diri karena tubuhnya berisi dan kerap menjadi bahan ledekan temantemannya. “Untung, ibu saya memberi nasihat supaya saya enggak down kala itu. Saya balas omongan teman saya dengan prestasi di sekolah,” tutur ibu rumah tangga yang juga berkarier ini.

Tidak berhenti di SMA, pesan ibunya yang terlihat sederhana itu nyatanya telah membawa Diah melewati berbagai tantangan kehidupan sampai sekarang. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Prof Dr Paulus Wirutomo MSc membenarkan, keluarga adalah tempat pertama bagi seseorang untuk belajar tentang kehidupan sebagai seorang warga yang baik.

Di dalamnya, kita belajar nilai-nilai kehidupan, norma, sikap, dan perilaku. “Apa yang ditanamkan dalam keluarga akan menjadi pegangan hidup yang penting bagi seseorang dalam berperilaku di tengah masyarakat,” ungkap Prof Paulus dalam acara Puncak Kampanye 95 Pesan untuk Masa Depan Frisian Flag Indonesia Membangun Keluarga Kuat dengan Pesan Kearifan.

Maka itu, tidak bisa dibantah bahwa keluarga menjadi elemen penting dalam menyiapkan generasi yang kuat, sehat secara fisik dan mental, agar dapat berkontribusi secara positif terhadap bangsa dan negara. Prof Paulus Wirutomo juga menguraikan bahwa pesan kehidupan dalam keluarga pasti akan dihadapkan dengan berbagai pengaruh lain dalam perkembangan zaman. Sebab, kondisi masyarakat berubah dari masa ke masa dan tantangan kehidupan di setiap era bisa berbeda. Karena itu, pesan kearifan keluarga akan diuji seiring berjalannya waktu.

Umumnya, pesan kearifan keluarga, karena mengandung nilai-nilai dasar kebaikan, akan selalu menjadi bahan pertimbangan penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan yang tengah dihadapi tiap generasi keluarga sebagai suatu pegangan hidup.

Berbagai pesan kearifan yang diturunkan dalam keluarga penting peranannya untuk membangun keluarga yang kuat dan berujung pada bangsa yang kuat. “Ke depannya pesan-pesan tersebut harus dijaga seluruh anggota keluarga dan diupayakan agar terwujud, apalagi di tengah situasi saat ini, di mana banyak terjadi konflik karena tidak bisa menerima pasangan yang berbeda,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, konflik itu dipertajam dengan tutur kata yang kurang apik di berbagai media sosial. “Nah , apabila pesan kearifan benar-benar diwujudkan dan diwariskan dalam keluarga, konflik semacam itu dapat diredam,” ungkap Prof Paulus. Sementara itu, psikolog keluarga Dessy Isanti MPsi menilai keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter individu. “Bagaimana individu berperilaku menghadapi masalah di kehidupan ditentukan oleh bagaimana keluarga membentuk karakternya,” kata Dessy.

Di sinilah pesan kearifan keluarga memainkan perannya sebagai norma pembimbing diri untuk selalu on the right track . Pentingnya pesan kearifan keluarga menjadi tema besar dalam perayaan 95 tahun brand susu tersebut. Marketing Director Frisian Flag Indonesia Felicia Julian memaparkan, kampanye ini bertujuan mengajak keluarga Indonesia menilik kembali pesan kearifan dalam keluarga dan membagikannya untuk generasi selanjutnya. “Semoga pesan itu dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar terwujud keluarga yang kuat dan bangsa yang sehat,” tutur Felicia.

Salah satu pesan kearifan keluarga yang umumnya sering diajarkan adalah menjaga kesehatan fisik. Prof Paulus mengatakan bahwa pesan kearifan tersebut adalah pesan yang baik karena kesehatan jasmani anggota masyarakat berperan dalam pembangunan bangsa. (Sri Noviarni)
(nfl)
Berita Terkait
Bangun Hubungan Emosional...
Bangun Hubungan Emosional Anak dengan Makanan Melalui Mindful Eating
Bayi Sering Menangis...
Bayi Sering Menangis Tengah Malam, Apakah Alami Kolik?
Jangan Anggap Sepele...
Jangan Anggap Sepele Dampak Game, Orang Tua Harus Lebih Mewaspadai Anak-anaknya
5 Hal yang Perlu Diajarkan...
5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak
Pentingnya Pemenuhan...
Pentingnya Pemenuhan Nutrisi untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak
Tips Mengasuh Anak yang...
Tips Mengasuh Anak yang Orangtuanya Bercerai
Berita Terkini
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
4 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
4 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
4 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
4 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
5 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved