10 Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Memicu Obesitas pada Anak

Kamis, 25 Januari 2018 - 02:30 WIB
10 Kebiasaan Buruk Orang...
10 Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Memicu Obesitas pada Anak
A A A
JAKARTA - Saat ini, obesitas anak dinilai sudah cukup mengkhawatirkan. Dalam sebuah laporan disebutkan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas bisa berdampak kurang baik terhadap masa depan anak tersebut.

Diberitakan The Sun, sebuah studi yang dilakukan oleh Royal College of Paediatrics and Child Health (RCPCH) mengungkapkan 4 dari 5 anak yang obesitas, akan tetap mengalami kelebihan berat badan selama masa hidupnya. Dengan kondisi itu, memungkinkan mereka rentan terhadap serangan sejumlah penyakit.

Sayangnya, di balik risiko yang mungkin dialami, sering kali, tanpa disadari, banyak orang tua yang berkontribusi terhadap gaya hidup anak-anak yang menggiring mereka mengalami obesitas. Sebelum terlambat, seorang ahli gizi dari Healthista, Rick Hay, mengungkapkan setidaknya ada 10 kebiasaan paling tidak sehat yang dimiliki anak Anda. Berikut 10 kebiasaan tidak baik yang dimaksud itu.

1. Terlalu banyak makan krim
Rick menjelaskan bahwa dewasa ini banyak anak memiliki makanan yang kurang bervariasi, dan didominasi oleh makanan yang mengandung krim. "Kita sekarang berada di dunia krim saat ini," kata dia.

2. Terlalu banyak ngemil
"Saya seorang pendukung menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan mengemil, tapi anak-anak terlalu banyak ngemil. Mereka pulang dari sekolah dan makan kudapan, lalu mereka makan malam dan makan kudapan lagi sesudahnya," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa banyak kaum muda mengunyah makanan ringan yang mengandung antara 200—300 kalori, baik sebelum dan sesudah makan malam mereka.

3. Melewatkan sarapan
Dengan keluarga yang menjalani kehidupan yang semakin sibuk, kadang-kadang sulit untuk menyempatkan waktu sarapan. Di sisi lain, tidak jarang sebagian anak mengonsumsi biskuit atau sereal gula tinggi sebagai pengganti sarapan.

Padahal, menurut Rick, makan tersebut membuat metabolisme mereka menjadi sangat lambat, atau bisa menghasilkan lonjakan gula yang dapat berdampak negatif pada tingkah laku. Dia merekomendasikan makanan seperti bubur, telur atau smoothie berbasis tanaman sebagai pilihan untuk sarapan.

5. Terlalu banyak hidangan
"Saya pernah melihat beberapa orang tua, saat anak mereka mengamuk, mereka memberinya es krim untuk menenangkan mereka. Ini adalah hadiah yang agak aneh, kalian benar-benar nakal dan kemudian mendapatkan suguhan manis," kata dia. “Saya tahu sulit bila anak kecil mengamuk, tapi memberi mereka makanan manis untuk menutupnya bukanlah jalan keluar!" lanjut Rick.

5. Minim variasi
Rick mengingatkan bahwa memberi makan anak-anak Anda hal yang sama setiap malam, dapat memberi dampak negatif pada cara mereka memandang makanan.

"Saya menghargai itu sulit, tapi Anda bisa makan dari seluruh dunia pada malam yang berbeda. Tidak harus selalu sama setiap minggu, mereka bisa melakukan taco vegetarian pada suatu malam dan bereksperimen dengan tumis berikutnya, sehingga anak-anak mereka melihat variasi sebagai hal yang normal, dan bukan yang sama," papar Rick.

Dia juga menunjukkan bahwa banyak orang tua mengandalkan membeli makanan dari luar rumah dan makanan cepat saji. "Di Healthista kami telah merancang beberapa makanan sehat dan cepat yang bisa dimasak dalam waktu 10—15 menit," kata dia.

6. Terlalu banyak makan daging
Rick memperingatkan bahwa tubuh kita tidak dirancang secara fisiologis untuk memiliki daging dalam setiap makanan. "Sistem kita dirancang untuk membersihkan secara teratur, dan kita tidak memiliki gigi atau usus seekor harimau," kata dia.

Dia juga menunjukkan bahwa banyak daging, seperti ayam yang digunakan dalam makanan cepat saji, bisa dikemas penuh dengan hormon. Rick merekomendasikan memasukkan lebih banyak pengganti protein nabati ke dalam makanan anak-anak.

7. Waktu menonton yang berlebih
Rick menyoroti hal itu, baik itu televisi, komputer atau permainan, sebagai masalah besar di kalangan orang muda, terutama karena mereka menukar ini untuk latihan. Kurangnya aktivitas ini membuat geberasi muda berisiko tinggi mengalami obesitas.

"Saya bisa mengerti di musim dingin, sulit membuat mereka di luar, tapi mereka tidak bergerak banyak, dan tubuh mereka dirancang untuk bergerak, terutama saat mereka tumbuh," kata Rick.

"Saya benar-benar akan mendorong orang tua untuk melibatkan anak-anak mereka dalam olahraga, olahraga ini tidak harus menjadi olahraga yang sangat kompetitif, ini bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka. Mereka bisa bergabung dengan klub renang atau tenis lokal, bahkan sebuah klub tenis meja, apa pun yang mereka minati," lanjut dia.

8. Dibiarkan tanpa ada batasan
"Menurut pengalaman saya, ketika saya bekerja dengan anak-anak, terkadang orang tua membiarkan mereka menjadi bos, dan itu bukan hal yang baik! Anak-anak bisa lolos dengan lebih banyak, terkadang kita memberi mereka terlalu banyak pilihan," kata Rick.

"Orangtua perlu menetapkan batasan yang sangat jelas, seperti mematikan TV pada waktu tertentu. Jika Anda memberi batasan pada anak-anak, mereka merespons dengan baik karena kami membutuhkannya. Saat ini mereka sedikit kabur," lanjut dia.

9. Terbiasa bersekolah dengan mengunakan kendaraan
"Ini juga merupakan prime time bagi orang tua untuk memimpin dengan memberi contoh mengapa tidak bersepeda dengan anak-anak dari dan ke sekolah, atau meninggalkan mobil dan berjalan bersama mereka?" kata Rick

10. Membiarkan makan jajanan sekolah tanpa pengawasan
Dibanding makan jajanan sekolah, Rick menyarankan membuat smoothies di rumah dari buah dan sayuran untuk membantu menstabilkan kadar gula darah. Rick merekomendasikan untuk melakukannya secara halus dan perlahan, menerapkan perubahan satu per satu, bahkan mungkin satu minggu, untuk memudahkan mereka menjalani rutinitas baru yang lebih sehat. "Jika Anda ingin membuat hidup anak-anak Anda lebih sehat, itu tidak harus terjadi dalam semalam," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Anak Gemuk Berisiko...
Anak Gemuk Berisiko Obesitas, Ini Saran Dokter Spesialis Endokrin
Seruan para Pemangku...
Seruan para Pemangku Kepentingan untuk Mendorong Gaya Hidup Sehat demi Cegah Obesitas pada Anak
Satu Dari Tiga Orang...
Satu Dari Tiga Orang Dewasa Indonesia Mengalami Obesitas, Kamu Masuk Golongan yang Mana?
Perangi Stunting, Pangkas...
Perangi Stunting, Pangkas Obesitas
Dinas Kesehatan Catat...
Dinas Kesehatan Catat 20.000 Warga Kota Tangerang Obesitas
Kemenkes Masih Menanti...
Kemenkes Masih Menanti Hasil Pemeriksaan Lanjutan Bayi Obesitas Kenzi usai Dirujuk ke RSCM
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
4 jam yang lalu
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
5 jam yang lalu
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
5 jam yang lalu
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
5 jam yang lalu
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
6 jam yang lalu
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
7 jam yang lalu
Infografis
10 Bencana Alam yang...
10 Bencana Alam yang Banyak Menelan Korban Jiwa pada 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved