Little Black Dress Karya Fashion Givenchy yang Ikonik

Jum'at, 25 Mei 2018 - 12:30 WIB
Little Black Dress Karya...
Little Black Dress Karya Fashion Givenchy yang Ikonik
A A A
GIVENCHY menjadi label fashion asal Prancis yang berhasil menghasilkan karya fashion ikonik. Karya-karyanya banyak dipakai oleh ratu, putri, selebriti, dan tokoh papan atas dunia.

Kesuksesan Givenchy saat ini tak bisa lepas dari sang pendiri label, Hubert de Givenchy. Dia merupakan salah satu desainer terkemuka dalam jajaran desainer asal Prancis, di antara Christian Dior dan Yves Saint Laurent. Berkat bimbingan Cristobal Balenciaga Hubert berhasil mendefinisikan ulang fashion pasca-Perang Dunia II. Pada 1952 setelah bekerja dengan para desainer ternama, Hubert pun mendirikan label dengan namanya sendiri, yakni Givenchy.

Laki-laki jangkung setinggi 196 cm ini juga dikenal sebagai seorang pelopor pembuat pakaian siap pakai ready to wear. Karya-karyanya juga dinilai mampu “melintasi zaman”. Satu karya ikonik ready to wear Hubert yang populer selama puluhan tahun adalah little black dress. Pakaian ini pertama kali dipopulerkan oleh Audrey Hepburn dalam film "Breakfast at Tiffany's" pada 1961. Gaun malam berwarna hitam tanpa lengan ini dihiasi dengan kalung mutiara. Gaun ini dipercantik dengan sarung tangan sepanjang siku.

"Gaun yang sangat modern di zamannya ini akhirnya menjadi ikon fashion paling populer dari Givenchy," ujar chief executive dari Givenchy Philippe Fortunato seperti yang dilansir dari Vogue.com.

Popularitas little black dress, membuat Givenchy menjadi langganan para selebriti dan tokoh ternama dunia. Selebriti Hollywood, seperti Liz Taylor dan Lauren Bacall hingga tokoh penting dunia seperti Jackie Kennedy dan Putri Grace dari Monako menjadi langganannya. Gloria Guinness, Wallis Simpson, dan Permaisuri Pahlavi dari Iran juga menjadi penggemar karya Givenchy.

Karena semakin tua, Hubert pun memilih untuk pensiun pada 1995. Rumah modenya sukses dijalankan oleh penggantinya, seperti John Galliano, Alexander McQueen, Julien Macdonald, dan Riccardo Tisci. Pada Mei 2017 Clare Waight Keller ditunjuk untuk mengepalai label fashion berusia 66 tahun tersebut. Perempuan kelahiran Inggris ini menjadi perempuan pertama yang memimpin label dengan karya-karya ikonik ini.

"Saya sangat senang melihat Clare membawa rasa keanggunan dan modernitas tunggal ke Givenchy," kata Fortunato.

Fortunato yakin bahwa Clare akan menghasilkan karya-karya yang mampu kembali ke akar label. Menurutnya, gaya modern, chic, dan elegan menjadi hal-hal yang diusung Clare dalam karyanya. "Saya yakin Clare akan membantu Givenchy mencapai potensi penuhnya," ujar Fortunato.
(amm)
Berita Terkait
Inilah Trend Fashion...
Inilah Trend Fashion 2022
Melihat Fashion Show...
Melihat Fashion Show Kain Tenun di Tengah Sawah di Mamasa
Gandeng Putri Zulhaf,...
Gandeng Putri Zulhaf, Ayu Dyah Maju di London Fashion Week Spring Summer
Intip Strategi Fashion...
Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi
Bali Fashion Trend 2023...
Bali Fashion Trend 2023 Masuki Era Baru, Hadirkan Wastra Kekinian
Inspirasi Tampil Feminin...
Inspirasi Tampil Feminin untuk Hijaber ala Laudya Cynthia Bella
Berita Terkini
Keanu Angelo Dicecar...
Keanu Angelo Dicecar 28 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel
37 menit yang lalu
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
10 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
11 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
11 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
12 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
12 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved