Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi

Selasa, 20 Oktober 2020 - 07:03 WIB
loading...
Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi
Bisnis fashion salah satu yang terdampak adanya pandemi virus Corona. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan fashion sudah tidak lagi menjadi prioritas di masa sekarang ini.
A A A
JAKARTA - Bisnis fashion salah satu yang terdampak adanya pandemi virus Corona. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan fashion sudah tidak lagi menjadi prioritas di masa sekarang ini.

Namun, tidak semua pelaku usaha menelan kerugian karena lesunya ekonomi saat pandemi. Masih banyak usaha yang bisa bertahan bahkan menuai keuntungan masa pandemi ini. Salah satu pebisnis yang bertahan di tengah badai pandemi Covid-19 adalah brand fashion Ishiya.

Selain bertahan, memanfaatkan kemajuan digital marketing dengan melakukan penjualan secara online adalah kunci Ishiya tetap berkibar hingga saat ini. Ishiya sejak 2017 telah menargetkan penjualan secara online karena dengan penjualan secara online tersebut dapat menjangkau seluruh Indonesia. Itu sebabnya masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini Ishiya sangat siap menghadapi penjualan online.

Sosok Sigit Budi Gunawan adalah kunci sukses di balik brand fashion pria, Ishiya. Ia mengaku selama pandemi ini omset penjualan tetap stabil bahkan meningkat karena masyarakat lebih banyak di rumah, main handphone dan akhirnya lebih sering belanja online.

"Bagi pebisnis retail fashion offline, sudah saatnya melakukan perubahan secara online.Mulailah belajar digital marketing, karena digital marketing itucakupannya sangat luasnya. Dan ini penting sekali di era teknologi dan pandemi," jelasnya.

Menurut Sigit intinya tidak usah panik selama pandemi. "Tidak usah dengerin berita yang menambah kepanikan. Lakukan kegiatan sepertibiasa, marketing, research, dll. Di mana yang lain menurunkan biaya marketing, kita malah melakukan kebalikannya. Menaikan budget marketing, menambah stok, dll," jelasnya.

Selain digital marketing, kunci di era kompetisi yang ketat seperti ini adalah produk. Sigit menyebut percuma memasarkan jika ternyata produknya tidak menarik bagi konsumen. "Produk kita harus berbeda dari kompetitor, atau bahkan lebih baik dari kompetitor.

Untuk produk Ishiya, kami bermain ke arah dompet/tas dengan desain vintage dan modern," ungkapnya.

"Kami juga terus berinovasi dan mengikuti tren namun tidak meninggalkan ciri khas kami. Jadi kita mempunyai segmen pasarnya sendiri. Rata-rata yang sudah membeli produk kami, akan repeat order kembali untuk produk lain, dan menjadi pelanggan setia, hal ini dapat menghemat biaya marketing," sambungnya.

Untuk yang penasaran dengan produk-produk Ishiya bisa dilihat di website ishiya.id
(ars)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2141 seconds (10.55#12.26)