Empuknya Lodho Sukoanyar, Legenda Tulungagung

Senin, 17 September 2018 - 09:00 WIB
Empuknya Lodho Sukoanyar,...
Empuknya Lodho Sukoanyar, Legenda Tulungagung
A A A
Lodho diartikan sebagai ayam berusia dara atau remaja. Tidak tua dan tidak terlalu belia.
Ada juga yang menyebut kemanggang. Diimajinasikan sebagai ayam remaja yang sudah waktunya untuk dipanggang.Tesaurus Bahasa Indonesia menuliskan lodoh (bukan lodho), yakni keadaan yang terlalu empuk, berlebihan matang, atau mblenyek (bahasa Jawa).

Berangkat dari terminologi itu, Suparti, pedagang sayur ayam lodho Desa Sukoanyar, Tulungagung, Jawa Timur, tidak pernah main-main memilih ayam. Selalu ayam yang sudah lodho (remaja) yang dia pilih.

“Kalau ayam tua dagingnya alot. Kalau kemudaan merah, tidak menarik dilihat. Karena lodho, tentu harus ayam yang lodho,” tutur Suparti kepada KORAN SINDO . Nyatanya daging ayam lodho bikinan Suparti memang empuk.

Sedikit saja dikulik dengan jepitan ibu jari dan telunjuk, daging langsung tersuwir lepas. Begitu juga dengan tulang persendian antara sayap dan paha bawah. Kriuk renyahnya terasa lebih lunak. Untuk melumat habis seolah tidak perlu lagi peran gigi taring.

“Dan semuanya dari jenis ayam kampung,” kata Suparti. Untuk kuah lodho yang berwarna ku ning kental, Suparti menggunakan santan kelapa dan seruas kunyit. Pada por si tertentu dibutuhkan takaran santan encer 500 ml yang dicampur 250 ml santan kental.

Rajangan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, butir an merica, ketumbar, jintan, dan garam menjadi fondasi rasa. Khusus cabai, Su parti menghabiskan 20 kg sekali masak. Untuk berdiri sebagai satu kesatuan bumbu, semua bahan dilumat.

Agar lebih sedap dicemplungkan juga jahe, lengkuas, kencur yang dimemarkan, daun jeruk, daun salam, serta batang serai. Selain menyedapkan, persekutuan kondimen itu juga memperkuat aroma harum kuah.

“Semuanya ditumbuk manual. Tidak ada yang diblender,” kata Suparmi menjelaskan. Lalu bagaimana memasak ayamnya? Sebelum direndam ke dalam adonan bumbu, ayam dibakar sampai matang.

Pembakaran menggunakan tungku tradisional dengan api yang berasal dari cangkang atau batok kelapa. Adapun rendaman bumbu dengan api kecil yang terus-menerus menyala akan memaksimalkan resapan bumbu ke dalam daging ayam.

“Dengan batok kelapa, panas api lebih awet,” ungkapnya. Sudah 15 tahun Suparti melakoni hidup sebagai pedagang ayam lodho. Sedikitnya 13 orang warga sekitar turut membantunya.

Di antara sekian banyak pedagang lodho di wilayah Tulungagung, nama lodho ayam Lestari Sukoanyar Pakel cukup melegenda. Pelanggannya dari berbagai lapisan sosial. Mulai pembeli biasa hingga para pejabat luar kota.

Selain empuk dan enak, lodho ayam bikinan Suparti juga terkenal superpedas. Tentu para penghobi kuliner pedas sangat menyukainya. Mes ki buka setiap hari pu kul 08.00- 16.00 WIB, ayam kampung yang dihabis kan rata-rata 150-200 ekor.

Setiap porsi lodho, yakni satu ekor ayam utuh lengkap dengan sebakul nasi gurih serta urap-urap, Suparti mematok harga Rp175.000. Tentu tidak mahal untuk sebuah masakan dengan cita rasa yang mampu memuaskan lidah.

Kendati demikian, perempuan dengan 5 anak 10 cucu itu juga melayani pembelian dengan porsi lebih kecil. “Semua kami layani. Harga termurah Rp20.000, yakni seporsi dengan hanya potongan sayap atau paha ayam,” pungkas Suparti.
(don)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Wisata Kuliner di...
5 Wisata Kuliner di Solo dan Sekitarnya, Sayang kalau Dilewatkan
Berita Terkini
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
2 jam yang lalu
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
4 jam yang lalu
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
5 jam yang lalu
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
5 jam yang lalu
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
5 jam yang lalu
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
6 jam yang lalu
Infografis
Kabar Duka, Legenda...
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Brasil Pele Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved