Pemerintah Mulai Gelar Kampanye Bahaya dan Pencegahan Stunting

Rabu, 19 September 2018 - 10:30 WIB
Pemerintah Mulai Gelar...
Pemerintah Mulai Gelar Kampanye Bahaya dan Pencegahan Stunting
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyerukan dimulainya Kampanye Nasional Pencegahan Stunting secara nasional. Deklarasi ini menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. Melalui upaya ini, diharapkan prevalensi stunting bisa diturunkan dari 37,2% (2013) menjadi 28% (2019).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. ''Kalau sumber daya manusianya juga generasinya lemah, maka bangsa itu akan lemah. Kita perlu menyadari bahwa ketahanan nasional dimulai dari ketahanan keluarga," ujar Moeldoko.

Para kepala daerah diserukan agar Kampanye Pencegahan Stunting dapat dilaksanakan secara bertahap di semua provinsi di Indonesia. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa stunting merupakan permasalahan yang paling mendasar yang harus segera diselesaikan. Permasalahan ini perlu mendapat perhatian karena bukan hanya terjadi di pedesaan, melainkan di perkotaan hingga di ibu kota.

''Di DKI Jakarta, meski angkanya di bawah rata-rata nasional, namun masih sekitar 27% prevalensinya. Kita harus lebih serius memperhatikan makanan yang kita berikan kepada anak-anak untuk pertumbuhan mereka,'' ucap Anies.

Selaras dengan hal tersebut, istri Gubernur DKI Jakarta, selaku Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, menyerukan pesan bagi para ibu agar selalu mengingat kata Bagimu yang merupakan singkatan dari 'Bahagiakan Anakmu, 'Beri Gizi yang cukup dan Stimulasi indera anak kita.

Sementara Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, M.Kes menjelaskan stunting merupakan keadaan di mana anak mengalami gagal tumbuh. Karena itu, agar terhindar dari stunting, Nila menyarankan para orangtua untuk memperbaiki pola makan, pola kebersihan dan pola pengasuhan.

"Kerdil badan karena kekurangan gizi kronis, ini mengakibatkan otaknya juga kerdil. Artinya anak-anak itu jadi kurang pandai. Kalau tidak mau anak-anak kita stunting, kalau kasih makan anak-anak utamakan (sumber protein) untuk anak-anak dan ibu hamil dulu ya. Secara khusus bagi para ibu hamil, agar senantiasa menjaga kehamilannya salah satunya dengan mencukupi kebutuhan gizi anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan," tutur Nila.
(alv)
Berita Terkait
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Tenang ya Bunda, Pneumonia...
Tenang ya Bunda, Pneumonia Parah Bisa Disembuhkan
Awas, Jerawat Genital...
Awas, Jerawat Genital juga Serang Anak
Berita Terkini
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
11 menit yang lalu
Ruben Onsu Pertimbangkan...
Ruben Onsu Pertimbangkan Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Ini Alasannya
59 menit yang lalu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
1 jam yang lalu
Curhat Makki Ungu soal...
Curhat Makki Ungu soal Ekonomi Lesu, Sebut Pendapatan Musisi Menurun Gara-gara Ini
1 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
3 jam yang lalu
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved