Bintangi Project Gutenberg, Aaron Kwok Baca Naskah Sampai 6 Kali

Rabu, 19 September 2018 - 19:30 WIB
Bintangi Project Gutenberg,...
Bintangi Project Gutenberg, Aaron Kwok Baca Naskah Sampai 6 Kali
A A A
HONG KONG - Bukan perkara mudah bagi Aaron Kwok untuk berakting di film terbarunya, Project Gutenberg. Di film yang dia bintangi bersama Chow Yun Fat itu, dia harus memerankan karakter seorang pelukis yang mampu membuat produk palsu.

Bagi Aaron, karakternya ini membutuhkan banyak persiapan. Tak heran jika baginya, film Project Gutenberg itu adalah film paling menantang yang pernah dia bintangi.

“Saya butuh mendapatkan aura seorang pelukis profesional. Awalnya, saya ingin bertemu seorang pelukis, tapi karena jadwal kerja saya tidak memungkinkan, saya akhirnya melakukan riset online. Hal baiknya adalah saya sudah biasa (melukis),” papar Aaron, yang dikutip Jaynestar.

Di Project Gutenberg, Aaron berperan sebagai Lee Man. Dia menyebut karakternya itu sebagai karakter yang rumit. Tak heran jika dia merasa kesulitan memahami karakternya itu dan butuh waktu untuk berulang kali membaca naskah filmnya sebelum mulai syuting.

“Ini adalah peran yang rumit. Saya mungkin terlihat biasa saja, tapi, saya punya identitas berbeda. Itulah mengapa saya membaca naskah filmnya sampai 6 kali sebelum mulai syuting. Saya butuh waktu untuk memahami naskahnya, terutama pada pembacaan pertama karena saya harus menganalisis tiap adegan dan karakter. Di kepala, saya harus menggambarkan bagaimana karakter saya akan merespons situasi tertentu dan bagaimana adegannya terjadi,” tutur Aaron.

Aaron mengatakan, lawan mainnya, Chow Yun Fat, jauh lebih mempersiapkan diri ketimbang dirinya. Di film ini, Chow berperan sebagai bos organisasi pembuat uang palsu. Selain Chow Yun Fat, film ini juga dibintangi Liu Kai-chi dan Zhang Jingchu.

“Fat Gor (Chow Yun Fat) sangat siap. Dia punya pemahaman yang sangat jelas terhadap karakternya dan ceritanya. Saya jelas merasakan chemistry dan letusan saat melakoni adegan bareng. Baik saya dan Fat Gor punya dua identitas berbeda. Zhang Jingchu bahkan punya tiga identitas,” ujar Aaron.

Sutradara Felix Chong memulai Project Gutenberg pada 2008. Karena film ini membutuhkan dana besar, Felix menghabiskan hampir 6 tahun untuk menemukan perusahaan produksi dan investor yang mau mendanai film ini.

“Kami benar-benar membeli mesin cetak untuk membuat uang palsu Amerika,” kata Aaron.

Project Gutenberg akan mulai tayang di Hong Kong pada 4 Oktober mendatang.
(alv)
Berita Terkait
Exco PSSI Arya Sinulingga...
Exco PSSI Arya Sinulingga Sebut Chow-Yun Damanik Juga Diminati Timnas Swiss
4 Film Terbaik yang...
4 Film Terbaik yang Dibintangi Stephen Chow, Dijamin Ketawa Ngakak
Indra Sjafri Bicara...
Indra Sjafri Bicara Peluang Chow Yun Damanik Gabung Timnas Indonesia U-20
5 Drama China Luo Yun...
5 Drama China Luo Yun Xi Rating Tertinggi, Aktor Follow Your Heart
Stephen Chow Garap Sekuel...
Stephen Chow Garap Sekuel Shaolin Soccer, Cari Pemain Wanita yang Cantik
4 Film China Terbaik...
4 Film China Terbaik di Tahun 2022, Wajib Nonton!
Berita Terkini
Betrand Peto Mengaku...
Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah, KPAI Sarankan Segera Lapor Polisi
44 menit yang lalu
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
1 jam yang lalu
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
1 jam yang lalu
Rahasia Kelam di Balik...
Rahasia Kelam di Balik Vila Terpencil dalam Microdrama The Villa Girl's Secret V+Short
1 jam yang lalu
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
2 jam yang lalu
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved