Gitaris RATM Bersuara Lantang Menentang Donald Trump

Selasa, 23 Oktober 2018 - 00:43 WIB
Gitaris RATM Bersuara...
Gitaris RATM Bersuara Lantang Menentang Donald Trump
A A A
NEW YORK - Musisi kenamaan asal Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai aktivis, Tom Morello memberikan penilaiannya kepada dua tahun kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump.

Menurut gitaris Rage Against The Machine itu, Trump merupakan pemimpin yang sangat keji. "Saya pikir penting untuk tidak melihatnya secara independen dari sistem yang menghasilkannya," tegasnya saat diwawancarai NME baru-baru ini.

"Dan bertahun-tahun kebijakan neoliberal yang didukung oleh (Bill) Clinton, (George) Bush, (Barrack) Obama dan (George W) Bush lainnya yang menyebabkan kelas pekerja benar-benar menderita, dan mereka mengirim anak-anak mereka ke luar negeri untuk bertempur dalam perang yang konyol dan tidak bermoral," terang musisi 54 tahun itu.

Berasal dari kota kecil di Illinois, Morello mengungkapkan bahwa pilihan yang tersedia bagi masyarakat di sekitarnya adalah bergabung menjadi tentara, bekerja di toko retail atau menjual narkoba.

"Dan mereka melihat sistem yang rusak, dan Trump memberikan jawaban dengan seenaknya sendiri, itu merupakan kesalahan orang-orang Meksiko, itu adalah kesalahan orang Islam, ini semacam cara rasis untuk membagi dan menaklukkan kelas pekerja yang sudah sukses sebelumnya dan tentu saja telah berhasil dengan demagog ini," jelas Morello.

Lebih lanjut Morello menuturkan bahwa Trump adalah budaya dari korupsi, kebohongan dan hasutan yang tidak boleh membutakan masyarakat akan pentingnya berbicara lewat kotak suara atau berbaris di jalan. Bagi Morello, ini satu alasan mengapa orang-orang tidak boleh diam dalam panggilan mereka.

"Kita semua memiliki megafon dengan ukuran berbeda untuk berbicara," ucap Morello, yang juga gitaris Prophets of Rage dan pernah satu band dengan mendiang Chris Cornell di Audioslave.

Cara terbaik untuk menghadapi Trump, kata Morello, adalah perlawanan massal untuk melawan politisi yang tidak akan berhenti untuk mengontrol mayoritas orang Amerika Serikat. "Cara perubahan yang terjadi di negara saya, progresif, radikal dan bahkan revolusioner selalu datang dari bawah," tukasnya.
(nug)
Berita Terkait
Apa Kabar Titiek Puspa?...
Apa Kabar Titiek Puspa? Artis Era 50-an yang Masih Eksis
Kakek Marshanda Meninggal...
Kakek Marshanda Meninggal Dunia, Abadikan Momen Pertemuan Terakhir
Sang Nenek Berpulang,...
Sang Nenek Berpulang, Wulan Guritno: Selamat Jalan Cintaku
Ressa Herlambang Berduka,...
Ressa Herlambang Berduka, Ibunda Tercinta Meninggal Dunia
Ingat Meriam Bellina...
Ingat Meriam Bellina Bintang Catatan si Boy? Begini Kehidupannya Sekarang
Narkoba dan Selebritas
Narkoba dan Selebritas
Berita Terkini
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
57 menit yang lalu
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
1 jam yang lalu
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
13 jam yang lalu
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
14 jam yang lalu
Kisah Inspiratif Suparto:...
Kisah Inspiratif Suparto: Bangkit dari Keterbatasan Lewat Konten eFootball Timnas
14 jam yang lalu
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
14 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved