Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Kembalinya Kanker Payudara

Rabu, 12 Desember 2018 - 10:30 WIB
Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Kembalinya Kanker Payudara
Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Kembalinya Kanker Payudara
A A A
JAKARTA - Ada lebih banyak bukti yang menunjukkan bahwa ketika seorang yang selamat dari kanker payudara tahap awal memakan makanan sehat dan olahraga teratur atau menjalani gaya hidup sehat, menurunkan kemungkinan penyakitnya kembali. Berdasarkan penemuan terbaru, kunci utamanya adalah menjalani gaya hidup sehat.

"Gaya hidup sehat mungkin meningkatkan prognosis pasien kanker payudara jika kepatuhan tinggi," kata penulis utama studi Dr. Wolfgang Janni seperti dilansir dari WebMD.

Janni dan timnya mengembangkan dan menerapkan program baru untuk membantu menjaga perubahan gaya hidup tersebut tetal berada di jalurnya. Temuan itu dijadwalkan untuk dipresentasikan di Simposium Kanker Payudara San Antonio tahunan. Janni menganalisis hasil hampir 2.300 pasien kanker payudara stadium awal yang telah diobati dengan kemoterapi.

Setengah dari pasien kanker ini secara acak diminta hidup sehat selama dua tahun berbasis telepon yang berkelanjutan. Setengah lainnya yaitu kelompok kontrol menerima saran umum tentang gaya hidup sehat. Mereka yang menjalani gaya hidup yang dipersonalisasi dilatih di berbagai bidang seperti meningkatkan diet, mengurangi asupan lemak, dan meningkatkan aktivitas fisik.

Setelah dua tahun, orang-orang dalam kelompok intervensi atau kelompok yang menjalani gaya hidup sehat melihat penurunan berat badan rata-rata 2,2 pound. Sementara kelompok kontrol mengalami kenaikan berat badan rata-rata 2,1 pound. Namun perbedaan nyata pada hasil kanker. Tingkat kelangsungan hidup bebas penyakit di antara hampir 1.500 pasien yang menyelesaikan intervensi gaya hidup adalah 35% lebih tinggi daripada mereka yang tidak menyelesaikan program.

Selain itu, 50% lebih tinggi daripada wanita yang tidak mendapatkan intervensi sama sekali. "Temuan itu seharusnya tidak menjadi kejutan besar. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa obesitas dan aktivitas fisik yang rendah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, serta peningkatan risiko kekambuhan dan mengurangi kelangsungan hidup," ujar Janni.

Dr Alice Police selaku direktur regional operasi payudara di Institut Kanker Kesehatan Northwell, di Sleepy Hollow, NY menjelaskan bahwa banyak wanita yang selamat dari kanker payudara mungkin merasa tidak berdaya, tetapi sangat bagus untuk dapat memberi tahu pasien bahwa ada sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk membantu mencegah kekambuhan.

"Kadang-kadang perempuan membutuhkan sedikit dorongan untuk tetap sehat. Ini adalah pandangan yang sangat spesifik dan terfokus pada isu-isu dan termasuk informasi tentang bagaimana program diet dan perubahan gaya hidup harus terlihat dan berfungsi dan itu membuatnya sangat penting," kata Police.

Terkait penelitian ini, Lauren Cassell selaku kepala operasi payudara di Lenox Hill Hospital di New York City setuju bahwa program baru itu tampaknya pantas. Dengan menyediakan pasien dengan program intervensi gaya hidup telepon yang sistematis, mereka mampu meningkatkan kepatuhan pasien.

"Saya percaya pasien ingin membantu diri mereka sendiri. Terkadang mereka hanya butuh sedikit dukungan ekstra," ucap Cassell.
(alv)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1266 seconds (10.55#12.26)