Konser Penghormatan Eros, Chrisye dan Yockie Digelar di Dua Kota Besar
Jum'at, 21 Desember 2018 - 11:04 WIB
Konser Penghormatan Eros, Chrisye dan Yockie Digelar di Dua Kota Besar
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki begitu banyak musisi maupun tokoh penting yang selalu dikenang. Bahkan sebagian besar dari mereka bisa dikatakan sebagai pembentuk dan pembuat sejarah. Setelah Koes Plus, Titiek Puspa, Mus Mualim Bing Slamet dan lainnya, pada paruh kedua 1970-an hadir nama-nama seperti Guruh Soekarno Putra, Eros Djarot, Chrisye, Yockie Suryoprayogo, Fariz RM dan beberapa lainnya. Dari mereka, lahir karya-karya yang begitu fenomenal pada eranya.
Generasi milenial mungkin masih kurang begitu mengenal atau kurang tahu bahwa Indonesia memiliki maestro musik, seperti Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo, meskipun dari mereka pernah lahir karya yang sangat fenomenal "Badai Pasti Berlalu".
Berkeinginan untuk mengomunikasikan sebagian sejarah musik pop Indonesia kepada mereka, Betiga Satu Rasa pun menggelar konser penghormatan kepada Eros, Chrisye dan Yockie (ECY) dengan tajuk "Tembang Persada Sang Tritunggal".
Tidak tanggung-tanggung, konser ini bakal dihelat di dua kota terbesar di Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta rencananya akan berlangsung di Concert Hall iNews Tower pada 1 Februari 2019, sedangkan di Surabaya akan digelar pada 14 Februari di Grand City Convex.
"Kegiatan ECY ini bertujuan mengedepankan dan mengomunikasikan peran ECY secara kolaboratif kepada generasi muda penggemar musik Indonesia atas pengabdian dan karya cipta ECY dalam sejarah musik pop di Indonesia," jelas Oppie dari Bertiga Satu Rasa.
Menurut Oppie, kegiatan ECY tersebut juga akan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi sejarah dan kiprah dari Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo. "Even ini juga dimaksudkan sebagai sarana diskusi interaktif dari para penggemarnya, dalam rangka melestarikan serta mengapresiasi karya serta kiprah ECY dalam musik Indonesia," sambung Oppie yang sudah 20 tahun berkiprah dalam dunia event organizer.
Konten-konten yang dimoderasi dalam even ini diformulasikan dari hasil studi pustaka maupun wawancara serta interaksi dengan publik. "Diharapkan akan menjadi medium yang secara organik akan terbentuk sebagai wadah pelestarian karya dan kiprah ECY," sambungnya.
Dalam konser ini, musisi Krisna Prameswara akan terlibat sebagai music director. Deretan penyanyi lintas generasi, yakni Dian Pramana Putra, Marcell Siahaan, Bonita, Barsena Bestandhi, Trisoul hingga Wizzy akan berbagi panggung di acara ini.
Mereka akan melantunkan karya-karya dari tiga legenda musik Tanah Air tersebut, yang terangkum dalam sejumlah album laris Eros, Chrisye dan Yockie, antara lain "Badai Pasti Berlalu", "Resesi", "Metropolitan", "Nona", "Puspa Indah Taman Hati" dan "Musik Saya Adalah Saya".
Sementara itu, istri almarhum Yockie, Tiwi Puspitasari dan istri almarhum Chrisye, Damayanti Noor, serta Seno M Hardjo juga terlibat dalam gelaran ini.
Generasi milenial mungkin masih kurang begitu mengenal atau kurang tahu bahwa Indonesia memiliki maestro musik, seperti Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo, meskipun dari mereka pernah lahir karya yang sangat fenomenal "Badai Pasti Berlalu".
Berkeinginan untuk mengomunikasikan sebagian sejarah musik pop Indonesia kepada mereka, Betiga Satu Rasa pun menggelar konser penghormatan kepada Eros, Chrisye dan Yockie (ECY) dengan tajuk "Tembang Persada Sang Tritunggal".
Tidak tanggung-tanggung, konser ini bakal dihelat di dua kota terbesar di Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta rencananya akan berlangsung di Concert Hall iNews Tower pada 1 Februari 2019, sedangkan di Surabaya akan digelar pada 14 Februari di Grand City Convex.
"Kegiatan ECY ini bertujuan mengedepankan dan mengomunikasikan peran ECY secara kolaboratif kepada generasi muda penggemar musik Indonesia atas pengabdian dan karya cipta ECY dalam sejarah musik pop di Indonesia," jelas Oppie dari Bertiga Satu Rasa.
Menurut Oppie, kegiatan ECY tersebut juga akan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi sejarah dan kiprah dari Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo. "Even ini juga dimaksudkan sebagai sarana diskusi interaktif dari para penggemarnya, dalam rangka melestarikan serta mengapresiasi karya serta kiprah ECY dalam musik Indonesia," sambung Oppie yang sudah 20 tahun berkiprah dalam dunia event organizer.
Konten-konten yang dimoderasi dalam even ini diformulasikan dari hasil studi pustaka maupun wawancara serta interaksi dengan publik. "Diharapkan akan menjadi medium yang secara organik akan terbentuk sebagai wadah pelestarian karya dan kiprah ECY," sambungnya.
Dalam konser ini, musisi Krisna Prameswara akan terlibat sebagai music director. Deretan penyanyi lintas generasi, yakni Dian Pramana Putra, Marcell Siahaan, Bonita, Barsena Bestandhi, Trisoul hingga Wizzy akan berbagi panggung di acara ini.
Mereka akan melantunkan karya-karya dari tiga legenda musik Tanah Air tersebut, yang terangkum dalam sejumlah album laris Eros, Chrisye dan Yockie, antara lain "Badai Pasti Berlalu", "Resesi", "Metropolitan", "Nona", "Puspa Indah Taman Hati" dan "Musik Saya Adalah Saya".
Sementara itu, istri almarhum Yockie, Tiwi Puspitasari dan istri almarhum Chrisye, Damayanti Noor, serta Seno M Hardjo juga terlibat dalam gelaran ini.
(nug)