Pasutri yang Ingin Menunda Kehamilan Harus Mempertimbangkan Hal Ini

Sabtu, 22 Desember 2018 - 00:32 WIB
Pasutri yang Ingin Menunda...
Pasutri yang Ingin Menunda Kehamilan Harus Mempertimbangkan Hal Ini
A A A
JAKARTA - Menunda kehamilan dan memiliki anak kerap dipilih oleh sejumlah pasangan suami istri. Banyak alasan yang mendasari mereka untuk melakukan hal tersebut, dan umumnya perihal pendidikan hingga pekerjaan menjadi salah satu faktornya.

Kendati itu merupakan sesuatu yang wajar, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Terutama soal kesehatan.

Para ahli mengatakan bahwa menunda kehamilan bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, wanita mengalami penurunan jumlah dan kualitas sel telur. Aspek tersebut harus diperhitungkan setiap pasangan yang merencanakan menunda kehamilan.

"Seorang perempuan pasti mengalami penurunan jumlah dan kualitas sel telur, dan pada saat usia 35 tahun. Pada pasangan yang merencanakan menunda kehamilan, perlu memperhitungkan aspek ini. Kita tidak bisa memprediksi secara akurat kapan usia biologis seseorang sudah menua melebihi usia kronologisnya," kata dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG(K), MSc, baru-baru ini.

Sementara, dr. Beeleonie, BMedSc, SpOG(K) menjelaskan bahwa kesempatan terbesar wanita untuk hamil ada pada enam bulan pertama pernikahan, yaitu sebesar 30 persen. Sedangkan, dalam satu bulan, sebanyak 1000 sel telur terbuang sia-sia jika tidak dibuahi sperma. Namun, berbeda halnya dengan sperma yang dapat beregenerasi setiap tiga bulan sekali.

Oleh karena itu, wanita dengan usia 35 tahun ke atas harus waspada. Kondisi akan semakin diperparah dengan gaya hidup tak sehat. Jumlah sel telur akan semakin menurun dengan kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol hingga kurangnya asupan nutrisi.

"Idealnya, wanita menghasilkan sel telur sebanyak 700 ribu seumur hidupnya. Jumlah ini tidak akan bertambah, melainkan berkurang hingga wanita mencapai menopause. Wanita usia 35 tahun ke atas harus lebih waspada. Menurunya jumlah sel telur juga semakin dipercepat dengan rokok, alkohol dan kurangnya nutrisi," jelas dr. Beeleonie.

Idealnya, sebelum melakukan penundaan kehamilan, pasangan suami istri melakukan konsultasi dan didampingi oleh spesialis obstetri dan ginekologi. "Maka itu, idealnya penundaan kehamilan haruslah ditempatkan dalam kerangka perencanaan keluarga, khususnya perencanaan reproduksi keluarga, dengan didampingi oleh spesialis obstetri dan ginekologi," tutup dr. Yassin.
(nug)
Berita Terkait
Solusi Cegah Kehamilan...
Solusi Cegah Kehamilan di Tengah Pandemi COVID-19
Perencanaan Keluarga...
Perencanaan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi
DKT Dorong Inovasi Program...
DKT Dorong Inovasi Program Kesehatan Seksual Reproduksi dan KB di Masa Pandemi
BKKBN Kunjungan ke Aceh,...
BKKBN Kunjungan ke Aceh, Beri Penyuluhan Kesehatan Reproduksi
Danone Indonesia Perkuat...
Danone Indonesia Perkuat Komitmen untuk Dukung Keluarga Lahirkan Generasi Emas
Raih Hibah Kemendikbud,...
Raih Hibah Kemendikbud, Universitas BTH Edukasi Siswa SMP tentang Kesehatan Reproduksi
Berita Terkini
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
24 menit yang lalu
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
1 jam yang lalu
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
1 jam yang lalu
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
3 jam yang lalu
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
5 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
6 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved