Replika Singa Raksasa Hadir di Festival Cap Go Meh 2019

Senin, 04 Februari 2019 - 12:43 WIB
Replika Singa Raksasa...
Replika Singa Raksasa Hadir di Festival Cap Go Meh 2019
A A A
FESTIVAL Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, saat ini menjadi agenda wajib bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Berbeda dengan perayaan Cap Go Meh pada umumnya, event yang masuk dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata itu punya berbagai atraksi. Menjadi satu paket dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570, Festival Cap Go Meh 2019 akan dibuka 3 Februari 2019 mendatang.

Deretan atraksi terbaiknya juga siap digelar mulai dari pentas seni dan budaya, live musik dari artis nasional, atraksi tatung, expo Cap Go Meh, hingga atraksi 12 naga. Lokasinya terdapat di beberapa titik Kota Singkawang, mulai Lapangan Kridasana hingga Pusat Kota Singkawang dari tanggal 5 hingga 19 Februari 2019.

Nah yang paling ditunggu adalah parade para tatung Dayak-Tionghoa. Setiap tahun ada lebih dari 500 tatung berparade sambil memamerkan kesaktiannya. Tatung merupakan sosok manusia yang menurut beberapa kepercayaan sedang dirasuki roh dewa. Kata tatung sendiri berasal dari bahasa Hakka, yang berarti roh.

Adapun yang lebih menarik di perayaan Festival Cap Go Meh 2019 , akan ada pemecahan rekor Muri replika singa raksasa berukuran 8,8 meter. Pemecahan rekor Muri juga sudah berlangsung setiap tahunnya. Tahun lalu festival menyertakan 9 replika naga.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Cap Go Meh ini, festival luar biasa! Dengan eksotisme yang ditawarkan, event ini selalu sukses menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. “Sehingga dapat menarik wisatawan dari wilayah perbatasan seperti Taiwan, Tiongkok ataupun Malaysia,” ucap Arief.

Menurutnya, pariwisata perbatasan dilakukan dengan menggarap pasar di wilayah perbatasan NKRI berpotensi lebih banyak dikunjungi wisman dari negara tetangga karena memiliki kedekatan (proximity) secara geografis.

“Mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional yang membuat pariwisata perbatasan lebih mudah dikunjungi,” kata Arief. “Lalu yang bagusnya lagi, replika tersebut yang buat orang-orang disabilitas di sana. Ini perlu diapresiasi sehingga menjadi tontonan yang menarik,” sebut staf ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti, di Jakarta, Senin (28/1).

Ia menuturkan, kemeriahan dilanjutkan dengan Festival Pawai Lampion yang digelar malam hari dan menjadi fenomena dengan keindahan warnanya. Usai menikmati warna-warni lampion, wisatawan diajak menikmati nuansa religi di Kota Singkawang, prosesi Tolak Bala oleh para rohaniawan atau tatung pada 18 Februari 2019.

Berikutnya, ada prosesi Sembahyang Dewa Langit (Ket Sam Thoi). Kedua subevent ini digelar di Kota Singkawang, nuansa religi ini juga ikut menegaskan status Singkawang sebagai Kota Seribu Kelenteng. Perayaan puncak festival akan digelar pada 19 Februari 2019.

Festival Cap Go Meh menyajikan aksi-aksi unik dari para tatung. Aksi ini bisa dinikmati sepanjang jalan utama Kota Singkawang. Ada juga Altan & Lelang, lalu prosesi ditutup dengan pembakaran replika 12 naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong).

“Festival Cap Go Meh ini, venue terbaik untuk berlibur. Daya tarik yang ditawarkan sungguh luar biasa. Selain atraksinya, wisatawan juga bisa menikmati beragam kuliner khas Singkawang. Sebab, festival ini juga memiliki stan kuliner Singkawang.
Untuk aksesibilitas, jalan menuju Singkawang ini sangat bagus. Jalannya lebar dan mulus. Ini memang sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo,” sebut Esthy.

Ia menjelaskan, aksesibilitas dan amenitas juga sudah dipersiapkan Pemerintah Daerah Singkawang. Aksesibilitas menuju Kota Singkawang juga sangat mudah. Bila melalui jalur darat, wisatawan pun bisa menggunakan bus Damri dari Bandara Supadio, Pontianak. “Tarif yang ditawarkan sekitar Rp100.000 sekali jalan. Total ada 5 armada yang disiapkan dengan interval keberangkatan pukul 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 14.00 WIB,” kata Esthy.
(don)
Berita Terkait
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Festival Budaya Lembah...
Festival Budaya Lembah Baliem 2025 bakal Masuk MURI, Tampilkan 1.500 Pemain Pikon
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Mengenal Budaya Bangsa...
Mengenal Budaya Bangsa lewat Festival Kreativitas dan Tradisi 'Pantoudays 2024'
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
8 jam yang lalu
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
8 jam yang lalu
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
10 jam yang lalu
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
10 jam yang lalu
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
10 jam yang lalu
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved