Cara Menyikat Gigi Bantu Mencegah Penyakit Alzheimer

Selasa, 26 Februari 2019 - 20:30 WIB
Cara Menyikat Gigi Bantu...
Cara Menyikat Gigi Bantu Mencegah Penyakit Alzheimer
A A A
JAKARTA - Bagi kebanyakan orang, membersihkan gigi mungkin hanya bagian normal dari rutinitas harian. Namun, tanpa disadari cara membersihkan gigi dapat membantu mencegah alzheimer di kemudian hari. Semakin banyak bukti yang mengindikasikan penyakit gusi (periodontal) bisa menjadi faktor risiko penyakit alzheimer. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan risiko berlipat ganda ketika penyakit gusi bertahan selama 10 tahun atau lebih.

Sebuah penelitian baru Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan dalam Science Advances merinci bagaimana jenis bakteri porphyromonas gingivalis—atau P. gingivalis—yang terkait dengan penyakit gusi telah ditemukan pada otak pasien penderita penyakit alzheimer. Tes pada tikus juga menunjukkan bagaimana bug menyebar dari mulut mereka ke otak di mana ia menghancurkan sel-sel saraf.

Dilansir dari Independent, laporan tersebut dilakukan dan didanai sendiri oleh pendiri perusahaan farmasi AS Cortexyme, yang meneliti penyebab alzheimer dan gangguan degeneratif lainnya. Para ilmuwan dari perusahaan obat San Francisco akan meluncurkan uji coba manusia akhir tahun ini. Fase pertama penyakit gusi disebut gingivitis. Ini terjadi ketika gusi menjadi meradang sebagai respons terhadap akumulasi plak bakteri pada permukaan gigi.

Gingivitis dialami oleh hampir setengah dari semua orang dewasa tetapi umumnya dapat disembuhkan. Jika gingivitis dibiarkan tidak diobati, kantong sub-gingiva terbentuk antara gigi dan gusi, yang diisi oleh bakteri. Kantong-kantong ini mengindikasikan gingivitis telah berubah menjadi periodontitis. Pada tahap ini menjadi hampir tidak mungkin untuk menghilangkan bakteri, meskipun perawatan gigi dapat membantu mengendalikan pertumbuhan mereka.

Risiko penyakit gusi meningkat secara signifikan pada orang dengan kebersihan mulut yang buruk. Faktor-faktor seperti merokok, obat-obatan, genetika, pilihan makanan, pubertas dan kehamilan, semuanya dapat berkontribusi terhadap perkembangan kondisi tersebut. Meski penyakit gusi tidak hanya disebabkan oleh P. gingivalis, sekelompok organisme termasuk treponema denticola, tannerella forsythia dan bakteri lain juga berperan dalam penyakit mulut kompleks ini.

Studi selanjutnya menemukan bahwa bakteri ini yang bertanggung jawab atas berbagai bentuk penyakit gusi yang dapat bermigrasi dari mulut ke otak pada tikus. Saat masuk ke otak, P. gingivalis dapat mereproduksi semua fitur khas penyakit alzheimer. Penelitian AS baru-baru ini menemukan bakteri penyakit gusi kronis pada otak pasien penyakit alzheimer memberikan tambahan bukti berbasis penelitian yang sangat kuat.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang menderita penyakit gusi menderita penyakit alzheimer, dan tidak semua orang yang menderita penyakit alzheimer menderita penyakit gusi. Untuk mengetahui siapa yang berisiko, para ilmuwan perlu mengembangkan tes yang dapat menunjukkan kepada dokter gigi siapa yang harus ditargetkan. Dokter gigi kemudian dapat memberi nasihat kepada orang-orang itu tentang bagaimana mereka dapat mengurangi risiko mengembangkan penyakit alzheimer melalui manajemen kesehatan mulut yang lebih baik.

Tetapi sampai saat itu, disarankan untuk menyikat gigi secara teratur dan menjaga kebersihan mulut dengan baik. Fakta lainnya adalah bahwa penyakit alzheimer terkait dengan sejumlah kondisi lain dan bukan hanya penyakit gusi. Penelitian yang ada menunjukkan jenis bakteri lain dan virus herpes tipe 1 juga dapat ditemukan pada otak penyakit alzheimer. Orang dengan down sindrom juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit alzheimer, seperti juga orang yang mengalami cedera kepala parah. Penelitian juga menunjukkan beberapa kondisi yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.
(alv)
Berita Terkait
Hydroxyapatite vs Fluoride,...
Hydroxyapatite vs Fluoride, Kandungan Alami yang Semakin Diandalkan untuk Kesehatan Gigi Anak
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan,...
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Susunan Gigi
Transformasi Klinik...
Transformasi Klinik Gigi dengan Teknologi Digital dan Konsep Ramah Lingkungan
Hati-hati, Ini Dampak...
Hati-hati, Ini Dampak Buruk Mencabut Gigi Memakai Benang
SATU Hati, Wadah Ibu...
SATU Hati, Wadah Ibu Indonesia Agar Sadar Kesehatan Gigi dan Mulut
Cegah Masalah Gigi dan...
Cegah Masalah Gigi dan Mulut dengan Perlindungan Maksimal
Berita Terkini
Rating Dream to You...
Rating Dream to You Terus Naik, Rahasia Hwang In-yeop dan Hyeri Terungkap
39 menit yang lalu
Solusi Transportasi...
Solusi Transportasi Praktis untuk Kelancaran Perjalanan Bisnis
1 jam yang lalu
Katie Holmes Pamer Pacar...
Katie Holmes Pamer Pacar Baru, Tampil Mesra di Depan Publik
1 jam yang lalu
Official Poster My Chef...
Official Poster My Chef in Crime Resmi Dirilis, Sintya Marisca dan Deretan Cast Tampil Penuh Misteri
2 jam yang lalu
5 Efek Samping Kebanyakan...
5 Efek Samping Kebanyakan Makan Protein, Bisa Ganggu Ginjal hingga Jantung
3 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama When We Remember Us, Nonton Eksklusif di V+Short
4 jam yang lalu
Infografis
9 Manfaat Rebusan Daun...
9 Manfaat Rebusan Daun Beluntas, Bantu Kendalikan Kadar Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved