Indonesia Tampil Gemilang di 1st Asean Gastronomy Fair & Forum di Bangkok

Jum'at, 12 April 2019 - 09:53 WIB
Indonesia Tampil Gemilang...
Indonesia Tampil Gemilang di 1st Asean Gastronomy Fair & Forum di Bangkok
A A A
JAKARTA - Gastronomi menjadi salah satu daya tarik wisata yang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pariwisata. Sebab, tren regional dan global menjadikan wisata gastronomi sebagai kendaraan untuk membangun destinasi berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, komitmen ASEAN dalam membangun dan mempromosikan wisata Gastronomi tertuang dalam join deklarasi para Menteri Pariwisata dari 10 negara ASEAN, di ASEAN Tourism Forum (ATF) di Chiangmai Thailand, Januari 2018 silam.

“Persiapan dan kajian telah didiskusikan pada ATF 2019, dan dimulai dengan dilaksanakannya ASEAN Gastronomy Fair & Forum pertama di C-ASEAN, Bangkok tanggal 9-10 April kemarin,” ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu initiator terbentuknya ASEAN Gastronomy Network (AGN) yang berperan aktif sejak ATF 2018, turut ambil bagian di acara ini. Bukan saja menjadi pembicara di sesi utama forum, tetapi juga tampil di fair yang dirancang dengan konsep pasar traditional, dan mengikuti kaidah pembangunan berkelanjutan atau sustainable development.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Vita Datau menegaskan, Indonesia harus eksis di event gastronomi regional dan global karena Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan ini harus dipromosikan.

“Sebagai negara yang baru 5 tahun membicarakan terminology gastronomi, saya sangat bangga karena penampilan Indonesia di forum-forum internasional selalu mendapat pujian dari para partisipan. Indonesia dianggap sangat maju dalam hal ilmu gastronomi,” kata Vita Datau yang juga inisiator dan founder Indonesia Gastronomy Network.

1st ASEAN Gastronomy Fair & Forum dibuka oleh Menteri Pariwisata Thailand Mr. Weerasak Kowsurat dan dihadiri oleh Direktur Regional UNWTO untuk Asia Pasifik Mr. Xu Jing. Dalam sambutannya, Menteri Kowsurat menggarisbawahi 3 hal yang penting, yaitu gastronomi sebagai pendorong sektor pertanian yang menjadi tulang punggung bagi ekonomi kerakyatan; gastronomi memberikan manfaat bagi stakeholders dan masyarakat lokal; dan gastronomi memberikan gambaran mendalam tentang identitas destinasi, bukan hanya tentang makanan.

Pada kesempatan ini, Indonesia mengajak mitra Co-Branding Wonderful Indonesia, yaitu JAVARA Indonesia, yang membawa produk lokal organik dan ramah lingkungan. JAVARA telah membina lebih dari 50.000 petani dan mengangkat produk pertanian lokal serta mengangkat kembali tanaman-tanaman yang hampir punah.

Asisten Deputi Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati menatakan, keikutsertaan Kemenpar di acara ini bukan saja untuk menarik turis kuliner di salah satu Target HUB yang ditetapkan Menpar (Thailand, Singapore dan Malaysia), tetapi juga memperkuat jaringan melalui stakeholders gastronomi ASEAN dan global. Tentunya untuk kepentingan promosi melalui wisata gastronomi. Menurutnya, segala cara perlu diusahakan untuk pencapaian target wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sejak awal sangat jeli menangkap pergerakan tren motivasi wisatawan dunia, kemudian membentuk Tim Percepatan khusus untuk menyikapi dan memposisikan Indonesia di peta pariwisata gastronomi dunia, serta memimpin di regional.

“Untuk meraih hasil yang luar biasa, maka perlu dilakukan usaha yang tidak biasa. Itu sebabnya mengapa saya membentuk Tim Percepatan dan memilih professional yang tepat untuk membuat terobosan dan memperluas jaringan demi kepentingan promosi pariwisata kita,” ungkapnya.

Menpar Arief menegaskan, ASEAN Gastronomy Network pun datang dari inisiatif Indonesia yang disampaikan di Gastronomy Conference ATF 2018. Kemudian terus ditindaklanjuti bersama dengan Thailand yang menjadi penanggungjawab. “Saya bangga dengan capaian kita dalam mengembangkan wisata gastronomi. Ini perlu ditingkatkan terus hingga menjadi salah satu motivasi kedatangan wisatawan ke Indonesia,” tandasnya.
(akn)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
1 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
2 jam yang lalu
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
2 jam yang lalu
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
2 jam yang lalu
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
3 jam yang lalu
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved