Wrangler Luncurkan Koleksi Denim Baru yang Lebih Ramah Lingkungan

Jum'at, 14 Juni 2019 - 17:30 WIB
Wrangler Luncurkan Koleksi...
Wrangler Luncurkan Koleksi Denim Baru yang Lebih Ramah Lingkungan
A A A
JAKARTA - Wrangler telah meluncurkan jenis denim baru yang inovatif. Koleksi ini diklaim tanpa limbah air yang biasanya dihasilkan dari teknik pewarnaan konvensional. Untuk membuat satu celana jeans, diperlukan ribuan liter air. Metode berulang dan kering yang biasanya digunakan dalam pembuatan celana jeans menggunakan banyak tong air besar yang kemudian dibuang setelah digunakan.

Dilansir dari Independent, label asal Amerika tersebut telah berhasil menciptakan proses berkelanjutan baru dalam upaya untuk memerangi konsekuensi lingkungan dari limbah. Teknik baru ini bernama Indigood yang diciptakan dalam kemitraan dengan Texas Tech University dan pabrik kain Spanyol di Valencia, Tejidos Royo.

Indigood bekerja dengan cara menggantikan air dengan busa untuk mentransfer pewarna ke benang, sehingga menggunakan energi 60% lebih sedikit daripada metode pencelupan denim tradisional. Wrangler mengklaim bahwa Indigood adalah cara paling berkelanjutan untuk mewarnai denim.

Brand tersebut telah menciptakan sembilan buah denim menggunakan teknik Indigood, termasuk jaket, kemeja dan celana jins lurus klasik. Sembilan koleksi tersrbut akan menjadi bagian dari koleksi ikon musim gugur/dingin tahun 2019. Sementara, untuk harganya berkisar dari 80—130 poundsterling.

Dalam sebuah pernyataan, Wrangler menjelaskan bagaimana industri denim tertinggal dalam hal membuat perubahan manufaktur utama untuk mengurangi dampak lingkungannya. Dikatakan, meski ada perubahan bertahap menuju kenyamanan dan keberlanjutan, selama 150 tahun terakhir, industri denim baru saja memiliki beberapa inovasi inovatif.

“Di antaranya adalah penemuan pewarna sintetis, yang memungkinkan kain pewarna nila seperti denim menjadi mode dan pakaian kerja utama. Tapi, sejak diperkenalkannya indigo sintetis pada tahun 1897, tidak ada inovasi yang benar-benar merevolusi industri ini, sampai sekarang," kata brand tersebut.

Wrangler, yang berada di bawah naungan Kontoor Brands, berharap bahwa merek denim lainnya akan mengadopsi teknik pewarnaan busa baru dan mengungkapkan bahwa itu bekerja dengan pabrik denim di seluruh Asia dan Amerika Utara untuk meluncurkan teknologi ini dalam skala yang lebih besar. Label denim Lee, juga di bawah naungan Kontoor, sudah berencana untuk mengadopsi teknik itu.
(alv)
Berita Terkait
Inilah Trend Fashion...
Inilah Trend Fashion 2022
Melihat Fashion Show...
Melihat Fashion Show Kain Tenun di Tengah Sawah di Mamasa
Gandeng Putri Zulhaf,...
Gandeng Putri Zulhaf, Ayu Dyah Maju di London Fashion Week Spring Summer
Intip Strategi Fashion...
Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi
Bali Fashion Trend 2023...
Bali Fashion Trend 2023 Masuki Era Baru, Hadirkan Wastra Kekinian
Inspirasi Tampil Feminin...
Inspirasi Tampil Feminin untuk Hijaber ala Laudya Cynthia Bella
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
6 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
6 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
6 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
7 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
7 jam yang lalu
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved