Marlon James Tak Pernah Mau Menulis di Rumah Sendiri

Minggu, 23 Juni 2019 - 09:37 WIB
Marlon James Tak Pernah...
Marlon James Tak Pernah Mau Menulis di Rumah Sendiri
A A A
Sebagai penulis, Marlon James mendapatkan inspirasi dari berbagai hal. Seperti dari Greek Tragedy, serial The Affair, dan berbagai hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Khusus untuk karya terbarunya, Game of Throne versi Afrika ini, dia mendapatkan inspirasi dari serial televisi The Affair yang tayang di Showtime.

Dia mendapatkan inspirasi ini seusai berbicara di telepon dengan Melina Matsoukas, sutradara serial tersebut. Kemudian karya terbarunya pun dibuat trilogi yang diberi nama Dark Star. Novel pertamanya, Black Leopard, Red Wolf, baru saja dirilis Februari lalu.

Dikutip dari Vanity Fair, inspirasi juga datang dari penulis besar seperti Ursula Le Guin yang dinilai mendorong gagasan fiksi ilmiah atau fiksi spekulatif dapat menjadi ruang untuk menjadi benar-benar bijaksana serta eksplorasi ide. “Saya pikir dia tidak tertandingi. Dia adalah seorang novelis yang hebat dan penginjil yang hebat untuk novel itu. Earthsea dan The Dispossessed adalah pengaruh yang sangat besar,” tuturnya.

Selain itu, Marlon terinspirasi berbagai bacaan atau literatur Yunani. Dia juga megaku dapat menulis hampir di mana saja. Kecuali di apartemennya sendiri. “Saya memiliki kantor yang berfungsi penuh di rumah yang belum pernah saya masuki. Di sini ada komputer, printer, pemindai, dan sarang laba-laba,” ucapnya.

Dia hanya perlu bersepeda 10 menit ke ruang kerjanya di Stevens Square, Minneapolis. Di sini dia menyimpan beberapa buku yang paling memicu inspirasi. Dari fiksi spekulatif karya Ursula K Le Guin hingga trilogi The Oresteia karya Aeschylus. Dinding-dindingnya dipenuhi penelitian untuk trilogi Dark Star miliknya.

Dia tidak bisa kerja di rumah karena mungkin membutuhkan perbedaan antara ruang kerja dan rumah. Dia juga menilai terlalu banyak gangguan di rumahnya. Novel keduanya, The Book of Night Women (2009) ditulis saat dia sedang tur untuk novel pertamanya, John Crow’s Devil’ (2005). Lalu novel ketiganya, A Brief History of Seven Killings, (2014) ditulis hampir di setiap kafe di Minneapolis.

Salah satu hal yang ikut membantu dan selalu ada ketika dia menulis adalah musik. Ketika menulis, James mengaku selalu ditemani alunan musik seperti Spanish Key dan seluruh album ”Bitches Brem” milik Miles Davis. Dia juga mendengarkan Stereolab, Kraftwerk, German Krautrock, Earth and Sunn O))), dan Sleep.
(don)
Berita Terkait
Denny JA: Hanya Penulis...
Denny JA: Hanya Penulis Divisi Satu yang akan Bertahan di Era Artificial Intelligence
Gusur Adhikarya, Penulis...
Gusur Adhikarya, Penulis Novel Lupus Meninggal Dunia
Penulis Novel Lupus...
Penulis Novel Lupus Hilman Hariwijaya Meninggal Dunia
Teguh Esha, Penulis...
Teguh Esha, Penulis Novel Ali Topan Anak Jalanan Meninggal Dunia
Nikahi Wanita Penulis...
Nikahi Wanita Penulis Penulis Novel Erotis, Uskup Spanyol Dilucuti Kekuasaannya
4 Penulis Novel Stensilan...
4 Penulis Novel Stensilan Indonesia dan Karya-Karyanya
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
9 jam yang lalu
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
9 jam yang lalu
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
10 jam yang lalu
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 jam yang lalu
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
11 jam yang lalu
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved