Taylor Swift Kecam Scooter Braun Rebut Musiknya

Selasa, 02 Juli 2019 - 11:24 WIB
Taylor Swift Kecam Scooter...
Taylor Swift Kecam Scooter Braun Rebut Musiknya
A A A
NEW YORK - Taylor Swift mengungkap tentang hubungan sulitnya dengan manajer musik Scooter Braun yang baru-baru ini membeli bekas label rekamannnya dan dengan itu memiliki semua musik lamanya.

Pekan ini muncul kabar bahwa Braun yang menjadi manajer sejumlah musisi termasuk Ariana Grande, Justin Bieber, dan Kanye West mengakuisisi label Big Machine Label Group milik Scott Borchetta dalam kesepakatan bernilai USD300 juta.

Penyanyi berusia 29 tahun itu memiliki kata-kata yang keras tentang kesepakatan Braun itu. “Semua yang dapat saya pikirkan tentang itu adalah intimidasi manipulatif tak henti-hentinya yang saya terima di tangannya selama bertahun-tahun,” kata Taylor Swift, dilansir Daily Mail.

Penyanyi itu kemudian menyebut kerja samanya dengan Kim Kardashian pada Juli 2016 dan cameo yang tak diinginkan dalam video musik Kanye West untuk Famous sebagai intimidasi yang dia alami. “Seperti saat Kim Kardashian mengatur cuplikan panggilan telepon yang direkam secara ilegal untuk dibocorkan dan kemudian Scooter membuat dua kliennya mengintimidasi saya secara online tentang itu,” kata Swift sambil mengunggah foto.

Foto itu adalah screenshot posting Instagram Justin Bieber dari Agustus 2016 saat dia menulis Facetiming Scooter dan Kanye dengan tulisan ‘Taylor swift apa’.

Melalui Tumblr, Swift menggambar lingkaran di sekitar wajah Braun dengan tulisan hitam, “Ini Scooter Braun, mengintimidasi saya di media sosial saat saya pada titik terendah saya. Dia memiliki semua musik yang pernah saya buat.”

Swift melanjutkan postingnya sambil mengatakan, “Atau saat kliennya, Kanye West, mengorganisir video musik balas dendam porno yang menunjukkan tubuh saya telanjang.”

“Sekarang Scooter telah menelanjangan karya seumur hidup saya, yang saya tidak mendapat peluang untuk membeli. Warisan musik saya ini di tangan seseorang yang mencoba membongkarnya,” kata Swift.

Swift menyatakan Scooter mengambil alih musik lamanya adalah mimpi buruknya. Dia menjelaskan, dia selalu ingin memiliki musiknya tapi dia memasuki dunia musik pada umur 15 tahun dan tak dapat berjuagn untuk dirinya sendiri.

Dia menandatangani kontrak dengan Big Machine Records dan tahu bahwa saat Borchetta menjual label itu, dia menjual warisannya. Tapi dia tidak pernah berpikir itu dijual pada perusahaan Braun, Ithaca Holdings LLC.

Big Machine Records memiliki rekaman masternya dari album penjuala nterbaiknyap ada era 2000-an, Fearless, hingga yang terbaru Reputation. Semua album pertama 'Taylor Swift' (2006) merupakan album nomor satu dan semuanya memenangkan penghargaan platinum dengan laba besar masuk ke label Borchetta.

”Ini skenario kasus terburuk saya. Ini apa yang terjadi saat kamu menandatangani kesepakatan pada umur 15 tahun pada seseorang yang istilah ‘kesetiaan’ jelas hanya konsep kontraktual. Dan saat pria itu mengatakan ‘Musik memiliki nilai’, itu berarti nilai itu milik pria yang tidak menjadi bagian dari penciptaan itu,” ujar Swift.

Dengan pembelian itu, Braun akan mendapat enam album Swift yang dirilis hingga sekarang, serta musik Reba McEntire, Sheryl Crow, Florida Georgia Line, Thomas Rhett, Rascal Flatts, dan Lady Antebellum, menurut Bloomberg.

Swift menilai pembelian itu mengkhianati label lamanya. “Tak pernah ada dalam mimpi terburuk saya bahwa saya bayangkan pembelinya adalah Scooter,” kata dia.

“Setiap saat Scott Borchetta mendengar kata Scooter Braun keluar dari bibir saya, itu saat saya menangis atau mencoba untuk tidak menangis. Dia tahu apa yang dia lakukan: Mereka berdua melakukannya. Mengontrol seorang wanita yang tidak ingin dikaitkan dengan mereka. Secara langsung. Itu berarti selamanya,” tulis Swift.

Pada 2018, Swift menandatangani kontrak dengan Republic Records, label di bawah Universal Music Group. “Syukur, saya sekarang menandatangani label yang yakin saya harus memiliki semua yang saya buat. Terima kasih, saya meninggalkan masa lalu saya di tangan Scott dan bukan masa depan saya,” kata dia.

“Semoga, para musisi dan anak muda dengan mimpi musikal akan membaca ini dan belajar tentang bagaimana melindungi diri lebih baik dalam negosiasi. Anda berhak memiliki karya yang Anda buat,” ujar Swift yang album barunya Lover akan diluncurkan pada 23 Agustus. (Muh Shamil)

(nfl)
Berita Terkait
Universitas di Australia...
Universitas di Australia Adakan Simposium Ilmiah Soal Pengaruh Taylor Swift
Rayakan Ultah Ke-31,...
Rayakan Ultah Ke-31, Taylor Swift Rilis Remix Lagu Terbarunya Willow
Gegara Ancaman Teroris,...
Gegara Ancaman Teroris, Taylor Swift Batal Konser 3 Hari di Wina
10 Lagu Terbaik Taylor...
10 Lagu Terbaik Taylor Swift dalam Album The Tortured Poets Department
Ini yang Dilakukan Taylor...
Ini yang Dilakukan Taylor Swift Saat Karantina
Lagu Taylor Swift Dibuat...
Lagu Taylor Swift Dibuat Ulang oleh Band Misterius, Penggemar Pecahkan Misterinya
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
2 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
3 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
3 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
4 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
4 jam yang lalu
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
4 jam yang lalu
Infografis
Setekah Perang Sengit,...
Setekah Perang Sengit, Rusia Akhirnya Rebut New York dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved