Kecemasan pada Anak-Anak Picu Pikiran untuk Bunuh Diri

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 10:30 WIB
Kecemasan pada Anak-Anak...
Kecemasan pada Anak-Anak Picu Pikiran untuk Bunuh Diri
A A A
JAKARTA - Depresi, kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif (OCD) menjadi alasan utama mengapa anak-anak berpikir tentang bunuh diri. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Suicide Research mengungkapkan faktor-faktor yang dapat memicu gagasan bunuh diri pada kelompok usia pra-remaja.

"Pada anak laki-laki itu adalah gejala depresi sebelumnya yang menentukan ide bunuh diri berikutnya, sedangkan pada anak perempuan itu adalah kombinasi dari gejala kecemasan, OCD dan situasi sosial ekonomi keluarga," kata Nuria Voltas dari Universitas Rovira I Virgili di Spanyol seperti dilansir dari Times Now News.

Para peneliti mempelajari sekelompok 720 anak laki-laki dan 794 perempuan yang belajar di 13 sekolah di Reus. Mereka dipantau selama tiga periode perkembangan sesuai dengan kelompok umur 10 tahun, 11 tahun dan 13 tahun.

Pada awal penelitian, para siswa menjawab serangkaian tes psikologis yang digunakan untuk mendeteksi yang mana dari mereka yang menunjukkan gejala emosional yang berkaitan dengan depresi, kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Dari tanggapan mereka, dua kelompok diciptakan, satu kelompok berisiko masalah emosional dan kelompok kontrol.

Menurut para peneliti, angkanya cukup stabil. Selama periode pertama, 16% siswa menyatakan bahwa mereka telah memikirkan bunuh diri, 33% di antaranya menyatakan hal yang sama satu tahun kemudian. Dalam periode kedua dan ketiga, ide-ide bunuh diri diungkapkan oleh 18% dari siswa yang disurvei.

Risiko bunuh diri ditentukan dalam wawancara pribadi dan hadir pada 12,2% anak-anak dengan usia rata-rata 11 tahun. Meskipun tidak ada perbedaan antara jenis kelamin, keparahan perilaku bunuh diri lebih besar pada anak laki-laki.

"Hasil kami akan memungkinkan kami untuk memiliki kontrol yang lebih besar atas aspek khusus ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan pada masa pra-remaja, yang akan melalui periode kerentanan yang cukup besar," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Aksi Bikin Onar Yudo...
Aksi Bikin Onar Yudo Andreawan di Tempat Umum, Apa Kata Ahli Kesehatan Mental?
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
13 Tanda Seseorang Miliki...
13 Tanda Seseorang Miliki Masalah Kesehatan Mental
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Jakarta Childrens Growth...
Jakarta Children's Growth Center dan Jakarta Adult Psychology Center One Stop Solution Kesehatan Mental
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental dengan Cerdik, Begini Caranya
Berita Terkini
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
14 menit yang lalu
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
47 menit yang lalu
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
51 menit yang lalu
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
59 menit yang lalu
Ruben Onsu Pertimbangkan...
Ruben Onsu Pertimbangkan Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved