Diet, Wanita Tak Disarankan Puasa Lebih dari 14 Jam

Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:32 WIB
Diet, Wanita Tak Disarankan...
Diet, Wanita Tak Disarankan Puasa Lebih dari 14 Jam
A A A
NEW DELHI - Para orang tua selalu mengatakan bahwa sarapan adalah makanan terpenting hari ini dan saat Anda memikirkannya, itu cukup masuk akal. Secara harfiah, sarapan berarti "berbuka puasa" di pagi hari karena Anda belum makan apapun sejak malam.

Saat memulai hari tanpa sarapan yang layak, Anda cenderung menjadi lemas karena tubuh kekurangan energi . Oleh karena itu, tidak dapat disangkal bahwa sarapan memang makanan yang sangat penting untuk memulai hari.

Sementara, orang-orang yang mengikuti puasa intermiten menunda sarapan sampai siang hari. Bahkan, lebih lama dari itu. Untuk mengikuti puasa intermiten, seseorang biasanya puasa selama 15-18 jam dan 8-6 jam sisanya dapat digunakan untuk mengonsumsi apa saja yang disukainya.

Ahli Nutrisi dan Makanan Anupama Menon menagatakan sarapan adalah makanan yang sangat penting. “Saya tidak pernah melewatkan sarapan saya sebagai seorang anak karena itu memberi saya energi untuk hari itu,” kata Anupama seperti dilansir Times of India.

“Puasa intermiten pada dasarnya berarti melewatkan sarapan. Meskipun kita tidak dapat menjamin fakta bahwa itu sepenuhnya salah, setiap orang harus mencoba apa yang berfungsi untuk tubuhnya,” tambah dia.

Anupama menggarisbawahi pentingnya menjaga perasaan, setelah mengikuti puasa intermiten. Jika Anda telah puasa selama seminggu atau lebih dan Anda masih merasa lelah dan pencernaan menjadi berantakan, Anda harus berhenti berpuasa selama 16 jam dan melakukan 14 jam sebagai gantinya. Jika Anda berpikir bahwa 14 jam tidak cocok untuk Anda, Anda perlu menurunkannya menjadi 12 jam.

Apa sebenarnya puasa intermiten ? Puasa intermiten tidak hanya puasa 16 jam. Itu bisa bervariasi antara 8 jam-18 jam, berdasarkan kenyamanan seseorang.

Keberlanjutan sangat penting untuk diet apapun. Jika Anda memasuki puasa intermiten atau melewatkan sarapan, Anda perlu memahami seberapa berkelanjutan hal itu.

Untuk mencapai tujuan, Anda harus tetap di jalur untuk waktu yang lama atau selamanya untuk mempertahankan manfaat kesehatan. Jadi, putuskan dengan bijak sebelum Anda melakukan sesuatu.

Lalu, kenapa sarapan itu penting? Sarapan bisa membantu orang berpikir lebih baik dan membantu tetap lebih focus. (Baca juga: 7 Hal Penting yang Baiknya Diketahui Saat Menyusui ).

Anupama Menon juga berbicara tentang bagaimana puasa intermiten yang ekstrim dapat mempengaruhi siklus menstruasi secara negatif. "Puasa lebih dari 14 jam puasa tidak direkomendasikan untuk wanita karena dapat menunda menstruasi dan meningkatkan risiko kecemasan dan depresi," jelasnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
1 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
1 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
2 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
2 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
3 jam yang lalu
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
3 jam yang lalu
Infografis
Lebih Sehat dari Makanan...
Lebih Sehat dari Makanan Lain, Berikut Clean Eating dan Real Food
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved