Mulai Sadar, Jakarta Fashion Week Bakal Hadirkan Sustainable Fashion

Kamis, 12 September 2019 - 04:27 WIB
Mulai Sadar, Jakarta...
Mulai Sadar, Jakarta Fashion Week Bakal Hadirkan Sustainable Fashion
A A A
JAKARTA - Industri fesyen kerapkali disebut sebagai industri yang paling banyak mencemari lingkungan. Di balik glamornya industri ini, pakaian yang dikenakan melewati berbagai proses panjang yang mencemari lingkungan.

Menurut data dari Ellen MacArthur Foundation, badan yang fokus mempelajari polusi industri mode, limbah bisnis busana di dunia dapat mencapai USD500 miliar per tahun. Hal ini kemudian memunculkan beberapa usulan kebijakan ramah lingkungan, salah satunya dengan mengolah kembali kain perca menjadi komponen yang bermanfaat.

Di Indonesia, sudah banyak desainer yang menerapkan konsep sustainable fashion yakni dengan melakukan prinsip zero waste pattern, mengurangi pembuangan kain sisa. Seperti halnya para desainer Tanah Air yang akan tampil di pekan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week (JFW) 2020.

"Kita ada beberapa show yang memang berkaitan dengan sustainable fashion. Kita ada desainer Sejauh Mata Memandang. Dia akan membuat sebuah koleksi dari sisa koleksi sebelumnya jadi untuk meminimalisir waste," kata Direktur Jakarta Fashion Week, Lenni Tedja saat jumpa pers di Senayan City, Jakarta, Rabu (11/9).

Meski belum 100 persen sustainable fashion, Lenni menuturkan bahwa desainer Indonesia secara perlahan sudah mulai mengusung konsep tersebut. Hal ini terlihat dari penggunaan warna alami hingga penggunaan kembali sisa koleksi untuk menjadi sebuah koleksi baru.

"Dia desainer yang sudah mengaplikasikan suistainable fashion walaupun belum 100 persen. Oleh karena itu, kita memberikan statement beginning suistainable fashion. Setidaknya desainer Indonesia sudah mulai sustainable fasion," ungkapnya.

Koleksi-koleksi sustainable fashion tersebut dapat disaksikan di gelaran JFW 2020 yang akan digelar 19-25 Oktober 2019 di Senayan City, Jakarta.

"Kita belum berani bilang desainer kita mengaplikasikan sustainable tapi sudah mulai sadar ke arah situ. Seperti pakai pewarna alam dan lain-lain," pungkasnya.
(nug)
Berita Terkait
Jakarta Fashion Week...
Jakarta Fashion Week 2027 Hadirkan Perspektif Baru Lewat Lepas, Simbol Gaya Hidup Masa Depan
Sejauh Mata Memandang...
Sejauh Mata Memandang Jadi Dewi Fashion Knight di JFW 2021
Jakarta Fashion Week...
Jakarta Fashion Week Gelar Revival Fashion Festival 2020
naPocut, Bigissimo,...
naPocut, Bigissimo, dan 4season Hijab Usung Momentum Of Spark di JFW 2024
Jakarta Fashion Week...
Jakarta Fashion Week 2026, Kolaborasi Kreatif Desain Interior dan Fesyen
KALA Studio Tampilkan...
KALA Studio Tampilkan 'Sentimental Fluid': Perjalanan Emosi Melalui Warna di JFW 2025
Berita Terkini
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
8 jam yang lalu
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
8 jam yang lalu
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
10 jam yang lalu
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
10 jam yang lalu
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
10 jam yang lalu
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved