Jaga Kelezatan Kuliner Indonesia, Bango Gaungkan Program Petani Muda

Jum'at, 27 September 2019 - 09:09 WIB
Jaga Kelezatan Kuliner...
Jaga Kelezatan Kuliner Indonesia, Bango Gaungkan Program Petani Muda
A A A
JAKARTA - Bango memperkenalkan Program Petani Muda sebagai upaya mendorong regenerasi petani agar kelezatan asli kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi. Seluruh pecinta kuliner juga dapat menunjukkan dukungan mereka terhadap program ini dengan bergabung dalam gerakan Petani untuk Indonesia yang disebarluaskan Bango melalui kemasan khusus Cita Mallika.

Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia Tbk, Hernie Raharja mengungkapkan bahwa penerapan prinsip pertanian yang berkelanjutan, salah satunya melalui regenerasi petani, kini semakin dibutuhkan.

"Petani yang tidak teregenerasi dapat menyebabkan penyusutan lahan serta penurunan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian. Jika bahan pangan yang berkualitas jumlahnya semakin terbatas, maka akan sulit pula bagi kita untuk terus menikmati dan melestarikan aneka kuliner khas Indonesia yang selalu kita banggakan," paparnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam jangka waktu dua tahun (2016-2018), penurunan jumlah petani di Indonesia nyatanya cukup signifikan, yaitu sebanyak 4 juta petani, yang salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya regenerasi petani. 65 persen dari jumlah petani di Indonesia kini berusia di atas 45 tahun, dengan produktivitas yang relatif rendah.

Sementara di wilayah pedesaan, hanya sekitar 4 persen anak muda berusia 15-23 tahun yang tertarik bekerja menjadi petani, sisanya memilih bekerja di sektor industri, sektor industri kecil-menengah atau sektor informal kota, karena dipandang lebih potensial untuk menjamin kesejahteraan di masa depan.

Berkolaborasi dengan The Learning Farm Indonesia, program ini secara bertahap akan memberikan pembinaan intensif bagi 30 hingga 40 petani muda potensial tentang keterampilan hidup lewat pendidikan bercocok tanam yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan. Kesempatan ini juga akan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan.

“Selama 100 hari, seluruh peserta akan mendapatkan 60 persen materi pertanian yang terbagi dalam empat kelompok besar yaitu tanah, budidaya tanaman-perikanan dan ternak, pemupukan dan pengendalian hama, serta analisa usaha tanam. 40 persen materi lainnya, berfokus pada pengembangan soft skills seperti manajemen waktu dan keuangan, entrepreneurship, healthy lifestyle, Bahasa Inggris, komputer, dan komunikasi," terang Executive Director The Learning Farm Indonesia, Nona Pooroe Utomo.

"Nantinya, kami harap para peserta akan mampu menyebarluaskan ilmunya dan menginspirasi lebih banyak generasi muda di kampung halaman mereka untuk menjadikan bertani sebagai pilihan profesi yang menjanjikan," lanjutnya.

Percaya bahwa semangat mendorong regenerasi petani akan membawa dampak yang lebih besar melalui upaya bersama, Bango mengajak masyarakat untuk mendukung program ini melalui Bango kemasan khusus Cita Mallika yang setiap kemasannya akan berikan pelatihan tani untuk pemuda Indonesia. Bango kemasan khusus Cita Mallika didesain fashion designer Indonesia, Didiet Maulana.

"Perjalanan mengunjungi para petani Mallika di Desa Lendah, Kulon Progo, membukakan mata saya pada sebuah brand yang dibangun dengan cinta. Pemilihan warna, karakter visual dari tenun, dan cerita yang saya dapatkan dari perjalanan ini tertuang dalam motif Cita Mallika," kata Didiet Maulana.

Selain itu, di balik kemasan juga tertera kisah-kisah inspiratif dari empat petani kedelai hitam Mallika yang ditulis ulang penulis kenamaan, Dee Lestari. "Tulisan ini saya beri tema Dari Tanah Tani ke Piring Saji, berupa prosa singkat mengenai suka duka, perjuangan, dan mimpi mereka. Untuk lebih menggugah pecinta kuliner agar mendukung program ini, mereka dapat membaca cerita semidokumenter yang saya tulis lebih lengkap di bango.co.id," tutur Dewi.

Melalui program ini, diharapkan regenerasi petani dapat tercapai karena generasi muda akan memiliki kepercayaan diri dan minat lebih tinggi terhadap profesi bertani. "Dengan regenerasi yang terjaga, ketersediaan bahan pangan akan ikut terjamin dan pelestarian kelezatan asli kuliner Indonesia dapat terus dilakukan," tutup Hernie.
(nug)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Wisata Kuliner di...
5 Wisata Kuliner di Solo dan Sekitarnya, Sayang kalau Dilewatkan
Berita Terkini
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
1 jam yang lalu
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
1 jam yang lalu
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
2 jam yang lalu
Viral! Shakira Sapa...
Viral! Shakira Sapa Penggemar Pakai Bahasa Korea usai Bertemu BTS
3 jam yang lalu
Tak Ada Persiapan Khusus,...
Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
3 jam yang lalu
MNCTV Buka Audisi KDI...
MNCTV Buka Audisi KDI 2026 dan DMD Panggung Rezeki di Klaten, Kesempatan Wujudkan Mimpi Jadi Bintang Dangdut
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved