Tidur Kurang dari 6 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

Jum'at, 04 Oktober 2019 - 17:30 WIB
Tidur Kurang dari 6...
Tidur Kurang dari 6 Jam Sehari Tingkatkan Risiko Terkena Kanker
A A A
JAKARTA - Tidur sesuai dengan porsinya sangat baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan mereka yang menderita tekanan darah tinggi, diabetes tipe-2, penyakit jantung atau stroke bisa berisiko tinggi terkena kanker dan kematian dini jika tidur kurang dari enam jam sehari.

"Studi kami menunjukkan bahwa mencapai tidur normal mungkin melindungi bagi beberapa orang dengan kondisi dan risiko kesehatan ini," kata pemimpin studi Julio Fernandez-Mendoza dari Penn State Health, Milton S. Hershey Medical Center di Hershey di Pennsylvania, AS.

"Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa apakah meningkatkan dan meningkatkan tidur melalui terapi medis atau perilaku dapat mengurangi risiko kematian dini," tambah Fernandez-Mendoza.

Dilansir dari Times Now News, untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 1.600 orang dewasa yang dikategorikan ke dalam dua kelompok yang memiliki tekanan darah tinggi tahap 2 atau diabetes tipe-2 dan memiliki penyakit jantung atau stroke.

Peserta dipelajari di laboratorium tidur selama satu malam dan kemudian para peneliti melacak penyebab kematian mereka hingga akhir 2016. Para peneliti menemukan bahwa dari 512 orang yang meninggal, sepertiga meninggal karena penyakit jantung atau stroke dan seperempat meninggal karena kanker.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes dan tidur kurang dari enam jam memiliki dua kali peningkatan risiko meninggal akibat penyakit jantung atau stroke. Ditemukan juga bahwa orang yang menderita penyakit jantung atau stroke dan tidur kurang dari enam jam memiliki tiga kali peningkatan risiko kematian akibat kanker. Temuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association.

Penelitian juga menunjukkan bahwa meningkatnya risiko kematian dini untuk orang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes dapat diabaikan jika mereka tidur lebih dari enam jam. "Durasi tidur pendek harus dimasukkan sebagai faktor risiko yang berguna untuk memprediksi hasil jangka panjang dari orang-orang dengan kondisi kesehatan ini dan sebagai target praktik klinis utama dan khusus," tutur Fernandez-Mendoza.
(alv)
Berita Terkait
Ini 10 Gejala Kanker...
Ini 10 Gejala Kanker Paru-Paru yang Paling Umum Terjadi
Kolaborasi untuk Tanggulangi...
Kolaborasi untuk Tanggulangi Beban Kesehatan akibat Kanker
Modifikasi Gaya Hidup...
Modifikasi Gaya Hidup Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara
Pengobatan Kanker Bersifat...
Pengobatan Kanker Bersifat Personal, Tergantung Diagnosa
Malu Dikira Alami Penyakit...
Malu Dikira Alami Penyakit Menular Seks, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Lidah
Kenali Gejala Kanker...
Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Berita Terkini
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
30 menit yang lalu
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
3 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
4 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
5 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
7 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
19 jam yang lalu
Infografis
2 Jam Istirahat dalam...
2 Jam Istirahat dalam Sehari, Berikut 4 Hewan yang Jarang Tidur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved