Tina Toon: Selalu Cermat saat Membaca Berita di Medsos

Minggu, 06 Oktober 2019 - 11:15 WIB
Tina Toon: Selalu Cermat...
Tina Toon: Selalu Cermat saat Membaca Berita di Medsos
A A A
JAKARTA - Salah satu artis yang masuk menjadi anggota dewan yakni Tina Toon. Mantan penyanyi cilik ini menduduki posisi anggota DPRD DKI Jakarta. Kebanggaannya menjadi wakil rakyat ini juga turut diimbangi dengan sikapnya di media sosial yang memberikan contoh baik dalam menyikapi isu di media sosial.

Sebab, Tina sangat paham dengan buzzer politik yang ada di media sosial. Bagi Tina, buzzer politik terdapat dua macam. Akun untuk menyebarkan informasi ke media sosial, tapi sumbernya dari media kredibel atau dari portal berita yang terkemuka yang tepercaya dan tanpa diedit.

Jika seperti itu, sosialisasikan sesuatu yang memang penting untuk masyarakat. Namun, Tina jengkel dengan akun buzzer yg menyebarkan hoaks, mengedit berita jadi hoaks lalu disebarkan. "Menurut saya, itu bahaya karena ketika masyarakat terkena hoaks, mereka dapat percaya sehingga khawatir menyebarkan ke lingkupnya. Itu dapat membuat menjadi heboh dan menjadi kekhawatiran banyak orang," ungkap Tina.

Dengan begitu, Tina selalu tidak bosan-bosannya mengimbau siapa pun untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi sebab setiap orang kini memiliki media sosial sehingga semua bisa jadi sumber berita dan memberitakan apa pun. "Kalau saya, kalau dapat informasi atau berita, cek dulu di Google. Ketik beritanya dan dapat dilihat muncul tidak itu di portal berita yang tepercaya," ucap Tina memberi saran.

Setelah itu, lanjutnya, tidak lupa juga membaca isi berita bukan hanya judul, lalu dibandingkan. Tidak jarang juga Tina kerap menganalisis hoaks atau bukan. Jika dirasa berita itu penting untuk diinfokan ke orang lain, dapat disebarkan dengan penjelasan.

"Tapi, kalau merasa itu tidak penting, hanya membuat ribut , panik, atau heboh, ya tidak perlu. Jadi, harus lebih teliti, bijak, dan bawaannya damai, jangan panas," ungkap Tina.

Penggiat media sosial Ismail Fahmi menjelaskan, buzzer sudah mulai dikenal sejak 10 tahun terakhir. Kasus yang terungkap akun trio macan. Buzzer banyak hadir terutama saat pemilihan presiden. "Hal tersebut wajar karena adanya pendukung kubu calon presiden," sebutnya.

Namun, dia menyayangkan jika saat pemerintahan berjalan buzzer masih ada, seharusnya buzzer dibubarkan. Ismail menjelaskan, dalam komunikasi ada dua jenis buzzer, yakni public relation dan marketing. Public relation seperti perusahaan dengan kliennya jika ada masalah diperbaiki. Mendengarkan keluhan dari pengguna. Dalam konteks negara juga demikian, negara mendengarkan keluhan masyarakat kemudian mencari solusi.

Seharusnya negara mendengar rakyatnya kemudian memperbaiki program dan kebijakannya. Seperti perusahaan mendengar keluhan dari konsumennya. Buzzer untuk tujuan marketing selalu mempromosikan produk sekalipun jelek tetap dikatakan bagus. Jika ada keluhan, akan diserang agar tidak kelihatan supaya produknya terlihat unggul.

"Pola marketing diterapkan pada urusan negara. Pemerintahan tidak bisa dikritik. Jika ada kritik, langsung diredam, balik menyerang. Ini tidak sehat bagi demokrasi bangsa, sehingga tidak ada komunikasi antara pemerintah dan masyarakat," tegas Ismail.

Namun, pada dasarnya pemerintahan di seluruh dunia memang tidak ingin dikritik. Maka kecenderungan pemerintah membuat cyber group. Namun, disayangkan, para buzzer bukan membela negara, tetapi sosok. Seharusnya ketika pemerintahan berjalan lebih memilih membela negara, bukan perseorangan lagi. (Ananda Nararya)

(nfl)
Berita Terkait
Apa Kabar Titiek Puspa?...
Apa Kabar Titiek Puspa? Artis Era 50-an yang Masih Eksis
Kakek Marshanda Meninggal...
Kakek Marshanda Meninggal Dunia, Abadikan Momen Pertemuan Terakhir
Sang Nenek Berpulang,...
Sang Nenek Berpulang, Wulan Guritno: Selamat Jalan Cintaku
Ressa Herlambang Berduka,...
Ressa Herlambang Berduka, Ibunda Tercinta Meninggal Dunia
Ingat Meriam Bellina...
Ingat Meriam Bellina Bintang Catatan si Boy? Begini Kehidupannya Sekarang
Narkoba dan Selebritas
Narkoba dan Selebritas
Berita Terkini
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
6 jam yang lalu
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
6 jam yang lalu
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
6 jam yang lalu
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
6 jam yang lalu
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
8 jam yang lalu
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
10 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved