Depresi yang Tak Tertangani Berisiko Tinggi Picu Bunuh Diri

Selasa, 15 Oktober 2019 - 12:00 WIB
Depresi yang Tak Tertangani...
Depresi yang Tak Tertangani Berisiko Tinggi Picu Bunuh Diri
A A A
JAKARTA - Sekretaris PP Perhimpunan Dokter Spesiali Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr. Agung Frijanto mengatakan konsekuensi seseorang apabila depresi tak tertangani dapat meningkatkan risiko bunuh diri. Ia mengimbau masyarakat mampu melakukan upaya pencegahan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala depresi.

Gejala depresi dapat dilihat dari tiga aspek. Antara lain afek, kognitif, dan fisik. Gejala depresi pada afek dapat ditandai dengan sedih, hilangnya minat, iritabilitas, apatis, anhedonia, tidak bertenaga, tidak bersemangat, isolasi social, dan aniestas.

Gejala depresi secara kognitif dapat dicirikan dengan rendah diri, konsentrasi menurun, daya ingat menurun, ragu-ragu, rasa bersalah, ide bunuh diri. Selain itu, secara fisik dapat dilihat dari psikomotor menurun, fatigue, gangguan tidur, gangguan nafsu makan, dan hasrat seksual menurun.

''Puskesmas di layanan primer punya peran penting dalam pelayan jiwa. Dalam sistem rujukan JKN kita tempatkan di rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa,'' kata dr. Agung.

Setiap orang perlu meningkatkan kepedulian antar sesama. Peran keluarga sangan penting dalam hal mencegah depresi lebih parah. Tak hanya dalam keluarga, upaya pencegahan juga harus dilakukan di lingkungan lain seperti sekolah.

''Poinnya bagaimana memberikan pemahaman kepada orangtua dan guru-guru di sekolah dasar. Pada kondisi remaja atau SMP/SMA kita bisa melakukan deteksi dini, kita bagikan instrument atau daftar pertanyaan untuk mengetahui apakan remaja tersebut depresi atau tidak,'' ujar dr. Agung.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono menjelaskan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir perilaku bunuh diri karena depresi telah mencapai angka yang kritis. Secara global Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 800.000 orang meninggal setiap tahunnya atau sekitar 1 orang setiap 40 detik bunuh diri.

Tingkat prevalensi angka bunuh diri di negara berpenghasilan tinggi ternyata lebih tinggi dibandingkan di negara berpenghasilan rendah atau menengah (12,7%:11,2% per 100.000 populasi). Contoh tiga negara terbesar akan kasus bunuh diri per 100.000 populasi yaitu diantaranya Guyana, Korea dan Sri Lanka.

''Tetapi di Indonesia sendiri belum ada angka prevalensi nasional. Menurut penelitian dikatakan bahwa angka bunuh diri di kota Jakarta pada tahun 1995—2004 mencapai 5,8 per 100.000 penduduk. Begitupun laporan dari WHO di tahun 2010 menyebutkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6—1,8% per 100.000 jiwa,'' ucap dr. Anung.

Program pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sektor kesehatan di antaranya meningkatan kapasitas petugas kesehatan dan kader dalam bentuk deteksi dini, intervensi krisis, dan manajemen gangguan jiwa. Mengembangan klinik sehat jiwa di Puskesmas, pelatihan kader, serta pengembangan Posyandu Lansia Plus.
(alv)
Berita Terkait
Aksi Bikin Onar Yudo...
Aksi Bikin Onar Yudo Andreawan di Tempat Umum, Apa Kata Ahli Kesehatan Mental?
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
13 Tanda Seseorang Miliki...
13 Tanda Seseorang Miliki Masalah Kesehatan Mental
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Jakarta Childrens Growth...
Jakarta Children's Growth Center dan Jakarta Adult Psychology Center One Stop Solution Kesehatan Mental
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental dengan Cerdik, Begini Caranya
Berita Terkini
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
1 jam yang lalu
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
2 jam yang lalu
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
3 jam yang lalu
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
3 jam yang lalu
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
4 jam yang lalu
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
4 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved