Tinggalkan Istilah Asing, Saatnya Milenial Mencintai Bahasa Indonesia

Rabu, 13 November 2019 - 23:40 WIB
Tinggalkan Istilah Asing,...
Tinggalkan Istilah Asing, Saatnya Milenial Mencintai Bahasa Indonesia
A A A
JAKARTA - Belum lama ini, para Guru Besar Bahasa Indonesia dan internasional melakukan kongres di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kongres yang dihadiri 154 guru besar dan 31 delegasi perguruan tinggi itu membahas serta mendeklarasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah internasional.

Dengan memiliki populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia memberikan pengaruh yang banyak terhadap khazanah kebahasaan internasional. Sehingga, Indonesia mempunyai potensi untuk menginternasionalkan bahasanya.

"Ini adalah prakarsa luar biasa. Sebagai pencinta bahasa Indonesia, saya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih banyak kepada Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) dan delegasi Dewan Guru Besar serta pakar internasional," ujar dosen Institut Agama Islam Al-Ghurabaa Jakarta, Edi Sugianto dalam keterangannya, Rabu (13/11).

Menurut Edi, sebagaimana hasil diskusi pleno, terdapat beberapa alasan bahwa bahasa Indonesia layak menjadi bahasa ilmiah internasional. Pertama, hingga saat ini, bahasa Indonesia telah diajarkan di 45 negara. Kedua, telah memiliki kosa kata lebih dari 100.000 dan istilah keilmuan di berbagai disiplin ilmu. Ketiga, jutaan orang di berbagai negara, utamanya ASEAN telah memahami bahasa Indonesia dengan cukup baik.

Di samping itu, terdapat juga sejumlah negara yang mendukung bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa internasional, antara lain Vietnam, Thailand, Australia, Kanada, Rusia, dan Amerika, dan lain-lain. Sedikitnya ada 219 lembaga di 74 negara, di dalam negeri dan luar negeri.

"Anehnya, animo masyarakat dunia untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional kedua, ketiga, atau pun keempat adalah kontradiktif dengan semangat masyarakat Indonesia sendiri. Jangankan yang awam, selevel akademisi dan pengamat yang sering tampil di televisi pun lebih gemar mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, padahal tidak semua pendengar mengerti penjelasannya," sesal Edi.

Ironisnya lagi, akhir-akhir ini anak-anak milenial lebih menggandrungi istilah-istilah asing ketimbang bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di antara penyebabnya adalah pembelajaran bahasa Indonesia yang membosankan. Dengan demikian, para pendidik perlu memperhatikan aspek metodologi pembelajaran bahasa Indonesia, sehingga menjadi menyenangkan.

Menduniakan bahasa Indonesia, kata Edi, semestinya dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pemerintah juga harus menggalakkan kembali ajakan mengindonesiakan bahasa Indonesia.

Selain itu, diperlukan pula peran dari insan pers. Bahasa Indonesia dikenal secara luas tidak lepas peran media massa. Media bukan sekadar alat komunikasi dan informasi, namun juga mengusung misi pendidikan dan pencerdasan secara kolosal.

"Pelaku media wajib meneladankan penggunaan bahasa Indonesia yang benar dan menarik. Menguasai keterampilan berbahasa dan mematuhi kode etika jurnalistik merupakan tolak ukur media yang keren. Sebab, media massa memengaruhi pola pikir dan perilaku publik secara masif," pungkasnya.
(nug)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Mencari Asal Mula Penduduk...
Mencari Asal Mula Penduduk Kota Surabaya yang Beragam
Unesco Tetapkan Pantun...
Unesco Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia
Pendidikan Tidak Boleh...
Pendidikan Tidak Boleh Dipisahkan dari Kearifan Kebudayaan
Pembukaan Lembaga Pendidikan...
Pembukaan Lembaga Pendidikan Seni dan Budaya Bagi Anak-anak
Budaya Membaca Diklaim...
Budaya Membaca Diklaim Rendah, Ini 7 Bacaan Favorit Masyarakat Indonesia
Berita Terkini
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
8 jam yang lalu
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
8 jam yang lalu
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
10 jam yang lalu
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
11 jam yang lalu
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
11 jam yang lalu
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
12 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved