Diet Kopi, Ya atau Tidak?

Senin, 25 November 2019 - 12:32 WIB
Diet Kopi, Ya atau Tidak?
Diet Kopi, Ya atau Tidak?
A A A
NEW DELHI - Ada banyak mode diet yang bisa menarik perhatian orang dari waktu ke waktu. Pasalnya, hampir semua diet ‘berjanji’ untuk membantu menurunkan berat badan secara ekstra.

Sementara, ada beberapa diet yang dinilai berhasil dan yang lain diyakini memiliki dampak negatif pada kesehatan. Diet kopi misalnya. Bisakah seseorang mengkonsumsi kafein sepanjang hari, apa manfaat dan risiko kesehatan dari diet yang satu ini?

Seperti dilansir The Indian Express, menikmati beberapa cangkir kopi setiap hari dapat membatasi asupan kalori. Dalam buku The Coffee Lover’s Diet oleh Dr Bob Arnot, penulis mengklaim bahwa minum kopi beberapa kali setiap hari dapat meningkatkan metabolisme, membakar lebih banyak lemak, membatasi penyerapan kalori yang semua itu mengurangi nafsu makan.

Untuk menjalani diet ini, Anda harus minum minimal tiga cangkir kopi berkafein atau tanpa kafein, yang tidak boleh mengandung gula atau krim. Untuk sisa hari itu, Anda bisa makanan dan menikmati camilan rendah kalori dan lemak, dan kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.

Jika satu-satunya agenda adalah menurunkan berat badan, maka diet ini dapat membantu dalam dua cara, yakni dapat menekan nafsu makan dan dapat meningkatkan metabolisme.

Ketika nafsu makan ditekan, asupan kalori Anda juga akan rendah. Banyak ahli percaya kebenarannya. Mereka mengatakan minum kopi sebelum makan dapat membuat Anda makan lebih sedikit. Namun, penelitian lebih lanjut tentang hal ini harus dilakukan. (Baca juga: 3 Cara Menguji Kemurnian Madu ).

Dalam hal metabolisme, beberapa penelitian telah dilakukan di masa lalu untuk mengetahui hubungan tersebut. Dalam satu penelitian yang melibatkan 600 orang, para peneliti menemukan bahwa asupan kafein dikaitkan dengan penurunan berat badan, indeks massa tubuh, dan massa lemak.

Kelemahan utama diet kopi adalah kafein yang berlebihan dalam tubuh. Kafein dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, susah tidur dan sakit kepala. Tak perlu dikatakan bahwa diet ini tidak aman untuk jangka panjang, karenanya tidak ideal untuk penurunan berat badan.

Namun, jika Anda memilih untuk mencoba diet ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda terlebih dahulu. Mereka dapat menilai situasi Anda dengan lebih baik berdasarkan riwayat kesehatan Anda.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
9 jam yang lalu
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
10 jam yang lalu
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
11 jam yang lalu
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
11 jam yang lalu
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
11 jam yang lalu
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
12 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved