Pengembangan Pariwisata Wakatobi Harus Kedepankan Prinsip Konservasi

Selasa, 03 Desember 2019 - 03:36 WIB
Pengembangan Pariwisata...
Pengembangan Pariwisata Wakatobi Harus Kedepankan Prinsip Konservasi
A A A
JAKARTA - Berdasarkan laporan berjudul The Travel & Tourism Competitiveness Report, skor daya saing Indonesia pada 2019 mencapai 4,3 dari skor tertinggi 7. Skor tersebut memposisikan Indonesia di peringkat 40 dunia. Padahal, pada 2011, Indonesia berada di peringkat 74 dunia dengan skor 3,96.

Hal itu tentunya membuat pariwisata di Indonesia sudah menjadi salah satu pilar perekonomian. Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata, sehingga pengelolaan menjadi kata kunci. Daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Beberapa daerah kini tengah fokus mengembangkan sektor pariwisatanya, salah satunya Taman Nasional Wakatobi. "Pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Wakatobi harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip konservasi," ujar Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Wakatobi, La Fasa dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12).

Karena itu, kata La Fasa, dengan pendekatan wisata berkelanjutan dan kemitraan konservasi, akan menciptakan kegiatan wisata yang mendukung penghidupan berkelanjutan serta melindungi sumber daya alam, nilai tradisi, serta sosial budaya masyarakat.

Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kaya akan sumber daya alam, peninggalan sejarah, seni, dan budaya yang berpotensi sebagai daya tarik wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Akan tetapi, berstatus sebagai Taman Nasional dengan luas 1,39 juta hektare, Wakatobi tentunya juga menuntut perlakuan khusus dalam hal konservasi kawasan guna menjaga kelestarian sumber daya alamnya.

Di kawasan Wakatobi kini dikembangkan ekowisata mangrove di Tampara. Pengembangannya didukung Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Taman Nasional Wakatobi, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta PT First State Investment Indonesia melalui dana filantropi salah satu reksadananya yakni First State IndoEquity Peka Fund yang secara aktif menyalurkan dana sosial sejak 2011.

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem terpenting di kawasan pesisir. Pada banyak wilayah pesisir, masyarakat sangat bergantung pada jasa lingkungan yang disediakan ekosistem mangrove.

"Ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan. Selain itu, ekosistem mangrove juga memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan secara optimal terkait mata pencaharian berkelanjutan dan inisiatif yang menghasilkan pendapatan, termasuk ekowisata dan kegiatan rekreasi lainnya," terang Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman.
(nug)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Alam...
5 Destinasi Wisata Alam Berkonsep Wisata Berkelanjutan
10 Wisata Alam Terindah...
10 Wisata Alam Terindah di Sukabumi, Tak Perlu Jauh-jauh ke Bali
Kemenparekraf Dahulukan...
Kemenparekraf Dahulukan Wisata Alam Dibandingkan Wisata Kota
7 Rekomendasi Tempat...
7 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Bekasi, Nomor 2 Niagara Mini
Menakjubkan! 7 Wisata...
Menakjubkan! 7 Wisata Alam Indonesia Ini Mirip Grand Canyon, Tak Perlu Jauh-jauh ke Amerika
5 Tempat Wisata Alam...
5 Tempat Wisata Alam dengan Pemandangan Indah di Surabaya, Nomor 4 Mirip di Amazon
Berita Terkini
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat dan Rekan Artis
16 menit yang lalu
Viral! Lagu MBG Mas...
Viral! Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Muncul di Film Cek Khodam, Ternyata Ini Ceritanya
1 jam yang lalu
Celine Evangelista Akui...
Celine Evangelista Akui Sudah Menikah Lagi, Ini Alasannya Tak Umumkan ke Publik
1 jam yang lalu
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Aldi Taher: Saya Bersaksi Abang Orang Baik
3 jam yang lalu
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Nikita Mirzani Minta Jaksa yang Tangani Kasusnya Diusut
4 jam yang lalu
Kabar Duka, Komedian...
Kabar Duka, Komedian Temon Meninggal Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved