Mendongeng Bisa Pulihkan Anak-Anak dari Trauma dan Kecanduan Gawai

Kamis, 05 Desember 2019 - 00:30 WIB
Mendongeng Bisa Pulihkan...
Mendongeng Bisa Pulihkan Anak-Anak dari Trauma dan Kecanduan Gawai
A A A
JAKARTA - Mendongeng ternyata bukan hanya seru dan menyenangkan. Di balik itu, mendongeng juga bisa menjadi terapi anak kecanduan gawai, trauma healing pasca bencana, trauma kekerasan, hingga trauma pasca perceraian.

"Sebagai contoh, orang terkena musibah banjir besar atau gempa tiba-tiba, menghancurkan perkampungan dan menyebabkan warga untuk tinggal di pengungsian yang menyebabkan anak-anak bahkan orang dewasa mengalami trauma," pemerhati anak dan keluarga yang juga founder Rumah Amalia, Muhammad Agus Syafi'i dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/12).

"Mereka bisa menjadi panik, cemas, takut berlebihan saat melihat langit mulai mendung dan rintik hujan. Atau pun juga seorang anak yang kecanduan gawai, tiba-tiba tidak bisa login di media sosial, lantas dia berteriak-teriak histeris," tambahnya.

Oleh karena itu, mendongeng merupakan terapi yang bisa menghibur, membuat terasa lebih tenang dan senang, sehingga kepanikan dan kecemasannya hilang. Syafi'i pun mengungkapkan, di Rumah Amalia, kegiatan mendongeng dibuat program khusus dengan jadwal yang rutin. "Hal tersebut agar manfaatnya dapat lebih cepat dan lebih besar dirasakan oleh anak," imbuhnya.

Menurutnya, terapi dalam proses trauma healing setiap anak berbeda-beda. Lama waktunya tergantung dari kondisi. Ada yang bisa cepat mengatasi trauma, ada juga butuh waktu lebih panjang. Trauma healing dengan dongeng sesuai dengan kondisi anak.

"Ketika menjadikan dongeng sebagai terapi, kita harus memperhatikan kondisi anak-anak. Jika mereka sudah terlihat lebih tenang dan nyaman, maka pendongeng terapis dengan anak-anak juga sudah terjalin. Kita bisa juga mulai memberikan dongeng, misalnya dengan tema 'Singkirkan HP-mu, bermain yuk'. Sehingga anak-anak bisa meninggalkan gawai dan memilih bermain lari-larian, petak umpet, kena-kenaan, patung Pancoran, tepuk nyamuk, dan lainnya," papar Syafi'i.

Hal tersebut juga diharapkan dapat mempengaruhi pola pikir dan mengubah cara pandang mereka. Diharapkan anak yang mengalami trauma maupun anak yang kecanduan HP bisa kembali pulih, hidup lebih nyaman, lebih bahagia, lebih indah dan menemukan jati dirinya.
(nug)
Berita Terkait
Eksplorasi Si Kecil...
Eksplorasi Si Kecil pada Imersif 'S-26 Exceptional League'
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
Dukung Peningkatan Status...
Dukung Peningkatan Status Kesehatan Anak Indonesia
Manfaat Kalsium dan...
Manfaat Kalsium dan Fungsinya Bagi Tumbuh Kembang Anak
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
49 menit yang lalu
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
1 jam yang lalu
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
2 jam yang lalu
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
2 jam yang lalu
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
3 jam yang lalu
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved