4 Kata yang Tak Boleh Diucapkan Depan Anak

Senin, 09 Desember 2019 - 15:31 WIB
4 Kata yang Tak Boleh...
4 Kata yang Tak Boleh Diucapkan Depan Anak
A A A
JAKARTA - Membesarkan anak, berapapun usianya adalah pekerjaan sensitif dan rumit yang membutuhkan upaya konstan untuk mempersiapkan mereka menuju dunia nyata.

Lalu, bagaimana caranya? Orang tua harus menanamkan nilai-nilai yang benar, memberikan contoh yang baik, mendorong mereka untuk mengadopsi bahasa yang baik atau bahkan sesuatu yang sederhana, seperti menggunakan kata-kata yang tepat.

Kata-kata dapat memiliki dampak yang hebat pada anak, terutama karena anak-anak berada pada usia yang mudah dipengaruhi. Itulah sebabnya sering dikatakan bahwa seseorang harus sangat berhati-hati ketika berbicara depan anak-anak. Seperti dilansir Times of India, berikut ini kata-kata yang baiknya tidak diungkap depan anak. (Baca juga: 5 Fakta Film Frozen 2, Salah Satunya Kostum Anna Dibuat Seniman Indonesia ).

1. Manja
Salah satu kata yang harus Anda hindari adalah "manja". Mereka mungkin tidak mengerti arti “manja” secara totalitas dan mungkin mereka akan merasa terluka karena cara bicara Anda yang berbeda. Menggunakan kata-kata seperti itu dapat melukai harga diri mereka dan menyulitkan mereka untuk membuka diri tanpa hambatan.

2. Smart
Meskipun baik untuk menghargai kecerdasan anak Anda dan memuji IQ mereka, para ilmuwan percaya bahwa menyebut mereka "pintar" menghilangkan kerja keras mereka yang sebenarnya, memaksa mereka untuk percaya bahwa mereka dilahirkan dengan bentuk kecerdasan yang berbeda dan pada gilirannya anak merasa berbeda dari orang lain.

3. Bodoh
Sebaliknya demikian. Jangan menggunakan kata “bodoh” depan anak. kata-kata negative in akan mempengaruhnya. Apakah Anda marah atau hanya untuk mengejek mereka, panggilan nama apapun itu buruk. Ingat, Anda harus berbicara langsung dengan anak-anak Anda dan tidak mencap mereka dengan nama negatif.

4. Pahlawan

Menurut para psikolog, stereotip gender tidak boleh didorong sama sekali dan menggunakan kata-kata seperti "putri" atau "pahlawan". Hal ini dapat memasukkan mereka ke dalam kotak, bahkan sebelum mereka memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi identitas atau fluiditas gender untuk diri mereka sendiri.

Jika anak-anak Anda menggunakan namanya sendiri setelah menonton film atau membaca tentang karakter yang menginspirasi, maka itu boleh saja. Jika tidak, coba dan hindari stereotip.
(tdy)
Berita Terkait
Eksplorasi Si Kecil...
Eksplorasi Si Kecil pada Imersif 'S-26 Exceptional League'
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
Dukung Peningkatan Status...
Dukung Peningkatan Status Kesehatan Anak Indonesia
Manfaat Kalsium dan...
Manfaat Kalsium dan Fungsinya Bagi Tumbuh Kembang Anak
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Berita Terkini
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
3 jam yang lalu
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
4 jam yang lalu
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
6 jam yang lalu
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
6 jam yang lalu
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
7 jam yang lalu
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
8 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved