Patut Diketahui, Dari Jenis hingga Cara Simpan Mi

Rabu, 25 Desember 2019 - 12:52 WIB
Patut Diketahui, Dari...
Patut Diketahui, Dari Jenis hingga Cara Simpan Mi
A A A
JAKARTA - Mi memang bukan makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun, kudapan satu ini termasuk yang digemari hingga dalam satu minggu bisa saja seseorang menyantap mi dua hingga tiga kali.

Mi sendiri merupakan nama generik. Orang Eropa menyebutnya pasta (dari bahasa Italia) dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta berbentuk memanjang. Di Eropa bahan baku mi biasanya yaitu jenis-jenis gandum. Sementara di Asia, bahan baku mi lebih bervariasi.

Olahan mi yang paling populer di negeri kita adalah mi goreng dan mi ayam. Sementara di mancanegara, sebutan untuk olahan mi sangatlah banyak di antaranya yang populer dangmyeon (Korea), fetucini (Italia), ifu mie (Tiongkok), ramen (Jepang), soba (Jepang), ramyeon (Korea), spageti (Italia), spatzle (Jerman), dan udon (Jepang).

Jenis Mi

Dari cara memprosesnya, mi terbagi atas dua jenis: mi basah dan mi kering. Mi basah adalah mi segar yang langsung bisa diolah begitu selesai dibuat. Sedangkan mi kering merupakan mi segar yang dihilangkan kandungan airnya hingga menjadi kering. Ketika akan diolah, mi kering harus direbus dulu sampai lunak. Dari segi bahan dasarnya, mi dibagi menjadi beberapa jenis seperti mi telur, mi gandum, dan mi sayuran (wortel/bayam).

Olahan Mi

Mi bisa dibuat menjadi mi goreng, mi kuah, mi rebus, dan mi ayam.

Cara Memilih Mi Basah

1. Pilih mi yang tidak berlendir, tidak berbau apek, tidak berbau asam, dan tak mencolok warnanya.
2. Untuk mi yang dibungkus dalam kemasan, harap perhatikan masa kedaluwarsanya.

Cara Menyimpan Mi

1. Mi basah bisa tetap disimpan di dalam kemasannya, lalu letakkan di dalam lemari es. Olah sebelum masa kedaluwarsa berakhir. Kalau mi basah dibuat sendiri, simpan setelah direbus dan dilumuri minyak di dalam wadah kedap udara. Tempatkan mi dalam lemari es. Olah mi sebelum dua hari.

2. Mi kering bisa disimpan pada kemasannya di dalam stoples atau wadah yang tertutup rapat. Jangan biarkan mi ini menyatu dengan bahan pangan lain yang beraroma tajam agar tidak menyerap bau. Kalau rasa dan bau mi berubah, meski masa kedaluwarsanya belum terlewati, jangan digunakan.
(tsa)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
21 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
56 menit yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
2 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
2 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved