Bermain di Air Banjir Tingkatkan Risiko Penyakit pada Anak-Anak

Jum'at, 03 Januari 2020 - 07:30 WIB
Bermain di Air Banjir...
Bermain di Air Banjir Tingkatkan Risiko Penyakit pada Anak-Anak
A A A
JAKARTA - Banjir yang mengepung Jabodetabek sejak Rabu (1/1/2020) dimanfaatkan sejumlah anak-anak sebagai tempat untuk bermain. Beberapa di antaranya bahkan tak ragu untuk berenang langsung dan berjalan di air banjir yang berwarna coklat tersebut.

Sayangnya, berenang di air banjir yang kotor dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Wabah penyakit tersebut umumnya ditularkan melalui air kotor saat banjir dan dapat menginfeksi siapa saja. Seperti halnya penyakit kulit yang menyebabkan gatal hingga infeksi. Risiko penyakit pun akan semakin tinggi, jika bersentuhan langsung dengan aliran atau kubangan air yang telah tercemar.

"Implikasi kesehatan bagi mereka yang terpapar banjir mencakup berbagai masalah kulit, seperti infeksi luka, dermatitis kontak, dan bahkan cedera listrik akibat kabel listrik yang terputus," kata profesor dermatologi di Pusat Medis Militer San Antonio, Texas, Justin Bandino seperti dilansir dari HealthDay.

Setelah banjir besar, infeksi kulit dan jaringan lunak dapat berkembang ketika kulit yang terluka terkena air banjir yang mengandung limbah, bahan kimia dan polutan lainnya. Bandino menjelaskan, tsunami dan banjir dapat menyebabkan gangguan tanah besar yang mengarah pada pelepasan organisme menular yang tidak biasa.

"Dalam kasus-kasus ketika pasien malnutrisi tidak memiliki akses ke makanan dan air bersih, bahkan luka kecil dan dangkal yang telah terpapar pada organisme menular ini dapat mengakibatkan infeksi yang berpotensi berbahaya," kata dia.

Hewan dan serangga juga menimbulkan risiko bagi korban banjir. Banjir bisa menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk, yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti zika atau malaria.

Untuk mengurangi risiko masalah kulit setelah banjir, Bandino menghimbau masyarakat harus memiliki respons banjir dan rencana evakuasi. Diperlukan juga kotak P3K dasar yang mencakup persediaan untuk membersihkan, menutupi dan mengobati luka ringan, serta obat nyamuk.

Lebih lanjut, Bandino menyarankan untuk membantu mengurangi kemungkinan kekurangan gizi dan dehidrasi—yang keduanya meningkatkan risiko infeksi—simpanlah alat bertahan hidup dasar yang mencakup persediaan makanan dan air yang tidak mudah rusak.

"Tsunami, angin topan, banjir dan situasi darurat lainnya dapat memperburuk kondisi dermatologis yang ada, seperti eksim atau psoriasis. Bila memungkinkan, minum obat apa pun untuk kondisi kulit saat ini selama evakuasi, bersama dengan pasokan pertolongan pertama dasar lainnya. Jika Anda mengalami masalah kulit setelah terpapar banjir, temui dokter kulit bersertifikat,” ujar dia.
(alv)
Berita Terkait
Korban Banjir dan Longsor...
Korban Banjir dan Longsor Luwu Diminta Perhatikan Kesehatan, Bupati: Bangun Dapur Umum
Baznas Berikan Layanan...
Baznas Berikan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir di Kota Padang
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Berita Terkini
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
36 menit yang lalu
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
10 jam yang lalu
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
11 jam yang lalu
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
12 jam yang lalu
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
13 jam yang lalu
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
13 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved