Membangun Rumah, Baiknya Borongan atau Harian?

Rabu, 22 Januari 2020 - 23:33 WIB
Membangun Rumah, Baiknya...
Membangun Rumah, Baiknya Borongan atau Harian?
A A A
SEORANG teman bertanya kepada saya, dalam membangun sebuah rumah, mana yang terbaik, menggunakan skema borongan atau harian? Pertanyaan itu tentu mewakili banyak orang yang ingin membangun rumah yang jawabannya bisa dikembalikan kepada diri sendiri. Artinya, sampai sejauh mana kita mempunyai pengetahuan tentang pola
membangun rumah.

Menjawab pilihan antara borongan atau harian, mari kita coba membedahnya berdasarkan kriteria sebagai berikut. Pertama, aspek perencanaan. Perencanaan pembangunan rumah secara teknik meliputi pembuatan denah bangunan, gambar tampak, gambar potongan, spesifikasi teknis, dan rencana anggaran biaya atau RAB.

Perencanaan merupakan faktor yang sangat penting. Karena itu, pekerjaan ini biasanya dilakukan seseorang yang mempunyai keahlian. Pada skema borongan, biasanya
pemborong akan mengambil alih pekerjaan ini sehingga pemilik bangunan tidak harus
repot. Kecuali, pemilik bangunan memiliki kemampuan untuk membuat perencanaan sehingga semua bisa dilakukan sendiri.

Kedua adalah faktor pendanaan. Pekerjaan yang dilakukan secara borongan mempunyai rencana anggaran yang dihitung secara akurat oleh pemborong. Jadi, pemilik bangunan sudah bisa mempersiapkan besaran anggaran yang diperlukan.

Lain halnya seandainya pekerjaan dilakukan harian, anggaran yang diperlukan relatif lebih sulit diprediksi. Hal ini kembali kepada sampai sejauh mana pemilik bangunan memiliki pengetahuan tentang anggaran.

Ketiga adalah faktor material. Seorang pemborong dapat dipastikan memiliki pengetahuan tentang kebutuhan material yang diperlukan untuk membuat bangunan seperti yang direncanakan. Misalnya, untuk membuat rumah bertipe 36, dibutuhkan batu kali dan pasir berapa kubik, bata merah berapa banyak, semennya berapa sak, besi berapa batang, dan material lain yang diperlukan.

Dengan begitu, pembelian material yang diperlukan tidak akan meleset dari yang dibeli, karena jumlah dan ukurannya sudah dihitung berdasarkan keilmuannya. Lain halnya apabila pekerjaan dilakukan secara harian, pemilik bangunan akan merasa kebingungan tentang bahan material yang akan dibelanjakan.

Keempat adalah waktu. Pekerjaan yang dilakukan secara borongan dipastikan memiliki durasi yang sudah dihitung pemborong. Biasanya perhitungan waktu dilakukan secara hitungan minggu, misalnya untuk pembangunan rumah tipe kecil seperti tipe 36, 45, 54, dan 70 biasanya diperlukan waktu sekitar delapan minggu.

Waktu pengerjaan ini oleh pemborong akan dihitung berdasarkan nilai borongan yang disepakati. Karena itu, si pemborong sebisa mungkin harus melakukan pekerjaan sesuai waktu yang disepakati. Kalau waktunya molor, dia akan merugi atau bisa juga dikenai penalti oleh pemilik bangunan.

Bila pekerjaan dilakukan secara harian, biasanya waktu pekerjaan bisa tidak menentu. Apalagi tukang yang melakukan pekerjaan biasanya memiliki tabiat memperlambat pekerjaan sehingga berdampak pada semakin lamanya pekerjaan yang juga semakin besarnya pengeluaran.

Merujuk pada penjelasan keempat aspek di atas, pilihan borongan atau harian dapat ditentukan sampai sejauh mana pemilik bangunan mempunyai pengetahuan tentang proses pengerjaan bangunan. Apabila pemilik bangunan minim pengetahuan tentang bangunan dan memiliki waktu sempit untuk memantau bangunan, disarankan mencoba skema borongan untuk membangun rumahnya. (M Ridwan)
(ysw)
Berita Terkait
Rumah Mewah dan Nyentrik...
Rumah Mewah dan Nyentrik para Selebritas Kaya Dunia
Pameran Investasi Properti...
Pameran Investasi Properti Hadirkan Fleksibilitas Pembayaran Kepemilikan Rumah dan Apartemen
Pembangunan 1.012 Rumah...
Pembangunan 1.012 Rumah Bersubsidi Berkonsep Hijau
Harga Rumah Naik, Warga...
Harga Rumah Naik, Warga Miskin Terpaksa Tinggal di Tempat Kumuh
Langkah untuk Menjaga...
Langkah untuk Menjaga Atap Dak Beton Bangunan Tidak Bocor
Rumah Milenial Parkland...
Rumah Milenial Parkland Podomoro Karawang Ludes Kurang dari 24 Jam
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
2 jam yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
3 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
4 jam yang lalu
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
5 jam yang lalu
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
5 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
6 jam yang lalu
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved