Biar Hasilnya Maksimal, Pengobatan Kanker Harus Terstandar

Jum'at, 31 Januari 2020 - 09:26 WIB
Biar Hasilnya Maksimal,...
Biar Hasilnya Maksimal, Pengobatan Kanker Harus Terstandar
A A A
JAKARTA - Penanganan kanker memerlukan pengetahuan yang benar serta tata laksana yang terstandar agar pengobatan mencapai hasil yang diinginkan. Data WHO menyebutkan, kanker merupakan salah satu penyakit penyebab morbiditas dan mortalitas terbanyak di dunia.

Secara nasional, Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 menunjukkan prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,79% per 1.000 penduduk. Hal ini berarti naik dari tahun 2013 sebesar 1,4% per 1.000 penduduk. Di samping insiden kanker yang terus meningkat di seluruh dunia, sampai saat ini masih banyak didapati mitos yang menyesatkan tentang kanker dan pengobatannya.

Pasien kanker masih banyak yang terbuai dengan janji-janji akan pengobatan herbal yang diklaim dapat menyembuhkan kanker. Nyatanya tidak sedikit pasien kanker yang justru kondisinya malah memburuk setelah pengobatan herbal dan akhirnya kembali lagi pada pengobatan medis.Bicara soal kanker, Dr dr Ikhwan Rinaldi SpPD-KHOM, ahli hematologi onkologi medik RSCM, menjelaskan perbedaan kanker dan tumor. Menurut dia, tumor ada yang sifatnya jinak dan ada yang sifatnya ganas. “Perbedaannya terdapat pada kemampuan tumor untuk melakukan penyebaran. Kalau kanker terjadi karena proses yang panjang yang menyebabkan perubahan genetik dalam sel,” sebutnya dalam acara Bincang Kanker dengan Pakar, Kamis (30/1/2020), di Jakarta.

Perubahan genetik sel terjadi karena beberapa hal dan multi penyebab. Nah, untuk mengetahui apakah tumor yang dimiliki seseorang sudah pada tahap kanker atau tidak, perlu dilakukan tata laksana, yaitu biopsi. Namun, biopsi jika tanpa segera dilanjutkan dengan pengobatan yang adekuat dalam waktu yang tidak terlalu lama juga menyebabkan kanker berkembang dan perburukan kondisi.

Oleh karena itu, memutuskan untuk dilakukan biopsi sebaiknya sekaligus dengan memutuskan untuk mengikuti segera pengobatan yang adekuat sesuai standar. Perlu diketahui, kanker yang sudah bermetastasis (menyebar) keorgan lain akan menurunkan kesintasan atau survivalnya.

Dr Ikhwan menyebutkan, sebagian kanker memiliki peluang kesembuhan yang tinggi, misalnya kanker kelenjar getah bening (limfoma) terutama limfoma hodgkin, kanker padat pada anak, kanker testis, dan sebagian kecil kanker paru jenis sel kecil.

Berdasarkan pengalaman dr Ikhwan, ada saja pasien yang tidak mau menjalani operasi, atau hanya mau dikemoterapi. Padahal, standarnya lebih baik dioperasi dulu, baru dikemoterapi. “Misalnya pasien kanker payudara yang belum bermetastasis, tetapi belum bisa dioperasi karena ukuran benjolan yang besar, maka dilakukan kemoterapi lebih dulu dan bila sudah mengecil dilakukan operasi, kemudian kemoterapi lagi,” kata dr Ikhwan.

Namun, pasien yang dimaksud tidak mau menjalani operasi setelah benjolan mengecil, melainkan hanya minta dikemoterapi. “Benjolan payudara hilang tapi dalam waktu singkat terjadi kekambuhan. Kanker muncul lagi di organ lain dan di payudara yang dulu ada benjolan,” katanya.

Ada juga pasien yang sudah dibiopsi di lubang pembuangan dan diketahui kanker, tetapi tidak mau menjalani operasi karena harus dibuat kantong pembuangan di daerah perut. Pasien memilih menjalani pengobatan dengan herbal. Dalam tiga bulan terjadi progresivitas penyakit, yakni adanya pertumbuhan kanker di hati dan akhirnya pasien harus menjalani operasi pembuatan kantong pembuangan karena terjadi penyumbatan saluran pembuangan dan kanker tak bisa dioperasi lagi.

Sementara itu dikatakan Prof Dr dr Aru Sudoyo Sp PDKHOM FACP, dalam pengobatan bagi pasien kanker dibutuhkan dukungan penuh dari keluarga. Ia melanjutkan, teknologi canggih sekalipun tidak akan banyak membantu kalau pasien bersangkutan tidak dapat diajak bekerja sama untuk memerangi penyakitnya.
(ysw)
Berita Terkait
Kolaborasi untuk Tanggulangi...
Kolaborasi untuk Tanggulangi Beban Kesehatan akibat Kanker
Pengobatan Kanker Bersifat...
Pengobatan Kanker Bersifat Personal, Tergantung Diagnosa
Modifikasi Gaya Hidup...
Modifikasi Gaya Hidup Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara
Kenali Gejala Kanker...
Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Malu Dikira Alami Penyakit...
Malu Dikira Alami Penyakit Menular Seks, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Lidah
Angka Kematiannya Cukup...
Angka Kematiannya Cukup Tinggi, Masyarakat Penting Kenali Gejala Kanker Paru
Berita Terkini
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
7 jam yang lalu
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
9 jam yang lalu
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
9 jam yang lalu
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
10 jam yang lalu
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
10 jam yang lalu
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved