Waspada, Kanker Paru Tak Hanya Ancam Perokok Aktif

Jum'at, 14 Februari 2020 - 11:09 WIB
Waspada, Kanker Paru...
Waspada, Kanker Paru Tak Hanya Ancam Perokok Aktif
A A A
JAKARTA - Perlu diketahui, kanker paru bukan hanya menjadi ancaman bagi perokok, yang tidak merokok pun bisa terkena. Masih teringat kisah Kepala Pusat Data Informasidan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang divonis kanker paru-paru stadium IV.
Padahal, almarhum mengaku selama ini tidak merokok dan selalu mengonsumsi makanan sehat, bergaya hidup aktif, serta tidak memiliki riwayat kanker di keluarga. Faktanya, sekitar 20% penduduk AS meninggal akibat kanker jenis itu setiap tahunnya, sementara mereka tidak merokok. Walau tidak selalu menyerang perokok aktif, tetap saja perokok adalah golongan yang paling tinggi risiko terkena.

Dr Elisna Syahruddin PhD SpP (K) mengatakan, perokok yang berusia 40 tahun ke atas lebih berisiko karena mereka sudah lama merokok. Timbunan residu rokok di paru-paru inilah yang menyebabkan kanker muncul. Risiko yang sama bahkan lebih tinggi pada mereka yang terpapar asap rokok atau perokok pasif. “Yang berbahaya dan menyebabkan kanker paru adalah asap rokoknya, bukan rokoknya,” ujar dr Elisna.

Aliran asap yang masuk ke napas dapat merusak saluran pernapasan manusia. Asap rokok adalah karsinogen sehingga berpotensi menyebabkan kanker dalam tubuh manusia. Studi Globocan (IARC) menemukan bahwa penyakit kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada penduduk pria (30%).

Kanker ini juga penyebab kematian kedua akibat kanker pada penduduk wanita (11,1%). Sebuah studi yang dilakukan Roy Castle Lung Cancer Foundation mengemukakan fakta bahwa sepertiga dari kasus penyakit paru kanker baru terdeteksi 90 hari sebelum pasiennya meninggal.

Selain itu, satu dari 20 penderita kanker paru baru terdiagnosis mengidap kanker paru setelah mereka meninggal. Fakta ini seharusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kanker paru.

Kenyataannya, secara umum tingkat kesadaran masyarakat mengenai kanker paru masih sangat rendah. Dr Achmad Hudoyo SpP (K) menjelaskan, kanker paru stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala. Karena itu, diperlukan deteksi dini untuk mengetahuinya agar kemungkinan sembuh semakin besar. “Jika kanker paru terdeteksi lebih dini, penderita kanker memiliki peluang hidup lima tahun lebih lama,” ungkap dr Achmad. (Sri Noviarni)
(ysw)
Berita Terkait
Kolaborasi untuk Tanggulangi...
Kolaborasi untuk Tanggulangi Beban Kesehatan akibat Kanker
Pengobatan Kanker Bersifat...
Pengobatan Kanker Bersifat Personal, Tergantung Diagnosa
Modifikasi Gaya Hidup...
Modifikasi Gaya Hidup Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara
Kenali Gejala Kanker...
Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Malu Dikira Alami Penyakit...
Malu Dikira Alami Penyakit Menular Seks, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Lidah
Angka Kematiannya Cukup...
Angka Kematiannya Cukup Tinggi, Masyarakat Penting Kenali Gejala Kanker Paru
Berita Terkini
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
37 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
1 jam yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
2 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
2 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Gejala Kanker Paru yang...
Gejala Kanker Paru yang Tak Disadari Seperti Diidap Kiki Fatmala
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved