40% Balita Alami Gangguan Bahasa dan Berbicara

Kamis, 06 November 2014 - 10:54 WIB
40% Balita Alami Gangguan...
40% Balita Alami Gangguan Bahasa dan Berbicara
A A A
SURABAYA - Tak kurang dari 40% balita mengalami gangguan bahasa dan berbicara karena orangtua mereka tidak terlalu memperhatikan tumbuh kembang putra putri mereka ini.

Fakta ini diungkapkan salah satu konsultan tumbuh kembang anak RSUD Dr Soetomo Surabaya dr Mira Irmawati Sp.A (K). Menurut dia, penyebab utama gangguan ini karena orangtua lebih sibuk bekerja dibandingkan mengurus anaknya.

"Kami di rumah sakit Soetomo setiap hari kira-kira kunjungan pasien mencapai 80 pasien dan 40% diantaranya konsultasi karena anaknya mengalami gangguan bicara dan bahasa," ungkap Mira dalam acara seminar media bertajuk Manajemen Tumbuh Kembang yang Tepat Hasilkan Balita Berkualitas Bersama Pure Hadir dengan Standar Berkualitas Tinggi di Novotel Surabaya Hotel & Suites, Rabu (5/11/2014).

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan kekhawatirannya atas meningkatnya kasus angka balita yang mengalami gangguan bicara dan bahasa. Setiap tahun angka tersebut naik menjadi 5—10% dan jika dibiarkan maka tingkat kecerdasan anak bisa terpengaruh. Apalagi faktor kecerdasan anak bisa dilihat sejak dini melalui dua faktor utama yakni bicara dan bahasa.

Pada 2013, dari 80 kunjungan ke dokter anak, 30% pasien mengalami gangguan bicara dan bahasa. Selebihnya mengalami gangguan seperti stunting, cerebral palsy, autisme dan down syndrome.

Rata-rata penyebab gangguan bahasa dan bicara ini karena anak jarang diajak komunikasi oleh orangtuanya. Anak-anak selama ini dibiarkan asyik dengan dunianya sendiri, seperti menonton televisi, bermain handphone atau peralatan gadget yang lain.

“Anak-anak memang mempunyai tingkat tumbuh kembang yang berbeda-beda. Ada yang dua tahun baru bisa bicara, tapi kalau sampai empat tahun belum bisa komunikasi dengan baik. Ini yang salah siapa?” ujar Mira.

Padahal di usia 0—3 tahun adalah masa tumbuh kembang yang sebenarnya, sehingga orangtua harus betul-betul memperhatikan masa-masa tersebut. Kalau masa tersebut terlewati bisa jadi berpengaruh pada kepribadiannya kelak.

Sementara Brand Manager Pure Indonesia Leny Frenciple yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut menuturkan tumbuh kembang anak memang perlu mendapat pengawasan dari orangtua. Tidak hanya pengawasan berupa kebutuhan rohani yakni melihat momen-momen penting tumbuh kembang anak, namun juga jasmani atau yang berkaitan dengan semua kebutuhan anak-anak.
(alv)
Berita Terkait
Bangun Hubungan Emosional...
Bangun Hubungan Emosional Anak dengan Makanan Melalui Mindful Eating
Bayi Sering Menangis...
Bayi Sering Menangis Tengah Malam, Apakah Alami Kolik?
Jangan Anggap Sepele...
Jangan Anggap Sepele Dampak Game, Orang Tua Harus Lebih Mewaspadai Anak-anaknya
5 Hal yang Perlu Diajarkan...
5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak
Pentingnya Pemenuhan...
Pentingnya Pemenuhan Nutrisi untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak
Ini 3 Tips Menjaga Postur...
Ini 3 Tips Menjaga Postur Tubuh Anak Selama Pandemi
Berita Terkini
First Look Ibra The...
First Look Ibra The Movie: Menembus Langit, Mengungkap Masa Lalu
1 jam yang lalu
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
1 jam yang lalu
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya...
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya yang Tersisa, Kisah Keluarganya Diduga Jadi Korban Santet Bikin Syok!
1 jam yang lalu
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
2 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 18 : Penyelidikan Wahyu Menemui Jalan Buntu
3 jam yang lalu
Reza Arap Bawa Buket...
Reza Arap Bawa Buket Bunga Matahari untuk Kenang Lula Lahfah di Rilis Film Harusnya Horror
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved