Bos Wanita Lebih Gampang Depresi

Selasa, 25 November 2014 - 11:28 WIB
Bos Wanita Lebih Gampang...
Bos Wanita Lebih Gampang Depresi
A A A
WASHINGTON - Wanita cenderung lebih memperlihatkan gejala terkena depresi ketika berada dalam posisi pemegang otoritas di dalam sebuah pekerjaan dibandingkan dengan pria. Pada pria, otoritas, seperti kemampuan mempekerjakan dan memecat orang, justru menurunkan gejala depresi.

Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan di Journal of Health and Social Behaviour, para ilmuwan Amerika Serikat (AS) meneliti sekitar 2.800 pria dan wanita paruh baya. Peneliti di University of Texas di Austin itu mewawancarai 1.300 pria dan 1.500 wanita lulusan dari SMA-SMA di Wisconsin pada periode 1993—2004 ketika mereka berusia sekitar 54—64 tahun.

Para partisipan itu ditanyai mengenai kewenangan dalam pekerjaan dan mengenai jumlah hari ketika mereka merasakan gejala depresi seperti merasa sedih dan berpikir bahwa kehidupan mereka adalah sebuah kegagalan.

Ketika pekerjaan termasuk mempekerjakan orang, memecat dan mempengaruhi gaji, wanita diprediksi mengalami rata-rata kenaikan gejala depresi hingga 9% dibandingkan wanita yang tidak memiliki otoritas. Sedangkan pria justru mengalami penurunan gejala depresi hingga 10%.

Kajian itu menyatakan, mereka mengendalikan faktor lain yang bisa menyebabkan depresi, seperti jam kerja per pekan, apakah orang itu memiliki jam kerja fleksibel dan seberapa sering pekerja diperiksa supervisor mereka.

Para ilmuwan juga mengatakan, pria juga lebih cenderung memutuskan kapan memulai dan menyelesaikan pekerjaan ketimbang wanita dan tidak terlalu dimonitor penasihatnya.

“Wanita-wanita ini memiliki pendidikan yang lebih tinggi, penghasilan yang lebih tinggi dan kedudukan yang lebih bergengsi serta level kepuasan kerja yang lebih tinggi serta otonomi dibanding wanita yang tidak memiliki otoritas pekerjaan. Tapi, kesehatan mental mereka lebih buruk daripada wanita dengan status yang lebih rendah,” papar Tetyana Pudrovska, periset utama kajian ini, seperti dikutip BBC.

Menurut Pudrovska, bos wanita harus berhadapan dengan ketegangan antarpersonal, interaksi sosial dan stereotipe negatif, prasangka, isolasi sosial seperti perlawanan dari anak buah, kolega dan atasan.

Pria, di sisi lain, menghadapi stres yang lebih sedikit karena menghadapi stereotipe negatif dibandingkan wanita. “Pria dengan posisi otoritas konsisten dengan kepercayaan status yang ada. Dan kepemimpinan pria diterima sebagai normal dan sah. Ini meningkatkan kekuasaan pria dan keefektifan sebagai pemimpin dan menghilangkan konflik antarpribadi,” tutur Pudrovska, yang dikutip Foxnews.

Ruth Sealy dari City University di London memaparkan, wanita sering kali terperangkap oleh pikiran pemimpin yang baik berbasis gender. Menurut dia, ketika wanita mengadopsi sikap maskulin tradisional sebagai pemimpin, mereka dikritik karena dianggap tidak feminin, tapi kolega mereka juga tidak percaya kalau wanita akan menjadi pemimpin yang baik kalau yang mereka lihat hanya karakteristik femininnya.

“Karena kita mengasumsikan kompetensi alami pria sebagai pemimpin, wanita sering kali harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan posisi itu, dan kemudian sadar bahwa ketika mereka sudah mendapatkannya, hak mereka terhadap status itu terus dipertanyakan,” ujar dia.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
16 menit yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
1 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
1 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
2 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
2 jam yang lalu
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
2 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved