Luka Akibat Diabetes Timbulkan Gangguan Emosional & Psikologi

Rabu, 21 Januari 2015 - 13:28 WIB
Luka Akibat Diabetes...
Luka Akibat Diabetes Timbulkan Gangguan Emosional & Psikologi
A A A
DEPOK - Luka kronik yang dialami pasien Diabetes Mellitus menimbulkan ketidakknyamanan yang dapat memengaruhi kondisi psiologis, spiritual, sosial, dan kultural pasien. Dalam keadaan seperti itu, dukungan keluarga dapat menurunkan gangguan status emosional psikologis.

Sifat hubungan ketidaknyamanan dan status emosional psikologis bersifat timbal balik dimana arakteristik individu tidak memengaruhi hubungan ketidaknyamanan dan status emosional psikologis.

Doktor Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Dewi Gayatri menyebutkan angka pasien Diabetes Millitus di Indonesia semakin meningkat. Sebanyak 15 persen dari diabetisi mengalami ulkus diabetikum atau pasien luka kronik dan 5 persen diantaranya berisiko amputasi.

Banyak gangguan fisik yang dialami dari ulkus diabetikum diantaranya nyeri, banyaknya cairan hingga bau.

Gangguan fisik ini dan masa penyembuhan yang lama menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari seperti gangguan pergerakan, pola aktivitas harian, hingga gangguan pola tidur. Gangguan fisik dan penyembuhan yang lama menyebabkan gangguan lain seperti stres yang dapat menimbulkan ansietas hingga depresi.

“Kenyamanan merupakan aspek penting dalam pelayanan keperawatan dan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan termasuk pada ketidaknyamanan. Adanya luka kronik yang dialami diabetisi akan memengaruhi kenyamanannya,” ujarnya, di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (20/01/2015).

Dewi menyebutkan hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa sebanyak hampir 70 persen pasien dengan ulkus diabetikum mengalami nyeri dengan bentuk rasa nyeri yang digambarkan sebagai rasa perih (29,3 persen), berdenyut (50 persen), sakit (30 persen). Disimpulkan bahwa pasien mengalami jenis nyeri kronik, merupakan nyeri yang terjadi ketika fase istirahat dan atau antar prosedur.

"Jenis nyeri neuropatik merupakan jenis nyeri kronik dengan terbakar, pedas, tertembak, menusuk. Dukungan keluarga dapat menurunkan gangguan status emosional psikologis. Perawat pun dapat merawat luka kronik dengan melakukan evaluasi hasil tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pasien dengan luka kronik dengan ulus diabetikum," tandas perawat yang bertugas di perawat RSCM dan RS Dharmais itu.
(nfl)
Berita Terkait
Peringatan Hari Diabetes...
Peringatan Hari Diabetes Sedunia di Stasiun Tanah Abang
Peluncuran Kampanye...
Peluncuran Kampanye GESIT Untuk Edukasi Diabetes
Terapi HbA1c Jadi Andalan...
Terapi HbA1c Jadi Andalan Baru Kendalikan Diabetes, Hadir di Bintaro
mGanik Nutrition Hadirkan...
mGanik Nutrition Hadirkan Camilan Rendah Glikemik untuk Diabetes Tipe 2
Top Innovation Choice...
Top Innovation Choice Award 2026: Pengakuan atas Komitmen mGanik dalam Inovasi Penanganan Diabetes
5 Langkah Menurunkan...
5 Langkah Menurunkan Risiko Penyakit Jantung terkait Diabetes, Pertahankan Berat Badan
Berita Terkini
Sarwendah Mengaku Mampu...
Sarwendah Mengaku Mampu Nafkahi Anak secara Mandiri, Ruben Onsu Tegaskan Hak Ayah Tak Bisa Dihapus
26 menit yang lalu
Jangan Asal Makan Sebelum...
Jangan Asal Makan Sebelum Olahraga, Ini Waktu yang Dianjurkan agar Tubuh Lebih Bertenaga
54 menit yang lalu
Lesti Kejora dan Rizky...
Lesti Kejora dan Rizky Billar Ungkap Tantangan Besarkan Tiga Anak, Akui Sulit Bagi Waktu
2 jam yang lalu
Dari ART Menjadi TikToker,...
Dari ART Menjadi TikToker, Perjalanan Anisa Sarif Wujudkan Rumah untuk Orang Tua
16 jam yang lalu
VISION+ Rilis Teaser...
VISION+ Rilis Teaser Trailer My Chef in Crime, Saat Insting Memasak Jadi Kunci Kasus Kriminal
17 jam yang lalu
Jennifer Coppen Unggah...
Jennifer Coppen Unggah Sindiran Pedas soal Sosok Playing Victim, Warganet Berspekulasi
18 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved