Wisata Ziarah Vihara Tertua di Jakarta

Jum'at, 13 Februari 2015 - 16:11 WIB
Wisata Ziarah Vihara...
Wisata Ziarah Vihara Tertua di Jakarta
A A A
JAKARTA - Vihara Dharma Bhakti merupakan satu dari tiga vihara tertua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Lokasinya yang berada di Jalan Kemenangan III, Pecinan Glodok, Jakarta Barat, dikenal sebagai vihara paling tua.

Tidak ada yang terlalu istimewa dari gerbang utama vihara tertua ini. Dewi Vihara Dharma Bhakti, demikian nama yang tertera jelas di gerbang utama vihara berusia sekira 350 tahun itu. Ruas jalan yang sempit dipadati oleh motor yang parkir di kedua sisinya akan menyambut Anda memasuki areanya seluas 3.000 meter persegi ini.

Dilansir dari Indonesia Travel, Dharma Bhakti dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa, Kwee Hoen. Pada awal berdirinya, vihara ini dinamakan Koan Im Teng (Paviliun Koan Im).
Vihara berusia ratusan tahun ini sempat hangus terbakar pada tragedi pembantaian etnis Tionghoa pada 1740. Pada 1755 tempat ini kembali dibangun oleh Kapitein Oei Tjhie dan diberi nama Kim Tek Ie. Kim Tek Ie dalam dialek suku Hok Kian berarti “Kelenteng Kebajikan Emas”.

Berada di kawasan yang juga dikenal dengan sebutan Petak 9, Vihara Dharma Bhakti termasuk vihara besar. Vihara ini menjadi tempat pemujaan bagi para dewa dari golongan Taois, Confucianis maupun Budhis Mahayana. Sebagai vihara tertua, Dharma Bhakti menyimpan nilai sejarah tersendiri yang turut menyumbang daya tarik Pecinan Glodok.

Sebagai vihara tertua, Dharma Bhakti menyuguhkan wisata sejarah, budaya atau religi menjadi tema utama berkunjung ke vihara ini. Dharma Bhakti menyimpan nilai sejarah tersendiri yang turut menyumbang daya tarik Pecinan Glodok. Bagi Anda yang mengunjungi vihara ini, Anda akan melihat bagaimana etnis Tionghoa menjalankan kegiatan religi mereka.

Suasana di dalam vihara akan tampak pengunjung yang beribadah. Tak hanya itu, deretan lilin merah sepanjang 1 meter tampak berjajar di salah satu dinding, belum lagi yang bertumpuk di meja sebuah sudut. Puluhan lilin merah raksasa dibiarkan menyala memadati area tengah. Asap dari lilin dan hio yang dibakar itu menimbulkan efek dramatis saat terkena bias matahari yang masuk melalui atap terbuka di area tengah vihara.

Selain lilin dan altar sembahyang, patung-patung dewa terbuat dari kuningan dipajang di etalase di salah satu sisi ruang utama. Dibandingkan dengan kedua vihara lainnya, vihara ini terbilang paling ramai dikunjungi meski sedang tidak ada perayaan apapun. Saat Imlek menjelang, Vihara Dharma Bhakti tentunya akan sangat sibuk dan menjadi salah satu pusat perayaan Imlek.
(aww)
Berita Terkait
Ziarah Kubur Dilarang,...
Ziarah Kubur Dilarang, Pengunjung Tempat Wisata Dibatasi 30%
Tak Pernah Sepi Dikunjungi...
Tak Pernah Sepi Dikunjungi Peziarah, Wisata Religi Diyakini Sandiaga Uno Mampu Bangkitkan Ekonomi Wonosobo
Wisata Ziarah di Jabbal...
Wisata Ziarah di Jabbal Uhud
Polres Pelabuhan Tanjung...
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Cegah Kerumunan Wisata dan Ziarah
Berpotensi Datangkan...
Berpotensi Datangkan Wisatawan, Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Optimalisasi Wisata Ziarah
Ziarah ke Makam Sunan...
Ziarah ke Makam Sunan Ampel, Sandiaga: Wisata Religi Buka Peluang Usaha & Sejahterakan Masyarakat
Berita Terkini
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
9 menit yang lalu
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
1 jam yang lalu
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
2 jam yang lalu
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
3 jam yang lalu
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka Teach You a Lesson
4 jam yang lalu
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved