Kolaborasi Tradisi Indonesia-Jepang Ramaikan IFW 2015
Rabu, 25 Februari 2015 - 13:08 WIB
Kolaborasi Tradisi Indonesia-Jepang Ramaikan IFW 2015
A
A
A
JAKARTA - Jelang Indonesian Fashion Week (IFW) 2015, Steven Tach melalui FashUnica bersama patner lokalnya, Mulia Denny, berupaya mewujudkan kearifan lokal pada style global. Desainer asal Jepang tersebut dijadwalkan akan menyuguhkan 15 busana koleksinya dalam IFW 2015.
Dengan menggunakan material bahan tradisional Indonesia seperti Aceh, Makassar, Bali, NTB, NTT, batik Cirebon dan Jawa Tengah, dinilai dapat membawa industri fashion Indonesia ke dunia baru.
"FashUnica karya Steven Tach ikut membawa fashion Indonesia ke dunia baru. Selama ini, Indonesia umumnya hanya menjadi market bagi produk luar. Melalui FashUnica, Steven Tach justru mengangkat kekayaan tradisional Indonesia siap bersaing di pasar Internasional," kata Ketua Dewan Pengurus Ikatan Perancang Mode Indonesia, Sjamsidar Isa saat jumpa pers jelang IFW 2015, di Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa 24 Februari.
Steven Tach lahir di tahun 1979 dan menerima gelar Bachelor of Science di Bidang "Architecture and Building Engineering" dari The Shibaura Institute of Technology, Tokyo. Hingga kini, ia menjadi anggota dari "Architectural Institute Japan". Setelah bekerja sebagai Interior Design dan berlanjut sebagai Public Relation sebuah brand fashion, kemudian pada 2012 Steven Tach meluncurkan label sendiri, yaitu "STeveN TACH".
Dalam kesempatan itu, Pengusaha sepatu ternama, Yongki Komaladi menilai, kerjasama ini dapat menambah warna bagi Indonesia. Menurutnya, melalui kerja sama ini tidak hanya Indonesia yang diuntungkan, namun juga Jepang.
"Dengan kerja sama dengan desainer Jepang itu yang notabennya peduli sama lingkungan itu membuat warna bagi Indonesia. Tidak hanya Indonesia yang akan internasional. Tapi Jepang juga. Ini akan menjadi jalan untuk mendobrak industri fashion Indonesia," ujar Yongki Komaladi.
Pada tahun 2015 ini, Steven dan partner Indonesianya meluncurkan label Internasional "FashUnica by STeVen TACH" yang saat awal material bahan dan produksi masih original dari Jepang untuk pasar Indonesia.
Berawal dari keikutsertaannya di ajang IFW 2014, Steven mulai mempelajari tentang Indonesia dan kekayaan budayanya. Sebab, Steven sangat mengagumi kekayaan budaya dan seni tradisional Indonesia. Hal ini terlihat dari rancangannya di ajang IFW 2014, Steven memadukan antara baju tradisional Jepang seperti kimono dan yukata dengan pakaian tradisional Jawa.
Dengan menggunakan material bahan tradisional Indonesia seperti Aceh, Makassar, Bali, NTB, NTT, batik Cirebon dan Jawa Tengah, dinilai dapat membawa industri fashion Indonesia ke dunia baru.
"FashUnica karya Steven Tach ikut membawa fashion Indonesia ke dunia baru. Selama ini, Indonesia umumnya hanya menjadi market bagi produk luar. Melalui FashUnica, Steven Tach justru mengangkat kekayaan tradisional Indonesia siap bersaing di pasar Internasional," kata Ketua Dewan Pengurus Ikatan Perancang Mode Indonesia, Sjamsidar Isa saat jumpa pers jelang IFW 2015, di Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa 24 Februari.
Steven Tach lahir di tahun 1979 dan menerima gelar Bachelor of Science di Bidang "Architecture and Building Engineering" dari The Shibaura Institute of Technology, Tokyo. Hingga kini, ia menjadi anggota dari "Architectural Institute Japan". Setelah bekerja sebagai Interior Design dan berlanjut sebagai Public Relation sebuah brand fashion, kemudian pada 2012 Steven Tach meluncurkan label sendiri, yaitu "STeveN TACH".
Dalam kesempatan itu, Pengusaha sepatu ternama, Yongki Komaladi menilai, kerjasama ini dapat menambah warna bagi Indonesia. Menurutnya, melalui kerja sama ini tidak hanya Indonesia yang diuntungkan, namun juga Jepang.
"Dengan kerja sama dengan desainer Jepang itu yang notabennya peduli sama lingkungan itu membuat warna bagi Indonesia. Tidak hanya Indonesia yang akan internasional. Tapi Jepang juga. Ini akan menjadi jalan untuk mendobrak industri fashion Indonesia," ujar Yongki Komaladi.
Pada tahun 2015 ini, Steven dan partner Indonesianya meluncurkan label Internasional "FashUnica by STeVen TACH" yang saat awal material bahan dan produksi masih original dari Jepang untuk pasar Indonesia.
Berawal dari keikutsertaannya di ajang IFW 2014, Steven mulai mempelajari tentang Indonesia dan kekayaan budayanya. Sebab, Steven sangat mengagumi kekayaan budaya dan seni tradisional Indonesia. Hal ini terlihat dari rancangannya di ajang IFW 2014, Steven memadukan antara baju tradisional Jepang seperti kimono dan yukata dengan pakaian tradisional Jawa.
(nfl)