Klasiknya Wastra Nusantara

Jum'at, 27 Februari 2015 - 11:18 WIB
Klasiknya Wastra Nusantara
Klasiknya Wastra Nusantara
A A A
Memperkenalkan dan mengedukasi kain wastra Nusantara dilakukan Dewi Arimbi Soeharto dengan mengadakan pameran dan peluncuran buku di Pejaten House, Jakarta, Selasa (24/2) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut, Dewi Motik yang merupakan pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Nita Yudi sebagai Ketua Umum Iwapi, termasuk Moza Paramita, anggota Iwapi dari DKI Jakarta, serta pengurus Iwapi dan anggota lainnya. Pameran yang berlangsung pada 22- 26 Februari ini merupakan pameran kain wastra milik pribadi dari Dewi Arimbi Soeharto yang merupakan Ketua DPC Iwapi.

Selain membuat pameran, wanita yang akrab disapa Arimbi ini juga sekaligus meluncurkan buku berjudul The Enchanting Golden Collection . Isi buku meliputi pengetahuan keragaman kain Nusantara dan cara merawatnya, mulai batik, tenun, tapis, hingga songket. Hasil penjualan buku ini akan seluruhnya disumbangkan untuk Yayasan Kanker Indonesia.

Ada cerita di balik pameran yang dikunjungi khusus untuk para undangan ini. Pada usia ke-50, sang ayah maupun ibunda dari Arimbi telah “berpulang” karena menderita penyakit kanker. “Saya berpikir apakah bisa mencapai usia 50. Saya ingin memberi kontribusi lain ketika usia bisa mencapai 50 tahun,” ucap Armbi.

Dari kain wastra pemberian sang suami, peninggalan dari sang ibu, hingga hobinya untuk datang ke pameran kain antik, sehingga begitu banyak kain di lemari, maka tercetuslah ide untuk membuat pameran tersebut. “Saya ingin membuat sesuatu yang bermanfaat, hingga akhirnya memeutuskan membuat gelaran kain antik ini agar untuk edukasi agar jadi lestari,” ucapnya.

Untuk membuat pameran yang mengetengahkan 50 kain dari ratusan kain yang dimilikinya ini, Arimbi melakukan kurasi bersama para kurator. Semua informasi kain dibuat oleh kurator dengan teliti dan dipilih yang orisinal. Banyak di antara kainnya mengandung emas 22 karat maupun berumur ratusan tahun lebih. Ketua Umum Iwapi Anita Yudi menyebutkan Arimbi bisa menginspirasi anggota IWAPI lainnya.

“Benda peninggalan nenek moyang kita punya nilai dan menginspirasi. Bagi saya, tak hanya kainnya yang unik dan langka, juga tempat menaruh kainnya,” kata Nita. Koleksi ini, menurut dia, juga bisa menjadi lahan bisnis. Apalagi motifmotif langka dan tradisional yang sudah jarang ditemukan dapat direplikasi dan diperbanyak.

Dyah ayu pamela
(bbg)
Berita Terkait
Inilah Trend Fashion...
Inilah Trend Fashion 2022
Melihat Fashion Show...
Melihat Fashion Show Kain Tenun di Tengah Sawah di Mamasa
Gandeng Putri Zulhaf,...
Gandeng Putri Zulhaf, Ayu Dyah Maju di London Fashion Week Spring Summer
Intip Strategi Fashion...
Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi
Motif Unik Penuh Warna...
Motif Unik Penuh Warna Emikoawa yang Cocok untuk Keseharian Muslimah
Inspirasi Tampil Feminin...
Inspirasi Tampil Feminin untuk Hijaber ala Laudya Cynthia Bella
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
8 jam yang lalu
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
8 jam yang lalu
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
8 jam yang lalu
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
9 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
9 jam yang lalu
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
9 jam yang lalu
Infografis
3 BUMN Pemenang Tender...
3 BUMN Pemenang Tender Proyek IKN Nusantara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved