Mahakarya Embroidery Kebaya

Selasa, 10 Maret 2015 - 09:32 WIB
Mahakarya Embroidery...
Mahakarya Embroidery Kebaya
A A A
KEINDAHAN sakral kebaya kurung peranakan menjadi salah satu mahakarya kisah bangsa. Lewat tangan Oscar Lawalata dan kecantikan embroidery hand-made perajin lokal, tampilan kebaya kurung semakin memesona.

Dalam sebuah fashion show di Dharmawangsa Hotel, beberapa waktu lalu, balutan nostalgia hadir dalam bentuk lekuk kebaya kurung peranakan yang menarasikan awal kehidupan dan struktur sosial budaya peranakan di Indonesia. Dimulai pada akhir abad ke-15 dan ke-16, ada kisah intim berlimpah keindahan seperti siluet kebaya kurung peranakan yang menekankan feminitas dalam kekuatan budaya Indonesia.

Oscar mengutarakan, persembahan bertajuk “The Embroidery of Life” merupakan fashion show koleksi inovatifnya dengan mini installation pada 50 manekin yang ingin menggemakan dialog cerdas motif batik pesisir dalam elegansi detail bordir. Di sini sang desainer mengubah sebuah mahakarya menjadi perayaan kecantikan perempuan Indonesia yang intelektual.

Karya inovatif dalam visual estetika, kaya kekuatan budaya. “Dalam tema pelestarian kebudayaan Indonesia, saya ingin mencoba mengembalikan embroidery buatan tangan perajin kita yang mulai punah,” sebut Oscar.

Saat ini banyak perajin embroidery handmade beralih mengerjakan embroidery mesin. Itu karena proses membuat embroidery handmade yang rumit dan memakan waktu, teknik bordiran dengan tangan mulai ditinggalkan para perajin. Proses pengerjaan yang lebih ringan, membuat nilai di dalamnya pun ikut berkurang.

Inilah yang dikhawatirkan Oscar untuk kelestarian sulaman tangan yang ada di Indonesia. Selain keragaman kreativitas embroidery tersebut, Oscar pun mengangkat tema peranakan. Menurut dia, pengaruh kebudayaan Tiongkok amat menarik baginya meskipun perayaan tahun baru China sudah lewat.

Keindahan embroidery handmade karya perajin diaplikasikan Oscar di atas helaian kebaya kurung klasik dengan esensi gaya peranakan. Terdiri atas kebaya kurung berdetail sulaman dan kain-kain batik. Tak hanya kebaya, potongan kaftan dengan detail drapery juga menghiasi koleksi desainer yang kerap mengangkat keindahan kain Nusantara ini.

Tampilan hadir lebih modern. Oscar menawarkan tunik tanpa lengan yang dipadankan dengan kain batik. Tampilan lainnya juga merupakan celana panjang yang membuat atasan kebaya tak monoton dan tetap kekinian. Dari segi warna, tampilan mulai dari palet gelap hingga cerah memberi harmoni gaya. Ada hitam, hijau, oranye, ungu, biru, dan merah.

Keseluruhan busananya menghadirkan ragam hias bordir di atasnya. Hampir 16 tahun mengangkat kain Indonesia sebagai material utama, Oscar pun melihat beberapa tantangan untuk melestarikan kain wastra ini, yakni membuat karya embroidery perajin ini menjadi kekinian. “Bagaimana motifnya, warnanya bisa jadi kekinian supaya bisa dipakai. Bagaimana desainer meramu dan memperkenalkannya,” sebut Oscar.

Dalam pergelaran ikut ditampilkan perhiasan peranakan dari Manjusha Nusantara. Perhiasan peranakan diungkapkan Yasmin Wiryawan, perwakilan dari Manjusha Nusantara, banyak ditemui di daerah pesisir hampir di seluruh Indonesia, mulai Kalimantan, Sulawesi, hingga Indonesia bagian timur.

“Perhiasan peranakan terpengaruh dari pencampuran budaya lokal setempat dengan budaya China lewat para pedagang pada abad ke-14,” ujar Yasmin, di kesempatan yang sama. Ikut tampilnya perhiasan peranakan di fashion show Oscar Lawalata, Yasmin menyebutkan, juga sebagai bagian dari cara untuk mengapresiasi budaya negeri sendiri. “Kami harapkan perhiasan Nusantara bisa dipakai sehari-hari dan para perajin perhiasan Nusantara bisa terus berkarya,” katanya.

Beragam bentuk perhiasan peranakan yang hadir, di antaranya kerongsang bros sebagai penutup kebaya. Kerongsang ditampilkan dengan gaya berbeda-beda, seperti bersusun tiga dan ada yang terpisah atau lazim disebut kerongsam ibu anak.

Selain itu, ada pending yang merupakan ikat pinggang sebagai perhiasan yang kerap terlihat untuk pengikat kain. Adapun ragam hias yang sering terlihat di perhiasan peranakan adalah bentuk-bentuk fauna yang melambangkan kemakmuran, kesuburan, panjang umur, dan bermakna kebahagiaan seperti kupu-kupu, burung hong, kilin, ikan, penyundan.

Sementara itu, perhiasan peranakan bertema floral banyak dalam bentuk bunga teratai atau lotus sebagai lambang keindahan dan spiritual budaya China.

Dyah ayu pamela
(ftr)
Berita Terkait
Inilah Trend Fashion...
Inilah Trend Fashion 2022
Melihat Fashion Show...
Melihat Fashion Show Kain Tenun di Tengah Sawah di Mamasa
Gandeng Putri Zulhaf,...
Gandeng Putri Zulhaf, Ayu Dyah Maju di London Fashion Week Spring Summer
Intip Strategi Fashion...
Intip Strategi Fashion ISHIYA di Tengah Pandemi
Motif Unik Penuh Warna...
Motif Unik Penuh Warna Emikoawa yang Cocok untuk Keseharian Muslimah
Inspirasi Tampil Feminin...
Inspirasi Tampil Feminin untuk Hijaber ala Laudya Cynthia Bella
Berita Terkini
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
14 menit yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
30 menit yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
1 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
2 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
3 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved